Logo Header Antaranews Jateng

Legislator: Anies dan Nasir Perlu Koordinasi

Selasa, 14 April 2015 13:36 WIB
Image Print
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan (kanan) menyalami para peserta Ujian Nasional (UN) di SMA N 2 Jakarta, Jakarta, Selasa (14/4). Presiden Joko Widodo meninjau secara langsung

"Ketika pendidikan menengah dan pendidikan tinggi berada di satu kementerian saja, 'link' UN (ujian nasional) ini tidak bisa digunakan secara otomatis dalam penerimaan dan seleksi mahasiswa baru," kata Dr. H. Bambang Sadono, S.H., M.H. melalui surat elektroniknya kepada Antara di Semarang, Selasa.

Apalagi, lanjut anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Daerah Pemilihan Jawa Tengah itu, dengan kementerian terpisah sekarang ini, untuk mengonekkan antara hasil UN dan proses seleksi penerimaan di perguruan tinggi, kemungkinan besar membutuhkan upaya yang lebih menantang.

Bambang yang juga Ketua Badan Pengkajian (BP) MPR RI berpendapat bahwa manfaatnya akan relatif sangat besar jika upaya menggunakan hasil UN itu langsung menjadi standar penerimaan mahasiswa baru.

"Bukan hanya menghemat secara finansial, baik bagi negara maupun masyarakat, melainkan juga menghemat waktu, tenaga, dan pengorbanan ketegangan psikologis yang tidak perlu, baik bagi calon mahasiswa maupun para orang tua," katanya.

Ia menyarankan agar Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi M. Nasir segera menyambutnya dengan duduk bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, lalu membicarakan mengapa selama ini tidak bisa memadukannya antara UN dan seleksi mahasiswa baru.

Menyinggung sesama lembaga pendidikan di Indonesia tidak saling percaya satu sama lain, menurut Bambang, solusinya sebenarnya bisa dicari. Misalnya, dengan membentuk tim penyusun naskah soal UN dengan melibatkan kalangan perguruan tinggi yang tahu persis tingkat pengetahuan atau kemampuan apa untuk menguji calon mahasiswa.

"Secara sederhana," kata Bambang, "mengapa tidak menggabungkan saja antara naskah soal UN dan naskah soal untuk menyeleksi mahasiswa baru?"



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026