
Ganjar Diminta Total dalam Lelang Jabatan

"Gubernur Jateng jangan setengah-setengah, harus total dalam melakukan lelang jabatan untuk kedua kalinya ini," kata Sekretaris Komisi A DPRD Jateng Ali Mansyur di Semarang, Selasa.
Ia menilai bahwa lelang jabatan eselon II untuk lima posisi kepala dinas yang sebelumnya telah dilakukan Gubernur Jateng, belum benar-benar berjalan secara terbuka dan transparan.
"Pelaksanaan lelang jabatan kemarin belum benar-benar secara terbuka karena nilai akhir pada serangkaian tahapan seleksi yang dicapai para kandidat tidak diumumkan kepada masyarakat," ujar politikus Partai Nasdem itu.
Diumumkannya nilai akhir para kandidat, kata dia, untuk menghindari dugaan negatif masyarakat terhadap anggota panitia seleksi.
Menurut dia, jika Gubernur Jateng tidak total dan tidak transparan dalam melakukan lelang jabatan maka proses seleksi terbuka lebih baik diserahkan kepada Badan Pertimbangan Jabatan dan Pangkat.
"Kapasitas Baperjakat yang terdiri atas Sekda Jateng, Asisten Sekda, Kepala Badan Kepegawaian Daerah, serta jajaran inspektorat tidak perlu diragukan lagi," katanya.
Anggota DPRD Jateng Wahyudin Noor Aly mengatakan bahwa proses seleksi terbuka pegawai negeri sipil eselon II perlu dikawal oleh berbagai lapisan masyarakat.
"Jangan sampai seleksi terbuka PNS eselon II itu tidak berjalan secara transparan dan terjadi praktik nepotisme," ujar politikus Partai Amanat Nasional itu.
Masyarakat dari berbagai latar belakang, kata dia, harus dilibatkan dalam proses seleksi yang sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.
Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
