Logo Header Antaranews Jateng

Harga Sembako "Anteng" meski Harga BBM Turun

Senin, 5 Januari 2015 10:39 WIB
Image Print
Ilustrasi

Keterangan yang dikumpulkan dari pedagang di pasar tradisional di Kota Semarang menyebutkan harga telur masih bertahan di kisaran Rp20.000/kg, sedangkan beras mutu sedang bertahan di kisaran Rp9.500/kg.

Begitu pula harga minyak goreng kemasan bermerek, yang hingga kini masih bertahan di kisaran Rp12.500-Rp13.000/liter. Harga cabai yang sejak Desember 2014 menjadi momok bagi masyarakat, hingga kini juga masih tetap "panas", di atas Rp80.000 untuk jenis cabai "setan". Sementara itu, cabai merah keriting bertahan Rp60.000 kg.

"Kalau dari pemasok turun, pasti akan kami turunkan harga cabai. Akan tetapi memang belum ada penurunan kendati harga bensin sudah turun," kata Siti, pedagang di Pasar Banyumanik Semarang.

Masih di pasar sama, harga daging sapi bermutu baik mencapai Rp110.000/kg, sedangkan kualitas medium bergerak Rp85.000-Rp95.000/kg.

Pemerintah sebelumnya menurunkan harga premium dari Rp8.500/liter menjadi Rp7.600, sedangkan harga solar kini menjadi Rp7.250/liter.

Para pedagang makanan olahan juga tidak ada yang menurunkan harga jualnya setelah pemerintah mematok harga BBM baru. Semangkuk bakso masih bertahan Rp12.000, sedangkan mi ayam Rp8.000. Padahal sebelum kenaikan harga BBM, harga kedua makanan favorit rakyat itu lebih rendah Rp1.000.




Pewarta:
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026