Logo Header Antaranews Jateng

Ini Lima Kader PDIP yang Diusulkan Jadi Ketua DPRD

Selasa, 12 Agustus 2014 18:11 WIB
Image Print

"Sudah ada surat keputusan (SK). Ketua DPRD di tingkatan masing-masing harus mendapatkan rekomendasi dari DPP," kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang Hendrar Prihadi di Semarang, Selasa.

Hal tersebut diungkapkan Hendi, panggilan akrab Hendrar Prihadi yang juga Wali Kota Semarang itu usai pelaksanaan rapat paripurna DPRD Kota Semarang yang berlangsung di Ruang Paripurna DPRD setempat.

Kelima bakal kandidat Ketua DPRD Kota Semarang itu, yakni Supriyadi (Sekretaris DPC PDI Perjuangan), Fajar Rinawan Sitorus, Rukiyanto, dan Hanik Khoiru Sholikah (wakil ketua), dan R. Yuwanto (bendahara).

Untuk itu, kata dia, DPC PDI Perjuangan Kota Semarang sudah mengirimkan beberapa nama bakal kandidat yang semuanya anggota dewan dari parpol berlambang banteng yang masuk struktur kepengurusan DPC.

"Ada lima nama yang kami usulkan kepada DPP PDI Perjuangan. Semuanya anggota dewan dari PDI Perjuangan periode 2014-2019 yang masuk struktur kepengurusan DPC PDI Perjuangan Kota Semarang.

Sesuai ketentuan, Hendi menjelaskan anggota DPRD Kota Semarang dari PDI Perjuangan yang berada di luar struktural DPC memang tidak bisa diusulkan, seperti kader baru atau kader nonstruktural.

"Ketentuannya tidak memungkinkan mengusulkan nonstruktural. Kalau ketentuannya memungkinkan pasti kami usulkan karena 15 orang itu (legislator terpilih PDI Perjuangan) pasti kader terbaik partai," katanya.

"Ya, kami menunggu rekomendasi dari DPP. Kemungkinan, rekomendasi itu akhir minggu ini akan turun. Setelah itu, mengusulkan alat-alat kelengkapan fraksi," tutur Hendi.

Sementara itu, salah satu kandidat, Rukiyanto, mengatakan setiap calon pimpinan DPRD harus menjalani "fit and proper test" oleh DPP PDI Perjuangan, termasuk kelima bakal kandidat Ketua DPRD Kota Semarang.

"Saya bersyukur pada saat ini mendapat kepercayaan untuk mengikuti 'fit and proper test' sebagai mekanisme yang harus dilalui setiap calon pimpinan DPRD. Tentunya, saya harus optimistis," katanya.

Senada dengan itu, Hanik Khoiru Sholikah mengatakan segera berangkat ke Jakarta bersama keempat rekannya untuk mengikuti "fit and proper test" yang berlangsung selama dua hari, yakni 13-14 Agustus 2014.

"Semua untuk tugas kepartaian, setiap saat siap. Tidak ada persiapan khusus. Kebetulan, saya pernah ikut 'fit and proper test' untuk wakil wali kota Semarang dulu. Mekanismenya kan masih sama," ungkapnya.



Pewarta:
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026