Personel Markas Besar TNI Resmi Berbaret Hitam
Selasa, 18 Maret 2014 14:45 WIB
Mulai hari ini, semua personel dari tiga matra TNI yang bertugas di Markas Besar TNI memakai baret baru berwarna hitam dengan emblem kesatuan di sisi kanan yang baru pula.
Adalah Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, di lapangan apel Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa, yang melepas baret asal personel TNI itu dan menggantinya dengan baret hitam, dalam satu upacara militer resmi. Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Keputusan/190/III/2014 menjadi dasar hukum perubahan atribut kemiliteran itu.
Moeldoko, sebagaimana informasi diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan, "Pemakaian baret ini dimaksudkan agar seluruh prajurit TNI memiliki pemikiran dan keinginan yang sama, yaitu bagaimana TNI menyamakan langkah menuju tugas pokok TNI, sehingga dapat menjadi lebih solid serta sumber daya manusianya dapat terus ditingkatkan."
Tiga personel dari tiga matra TNI --seorang perempuan bintara TNI AU, dan masing-masing seorang perwira TNI AL dan TNI AD-- maju ke tengah lapangan, sebagai perwakilan yang akan diganti baretnya. Moeldoko sendiri telah mengenakan baret hitam dengan emblem segilima lambang TNI itu.
Selepas itu, Komandan Detasemen Markas Besar TNI, Kolonel Suplai Ivan Yulivan, melepas baret kesatuan asalnya dan mengenakan sendiri baret hitam baru itu, diikuti semua personel.
Markas Besar TNI digerakkan roda organisasinya oleh personel dari tiga matra TNI. Masing-masing matra TNI itu menugaskan personel-personelnya di sana lengkap dengan atribut asal pasukan atau kesatuannya.
Pewarta : -
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Liga 2 Indonesia, PSCS Cilacap borong tiga poin dari markas Nusantara United
02 October 2022 7:58 WIB, 2022
Newcastle tunda lawatan ke markas Southampton, skuat masih belum cukup
01 January 2022 7:10 WIB, 2022
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Zulkifli Hasan Berharap Jakarta Kembali Tenang dan Damai Setelah Pilkada
02 February 2017 6:50 WIB, 2017
Agus: Saya hanya Sampaikan "Salam Hormat" ke Pak Maruf dan Pengurus PBNU
01 February 2017 19:04 WIB, 2017
" Presiden Jokowi Ingin Bertemu Saya, Tapi Dilarang Dua-Tiga di Sekeliling Beliau," Kata SBY
01 February 2017 18:35 WIB, 2017
Tim Anies-Sandi: Kegiatan PT MWS pada Masyarakat Tentang Reklamasi Pulau G Memaksakan Ambisi
01 February 2017 17:17 WIB, 2017
Setnov: NU Salalu Hadir sebagai Organisasi yang Suarakan Perdamaian dan Kesejukan
01 February 2017 16:41 WIB, 2017
Ahok Menyayangkan ada Pihak yang Mengadu Domba bahwa Dia Menghina Integritas PBNU
01 February 2017 16:12 WIB, 2017
Din: Tudingan Ahok Terhadap Maruf Bernada Sarkastik dan Sangat Menghina
01 February 2017 15:58 WIB, 2017
SBY perlu Klarifikasi Pernyataan Kuasa Hukum Ahok yang Mengkaitkan Fatwa MUI
01 February 2017 14:56 WIB, 2017