Pemerintah Wajib Penuhi Jaminan Produk Halal
Senin, 3 Maret 2014 15:00 WIB
Kementerian Agama RI (FOTO.ANTARA News/ ferly)
"Jaminan produk halal itu hak asasi, untuk perlu adanya regulasi," ujar Nasaruddin di Jakarta, Senin.
Regulasi tersebut tertuang dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Jaminan Produk Halal. Sayangnya, hingga memasuki tahun kesembilan, RUU tersebut belum jua disahkan.
"Saya tidak melihat ada kepentingan sehingga belum juga disahkan. Periode lalu (2009), kami sudah mencoba dan hampir selesai, tapi gagal juga," jelas dia.
Nasaruddin khawatir jika RUU JPH tersebut tidak segera disahkan, maka yang dirugikan adalah umat Islam yang sudah menunggu sejak lama.
"Kami berharap jangan ada persoalan, syukur-syukur bisa terselesaikan," harap dia.
Dia mengakui DPR serius dalam membahas RUU JPH itu, namun pihaknya maklum dengan kesibukan para anggota DPR itu.
Lambannya pembahasan RUU JPH disebabkan perbedaan konsep antara pemerintah dan DPR soal lembaga baru itu. DPR menginginkan agar kewenangan diberikan kepada MUI. Sedangkan, pemerintah ingin kewenangan lembaga itu di bawah pemerintah karena MUI bukan milik pemerintah.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wamenaker: Bagi hasil transportasi daring wajib utamakan keadilan dan transparansi
25 November 2025 9:25 WIB
Piutang PBB di Kudus terbayar adanya pembebasan denda wajib pajak yang telat bayar capai Rp1,56 miliar
19 November 2025 13:08 WIB
Putusan lengkap MK, negara harus gratiskan pendidikan dasar di sekolah negeri/swasta
27 May 2025 15:59 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Kak Seto Minta Dinsos Awasi Panti agar tidak Terjadi Tindak Kekerasan
31 January 2017 15:39 WIB, 2017
Ketinggian Air Bengawan Solo di Lamongan Siaga I , Daerah Hilir diminta Waspada
31 January 2017 11:31 WIB, 2017
Khofifah Bangga Lahir dari "Rahim" NU Dibesarkan dalam Tradisi Organisasi Islam
31 January 2017 11:22 WIB, 2017
Menlu: 24 Jenazah Korban Kapal sudah Ditemukan, Delapan Siap Dipulangkan
27 January 2017 18:48 WIB, 2017
Menlu Pastikan Endah Cakrawati menjadi Korban Pesawat Jatuh di Australia
27 January 2017 17:38 WIB, 2017