"Kami memang menargetkan Sirnas tahun ini pesertanya bisa seperti tahun sebelumnya yaitu 1.600 pemain baik untuk kelompok pemula, junior, taruna, dan dewasa," katanya ketika dihubungi dari Semarang, Rabu.

Menurut dia, sampai sekarang jumlah pendaftar sudah mencapai 140 pemain dari berbagai klub dan pengprov bulu tangkis di Indonesia. "Kami berharap sampai akhir pendaftaran 7 Oktober jumlah peserta bisa mencapai 1.600 pemain," katanya.

Menyinggung soal keiuktsertaan pebulu tangkis pelatnas, dia mengatakan, sudah tentu mereka akan tampil di sini tetapi biasanya mereka yang turun adalah pemain pelatnas pratama, sedangkan yang utama seperti Dionysius Hayom Rumbaka, Simon Santoso, Lindaweni Fanetri, dan lain sebagainya tidak mungkin.

"Mereka (pemain pelatnas utama) dikonsentrasikan tampil pada kejuaraan internasional karena setelah itu ada kejuaraan bulu tangkis Korea Open Grand Prix Gold," katanya.

Biasanya, kata dia, pemain pelatnas pratama baru didaftarkan oleh induk organisasi olahraga bulu tangkis di Tanah Air beberapa hari menjelang pertandingan itu berlangsung, demikian juga dengan pemain asing.

"Biasanya pemain asing yang tampil di sirnas ini baru mendaftar beberapa hari sebelum pertandingan dimulai demikian juga dengan pemain pelatnas pratama," katanya.

Sirkuit nasional bulu tangkis Jateng mendatang akan memainkan kelompok perorangan baik untuk tungal putra-putri, ganda putra-putri, serta ganda campuran. "Sirnas tahun ini kita konsentrasikan di GOR Jatidiri semua, sedangkan tahun sebelumnya sempat ada yang dimainkan di tempat yang lain," katanya.

Setelah Sirnas di Semarang ini kemudian digelar Sirnas DIY Open (28 Oktober hingga 2 November) kemudian Sirnas Jatim Open (11-16 November). Sebelum di Jateng juga dimainkan Sirnas Bali/NTT/NTB Open (7-12 Oktober 2013).

Pewarta : -
Editor : hernawan
Copyright © ANTARA 2024