Android "Paling Disukai" Malware
Kamis, 27 Juni 2013 11:29 WIB
Pencipta malware mobile dan pabrik smartphone tampaknya sedang berlomba dalam soal perangkat lunak namun data baru menunjukkan bahwa kreator malware mungkin lebih unggul.
Juniper Network dalam laporan Ancama terhadap Ponsel , seperti dilansir Cnet, Rabu, menyebutkan malware ponsel tumbuh sebesar 614 persen dari Maret 2012 sampai Maret 2013 - setara dengan 276.259 aplikasi berbahaya. Tahun lalu, kenaikan itu hanya 155 persen.
Laporan ini didasarkan pada analisis terhadap lebih dari 1,85 juta aplikasi mobile dan kerentanan di sistem operasi ponsel utama.
Juniper mengatakan jelas bahwa kriminal di dunia maya menjadi lebih mandiri, cerdas, dan penuh perhitungan., Mereka cenderung memilih yang paling populer yaitu Android daripada berusaha merusak semua sistem
Di seluruh dunia, Android mendominasi hampir 60 persen pangsa pasar smartphone, menurut analis Canalys, sedangkan Apple memiliki sekitar 19 persen dan Microsoft memiliki 18 persen.
Menurut Juniper, 92 persen dari semua malware ponsel yang terdeteksi ditargetkan khusus pada Android.
Mayoritas pengguna Android belum memperbarui perangkat mereka ke versi terbaru, ini juga alasan mengapa penjahat dunia maya lebih memilih sistem operasi itu. Pada bulan ini, hanya 4 persen pengguna Android yang menjalankan OS terbaru, menurut Juniper. Sebagai pengguna tetap pada versi lama, seperti Ice Cream Sandwich dan Gingerbread. Dengan demikian mereka tidak mendapatkan update keamanan baru dari Google.
Mayoritas serangan malware datang ke pengguna melalui Trojan SMS, yang menipu pengguna untuk mengirim pesan teks ke nomor yang dibuat oleh penjahat cyber.
Empat puluh delapan persen serangan berasal dari Trojan SMS, 29 persen dengan menginstal palsu, dan 19 persen berasal dari Trojan Spy malware.
Aplikasi yang paling ditiru penjahat cyber adalah Google Play, Skype, Adobe Flash, dan Angry Birds. Baru-baru ini, bahkan aplikasi berbahaya "Bad Pigs" ditemukan menyamar sebagai permainan populer Bad Piggies di Google Play.
Untuk menurunkan risiko infeksi malware ponsel, pengguna harus menghindari membeli aplikasi dari toko aplikasi pihak ketiga, memperbarui sistem operasi mobile versi terbaru, dan tidak memungkinkan aplikasi untuk mengakses informasi pribadi dan pribadi yang tersimpan pada perangkat.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polemik PLTP Gunung Ungaran, Pemprov Jateng siap jembatani aspirasi warga
03 September 2026 20:53 WIB
Pemanfaatan pati singkong untuk padamkan kebakaran, ini penjelasan peneliti dari SV Undip
28 August 2026 19:20 WIB
Pemprov Jateng dorong transformasi sektor perhubungan berbasis ekonomi hijau
24 August 2026 22:58 WIB
Kemkomdigi perkuat infrastruktur digital untuk digitalisasi perlindungan sosial
14 August 2026 18:51 WIB
Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, PLN tegaskan kesiapan dukung era kendaraan listrik
04 August 2026 20:19 WIB
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
Cara pantau CCTV analog via smartphone tanpa perlu beli perangkat baru
24 April 2025 16:29 WIB, 2025
Xiaomi Indonesia kenalkan strategi integrasikan manusia, mobil, dan rumah
31 May 2024 16:17 WIB, 2024