NU Jatim: "Sweeping" Adalah Hak Polisi
Sabtu, 21 Juli 2012 16:11 WIB
"Itu hak polisi, nggak bagus kalau umat Islam merebut yang bukan hak. Hak kita sebatas membantu, mengusulkan, atau mengontrol polisi," kata Rais Syuriah PWNU Jatim, KH Miftachul Akhyar, kepada ANTARA di Surabaya, Sabtu.
Pengasuh Pesantren Miftachussunnah, Kedungtarukan, Surabaya itu menilai razia yang dilakukan organisasi kemasyarakat selama Ramadhan, justru mengesankan umat Islam mencampuri urusan aparat penegak hukum.
Ketika ditanya kemungkinan organisasi kemasyarakatan yang melakukan sweeping saat Ramadhan itu dibubarkan agar tidak merusak citra Islam, ia mengatakan hal itu tidak perlu.
"Pembubaran itu bukan solusi, tapi cukup diingatkan agar kembali kepada porsi yang menjadi hak masyarakat dan hak polisi, sebab bila dicampur-campur akan menyudutkan citra Islam sendiri," katanya.
Menurut dia, Islam memang mengajarkan amar makruf nahi munkar (mengajak pada kebaikan dan mencegah kejahatan), tapi cara melakukan ajaran itu bukan dengan munkar (cara yang jahat) pula.
"Dimana-mana, orang yang lembut dan orang yang keras itu ada, tapi sebaiknya didekati dengan persuasi, bukan dengan pembubaran, sebab solusi terbaik ada sinergi antara pelaku sweeping dengan polisi," katanya.
Sementara itu, tentang perbedaan awal Ramadhan yang sering terjadi dan kemungkinan hal itu perlu disatukan, ia mengatakan perbedaan awal Ramadhan itu merupakan hal yang sudah terjadi sejak zaman Sahabat Nabi.
Ia menilai perbedaan yang disatukan itu memang baik untuk persatuan Islam, tetapi hal itu sama dengan melawan takdir dan menyimpulkan ajaran Islam tidak cerdas, sebab perbedaan itu sebuah keniscayaan dari duniawi.
"Bisa saja disamakan, tetapi pasti akan tetap ada yang tidak sama karena mungkin informasinya tidak sampai, atau informasi itu sampai tetapi memang ada perbedaan waktu antara dunia belahan barat dan timur," katanya.
Oleh karena itu, cara terbaik menyikapi perbedaan adalah saling menghormati dan tidak memaksakan kehendak.
"Perbedaan yang dipaksa sama itu justru memaksakan kehendak dari melawan takdir dari dunia," katanya.
Pewarta : -
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rakernas kokohkan peran strategis LKBN ANTARA dalam ekosistem informasi negara
06 June 2026 8:13 WIB
BP BUMN harap Rakernas Perum LKBN ANTARA hasilkan pemikiran besar untuk bangsa
06 June 2026 8:11 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Kak Seto Minta Dinsos Awasi Panti agar tidak Terjadi Tindak Kekerasan
31 January 2017 15:39 WIB, 2017
Ketinggian Air Bengawan Solo di Lamongan Siaga I , Daerah Hilir diminta Waspada
31 January 2017 11:31 WIB, 2017
Khofifah Bangga Lahir dari "Rahim" NU Dibesarkan dalam Tradisi Organisasi Islam
31 January 2017 11:22 WIB, 2017
Menlu: 24 Jenazah Korban Kapal sudah Ditemukan, Delapan Siap Dipulangkan
27 January 2017 18:48 WIB, 2017
Menlu Pastikan Endah Cakrawati menjadi Korban Pesawat Jatuh di Australia
27 January 2017 17:38 WIB, 2017