Purwokerto, Jateng (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas mempercepat distribusi bantuan pangan kepada penerima bantuan pangan (PBP) di wilayah Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu, menargetkan seluruh penyaluran dapat diselesaikan pada Juni 2026.
Menurut dia, realisasi penyaluran bantuan pangan alokasi bulan Februari dan Maret hingga saat ini hampir mencapai 60 persen dari total sasaran yang sebanyak 918.544 PBP
"Insya Allah selesai, tinggal sekitar 40 persen lebih sedikit yang belum tersalurkan. Kalau tidak ada kendala yang berat, target penyelesaian pada bulan Juni bisa tercapai," katanya.
Menurut dia, capaian distribusi bantuan pangan di masing-masing daerah relatif merata karena pelaksanaannya dilakukan secara proporsional sesuai jumlah penerima yang telah ditetapkan pemerintah.
Meskipun demikian, dari sisi volume penyaluran, Kabupaten Cilacap dan Banyumas menjadi wilayah dengan jumlah distribusi terbesar karena memiliki jumlah PBP lebih banyak dibandingkan kabupaten lainnya di wilayah kerja Bulog Banyumas.
Dalam hal ini, di Cilacap terdapat 290.272 PBP, Banyumas sebanyak 286.920 PBP, Purbalingga 182.013 PBP, dan Banjarnegara 159.339 PBP.
"Secara persentase hampir merata semua, sekitar 50-60 persen. Kalau secara kuantum memang paling banyak Cilacap dan Banyumas sesuai jumlah penerimanya," kata dia menegaskan.
Ia mengatakan Bulog terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pihak terkait guna memastikan bantuan pangan dapat diterima masyarakat tepat waktu dan sesuai sasaran.
Selain program bantuan pangan, kata dia, Bulog juga mendukung berbagai kebijakan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, serta stabilisasi komoditas pangan di tengah masyarakat.
Dia mengatakan seluruh program pemerintah di sektor pangan mendapat dukungan dari TNI dan Polri, baik dalam kegiatan penyerapan hasil pertanian, distribusi, maupun pengawasan di lapangan.
Menurut dia, sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran program pangan nasional sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia juga mengimbau petani dan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap dinamika kondisi global karena pemerintah telah menyiapkan berbagai program untuk menjaga ketahanan pangan dan melindungi kepentingan masyarakat.
"Kami terus mendukung program-program pemerintah agar berjalan dengan baik dan lancar demi kemaslahatan bersama," kata Prawoko.