Magelang (ANTARA) - Ribuan warga berasal dari sejumlah kota mengikuti kegiatan jalan kaki "Mlampah Sumarah" di sekitar Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Sabtu, diselenggarakan kedua kali oleh peguyuban "Kadang Kinasih" Kabupaten Magelang.
Ketua Panitia Mlampah Sumarah II Yohanes Bagyo Harsono dalam rilis di Magelang, Sabtu, menyebut peserta yang berjumlah 1.243 orang itu, selain warga setempat juga berasal dari beberapa kota, seperti Jakarta, Semarang, Kendal, Solo, dan beberapa tempat di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta.
"Antusias peserta 'Mlampah Sumarah' yang kedua ini, luar biasa," ucapnya.
Pada awalnya, pihaknya menargetkan 500-1.000 peserta, sedangkan kegiatan serupa yang pertama beberapa bulan lalu 150-an orang, dimulai dari Limas Menoreh Kabupaten Magelang hingga Sendangsono, Kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta.
Ia mengatakan jalan sehat itu juga ditandai dengan penebaran bibit ikan melem (Rasbora caudimaculata) di Sendang Manis, sekitar Desa Ngawen.
"Kami juga membagikan bibit tanaman ke warga sekitar Gereja Ngawen. Selain itu juga ada hiburan-hiburan, mulai dari band 'Kadang Kinasih', tarian dari TK Pangudi Luhir, keroncong dari SMP Pangudi Luhur dan tarian dari SMP Bentara Wacana," katanya.
Ketua Umum Kadang Kinasih Kabupaten Magelang Pancaraningtyas mengatakan peguyuban itu, beranggota para pegawai, ASN, TNI, dan Polri di daerah setempat.
Kegiatan "Mlampah Sumarah" kedua, katanya, dengan tema "Walk de Temple, Nyawiji Ati lan Ngabekti", artinya tidak sekadar jalan santai, tetapi ada refleksi dan wujud ungkapan syukur warga kepada Allah yang telah menyediakan rezeki, seperti padi, beras, air, dan udara yang setiap hari biasa dinikmati.
"Jadi 'Mlampah Sumarah' kedua ini mengajak kita untuk selalu bersyukur akan rezeki yang bisa kita nikmati setiap hari," katanya.
Seorang peserta berasal dari Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarat, Johan, mengapresiasi kegiatan itu, antara lain karena jumlah peserta yang banyak dan jalur yang unik, antara lain melewati lahan persawahan, air terjun, sungai, kampung, candi, dan sendang.
"Kami sangat senang. Magelang ternyata indah daerahnya. Banyak lokasi-lokasi yang bagus untuk kegiatan yang sama ke depannya," katanya.