Grobogan (ANTARA) - Kepolisian Resor Grobogan, Jawa Tengah, melakukan rekayasa arus lalu lintas guna menghindari kemacetan dan risiko kecelakaan, menyusul terputusnya akses jalan utama penghubung Purwodadi–Semarang setelah tanggul Sungai Tuntang jebol dan memutus akses jalan.

Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Grobogan Iptu Eko Ari Kisworo di Grobogan, Selasa, mengatakan jalan di wilayah Desa Tinanding, Kabupaten Grobogan tidak dapat dilalui kendaraan karena terendam dan mengalami kerusakan cukup parah.

"Genangan air dan arus deras membuat badan jalan tergerus hingga putus. Sebagai langkah penanganan, petugas menerapkan pengalihan arus untuk kendaraan dari arah Purwodadi menuju Semarang maupun sebaliknya," ujarnya.

Ari mengatakan untuk arus Purwodadi–Semarang, kendaraan sumbu tiga ke atas dialihkan melalui Demak menuju Semarang. Sementara kendaraan kecil diarahkan melalui jalur Penawangan–Godong–Karangrayung–Jeketro–Kemiri.

Sedangkan arus Semarang–Purwodadi, kendaraan sumbu tiga ke atas diwajibkan putar balik melalui jalur Pantura Demak. Adapun kendaraan kecil dapat melintas melalui rute Kemiri–Jeketro–Karangrayung–Godong–Penawangan.

"Rekayasa lalu lintas ini diberlakukan hingga kondisi tanggul dan jalan yang terdampak banjir dinyatakan aman dan dapat dilalui kembali. Petugas juga disiagakan di sejumlah titik untuk mengatur arus kendaraan dan memberikan informasi kepada pengguna jalan," imbuhnya.

Selain berdampak pada akses transportasi, kata dia, banjir juga merendam permukiman warga di sejumlah desa di sekitar lokasi tanggul jebol.

Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari terakhir.

"Pemerintah daerah bersama instansi terkait saat ini fokus pada penanganan darurat, termasuk upaya penutupan tanggul jebol serta pendataan kerusakan infrastruktur dan dampak terhadap masyarakat," ujarnya.