Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan bahwa perayaan Imlek yang digelar di berbagai daerah turut mendongkrak pariwisata di wilayah tersebut, termasuk "Imlek Vaganza Harmoni Nusantara" di Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang.

"Kita harus nguri-uri (melestarikan) budaya terkait Imlek itu sendiri. Di mana masyarakat Tionghoa hari ini melakukan persiapan dan puncaknya besok (Minggu, 15 Februari)," katanya, di Semarang, Sabtu.

Hal tersebut disampaikan saat mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau perayaan Imlek di Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang.

"Imlek Vaganza Harmoni Nusantara" yang digelar di Kelenteng Sam Poo Kong, merupakan rangkaian dari perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau 2026 Masehi di Kota Semarang.

Gibran dan Luthfi, didampingi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti tiba disambut oleh Ketua Yayasan Sam Poo Kong Mulyadi Setia Kusuma, dilanjutkan menonton pertunjukan Tonggak Barongsai.

Setelah itu, rombongan berkeliling untuk melihat areal Kelenteng Sam Poo Kong, termasuk tempat ibadah, serta menyapa masyarakat yang berkunjung di lokasi.

Ia  menegaskan Pemerintah Provinsi Jateng sangat mendukung sekali kegiatan tersebut sebagai peringatan hari besar, sekaligus untuk mendongkrak pariwisata daerah.

Pada 2025, jumlah wisatawan yang berkunjung di Sam Poo Kong cukup besar, yakni tercatat sebanyak 86.766 wisatawan nusantara dan 11.465 wisatawan mancanegara 

Jumlah tersebut sangat berkontribusi terhadap catatan kunjungan wisatawan di Jateng tahun 2025 sebesar 74,44 juta wisatawan, naik sekitar 7,15 persen dari 2024.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan kedatangan Wapres ke Sam Poo Kong akan menjadi pemacu untuk peningkatan kunjungan.

"Luar biasa, pasti sebentar lagi akan ramai kelenteng ini sehingga memberikan dampak positif bagi pariwisata di Kota Semarang," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sam Poo Kong Mulyadi Setia Kusuma mengatakan kedatangan Wapres ke kelenteng itu adalah untuk mengecek kesiapan puncak "Imlek Vaganza Harmoni Nusantara 2026".

Puncak acara berlangsung pada Minggu (15/2)  malam, yang diwarnai dengan kegiatan doa bersama lintas agama dan pertukaran budaya.

"Kami merayakan Imlek nasional, berkoordinasi dengan pemerintah pusat dengan tagline harmoni Nusantara lalu kami kemas menjadi Imlek Vaganza Harmoni Nusantara," katanya.

Puncak perayaan Imlek di Kota Semarang tersebut dimajukan tanggalnya untuk menghormati umat Muslim yang juga akan mengawali bulan Ramadhan.