Semarang (ANTARA) - Transcosmos Indonesia (TCID) sebagai perusahaan yang bergerak di bidang layanan bisnis digital dan customer experience memperluas layanan dengan membuka CX Square atau kantor cabang kedua di Kota Semarang.
"Pembukaan CX Square kedua kami di Semarang adalah bukti nyata dari komitmen kami untuk terus tumbuh bersama di Indonesia," kata Vice President Director Transcosmos Indonesia Ardi Sudarto, di Semarang, Kamis.
Berlokasi di kawasan strategis Semarang Town Square (Setos), CX Square kedua di Semarang berkapasitas 600 seats itu merupakan CX Square keempat yang melengkapi operasional TCID di Jakarta, Semarang, dan Yogyakarta.
Sebelumnya, TCID telah memiliki satu CX Square di Semarang berkapasitas 1.500 seats yang berlokasi di kawasan UTC, Gajahmungkur, Semarang.
Kota pelabuhan itu dinilai sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru di Pulau Jawa, dengan infrastruktur memadai, akses SDM yang kuat, dan iklim bisnis yang kompetitif sehingga kehadiran CX Square Setos menjadikan Semarang sebagai salah satu pilar penting dalam strategi ekspansi regional.
Langkah tersebut menjadi ekspansi geografis yang mencerminkan komitmen berkelanjutan TCID untuk menghadirkan kombinasi terbaik antara teknologi mutakhir dan sumber daya manusia unggul dalam memberikan layanan customer experience (CX) kelas dunia.
Pembukaan CX Square Setos Semarang juga menandai perayaan 12 tahun berdirinya transcosmos Indonesia, sebuah kolaborasi antara transcosmos inc. Jepang dan PT Cyberindo Aditama (CBN), yang sejak tahun 2013 telah membangun reputasi sebagai penyedia layanan digital, contact center, dan business process outsourcing (BPO) yang terpercaya.
"Di usia ke-12 transcosmos Indonesia, kami tidak hanya memperluas kapasitas operasional, tetapi juga memperkuat fondasi kami, yakni kolaborasi antara manusia dan teknologi," katanya.
Dengan menghadirkan layanan Robotic Process Automation (RPA), pihaknya ingin membantu lebih banyak perusahaan mentransformasi proses bisnis mereka agar lebih efisien, akurat, dan berdaya saing tinggi.
Dalam praktiknya, RPA mampu mempercepat proses secara signifikan dan meningkatkan akurasi tanpa menambah beban operasional, salah satunya proses pengajuan kredit yang biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit dapat dipangkas menjadi hanya 5-6 menit menggunakan robot otomatis.
Begitu pula dalam proses payroll yang dulunya memakan waktu satu minggu penuh kini dapat diselesaikan dalam waktu satu hari kerja.
Lebih dari sekadar efisiensi waktu, RPA juga menghadirkan kepatuhan data, keamanan sistem, dan penghematan biaya dalam jangka panjang.
Namun, kehadiran teknologi bukan berarti menggeser peran manusia. Sebaliknya, RPA justru dirancang untuk menghilangkan beban kerja yang repetitif, sehingga manusia dapat fokus pada pekerjaan yang lebih strategis dan bermakna.
"Semarang adalah bagian penting dari masa depan TCID, dan kami percaya bahwa talenta lokal akan menjadi kekuatan utama dalam perjalanan ini," katanya.