Yogyakarta (ANTARA) - Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi saksi semangat pengabdian para mahasiswa dari seluruh penjuru negeri. Bertempat di area outdoor PAU dan Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, sebanyak 34 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) melepas ratusan mahasiswa untuk melaksanakan KKN Nusantara.

Bukan sekadar program pengabdian, hal ini adalah panggilan untuk terjun langsung, menyatu dengan masyarakat, dan membawa perubahan nyata.

Acara ini diawali dengan pertunjukan seni dan gema semangat dari para mahasiswa. Dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga, Dr. Abdur Rozaki, S.Ag., M.Si. Dalam sambutannya ia menekankan bahwa mahasiswa hari ini harus membawa semangat revolusi bukan dalam bentuk perlawanan, tapi semangat untuk berkarya dan memajukan negeri.

"KKN adalah medan perjuangan. Ketika kalian turun ke masyarakat, jangan hanya jadi pengamat. Jadilah pelita yang menerangi sekitar. Tunjukkan bahwa mahasiswa punya peran besar dalam membangun Indonesia dari desa," kata Abdur Rozaki.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DIY Lilik Andri Aryanto menyampaikan penghargaan atas semangat kolaborasi nasional yang terbangun melalui KKN ini. Menurut dia, Yogyakarta bukan hanya istimewa karena sejarahnya, tetapi karena kekayaan budaya dan nilai-nilainya.

"Di sinilah mahasiswa belajar hidup. Jogja adalah ruang literasi agama dan budaya. Tanah ini mengajarkan kita nilai ‘memayu hayuning bawana’—menjaga harmoni dunia dengan semangat gotong royong, rendah hati, dan saling menghargai," ujar Lilik.

Dengan semangat Sawiji, Greget, Ora Munggah, mahasiswa didorong untuk total dalam pengabdian, penuh semangat, namun tetap rendah hati dan menghargai perbedaan. KKN bukan sekadar tugas kuliah, tapi perjalanan hidup yang penuh makna.

Perwakilan Kementerian Agama RI turut hadir memberi semangat. Dalam sambutannya, ia menyebut bahwa mahasiswa yang terlibat dalam KKN Nusantara adalah agen perubahan yang akan membawa nilai-nilai kebaikan ke tengah masyarakat.

Pelepasan mahasiswa ditandai dengan prosesi simbolik yang sangat bermakna pelepasan balon dan cap tangan di atas ornamen pohon. Hal ini bukan sekadar simbol, tetapi wujud komitmen bersama untuk merawat negeri dan memuliakan ekoteolog membangun harmoni antara manusia, budaya, dan alam.

Lima mahasiswa mengikuti KKN Nusantara dari UIN Walisongo Semarang menjadi bagian dari misi besar ini. Mereka akan bergabung dengan ratusan mahasiswa lain untuk membaur di berbagai titik di Daerah Istimewa Yogyakarta:

1. Ahmad Nizar Zuhdi Al Hakimi – PBI / FITK
2. Muhammad Dimas Ardini – PAI / FITK
3. Irin Prihartanti– Sosiologi / FISIP
4. Maghfirohtul Rika – MPI / FITK
5. Dilla Rosyada – Manajemen Dakwah / FDK

Dengan bekal ilmu, semangat kebangsaan, dan jiwa sosial, mereka siap menyatu dengan masyarakat, belajar dari kearifan lokal, serta membawa energi baru bagi perubahan.


Pewarta : Rilis
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026