Kudus (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan bahwa regrouping atau menggabungkan beberapa sekolah dasar (SD) yang selama ini kekurangan murid dengan sekolah lain terdekat merupakan jalan keluar yang sangat rasional.
"Karena memang beberapa sekolah itu muridnya sangat terbatas sehingga dari sisi pembiayaan itu sangat tidak efisien," ujarnya menanggapi penggabungan SD yang direncanakan sejumlah kabupaten ketika mengunjungi SD 3 Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis.
Sehingga, kata dia, penggabungan sekolah itu merupakan jalan keluar yang memungkinkan pembelajaran dapat dilangsungkan dengan sebaik-baiknya.
Akan tetapi, ujar dia, harus mempertimbangkan lokasinya, agar tidak terlalu jauh dari tempat belajar anak-anak terutama untuk sekolah dasar.
"Kita memang mendorong mereka belajar di desanya masing-masing supaya mereka memiliki kekuatan yang berkaitan dengan penanaman nilai-nilai masyarakat setempat. Sering menyebut juga mereka memiliki kohesi sosial yang tinggi," ujarnya.
"Jangan sampai karena mereka sekolah jauh, dia punya teman sekelas tetapi tidak punya teman sekampung," kata Abdul Mu'ti.
Menurut dia, memiliki teman sekampung itu penting untuk pertumbuhan dan pengembangan kepribadian anak-anak dan mereka tetap memiliki kedekatan dengan lingkungan alam dan lingkungan sosial di mana mereka berada.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus Harjuna Widada mengungkapkan di Kabupaten Kudus memang ada sekolah yang jumlah muridnya sedikit atau jumlah siswa dari kelas satu hingga kelas enam kurang dari 60 siswa.
"Kami perkirakan jumlahnya berkisar 20-25 sekolah," ujarnya.
Hanya saja, kata dia, untuk memutuskan penggabungan sekolah memang perlu mempertimbangkan banyak hal, termasuk seperti keterangan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah jangan sampai penggabungan justru mengurangi kohesi sosial para siswa.
"Tentunya harus mempertimbangkan jarak dan memprioritaskan penduduk desa setempat," ujarnya.
Adapun jumlah SD yang berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kudus sebanyak 427 sekolah.
Baca juga: Mendikdasmen: Sekolah rusak dibantu anggaran perbaikan oleh pusat
Mendikdasmen: "Regrouping" SD jalan keluar atasi kekurangan murid
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus Harjuna Widada saat berbicara dengan puluhan siswa SD 1 Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (20/3/2025). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa asing UMS gaungkan dakwah internasional di SD Muhammadiyah PK Baturan Colomadu
12 March 2026 19:32 WIB
Mahasiswa KKN-Dik UMS gelar pelatihan Canva dan strategi konten TikTok kekinian di SD Muhammadiyah Jatiyoso
19 February 2026 16:08 WIB
Mahasiswa KKN-DIK UMS 2026 manfaatkan Smart Box untuk edukasi anti-bullying di SD MPK Pracimantoro
14 February 2026 17:41 WIB
UMS lahirkan Doktor Pendidikan, kembangkan inovasi media B'Math atasi rendahnya kemampuan berhitung siswa SD
12 February 2026 14:31 WIB
UMS lahirkan Doktor baru, gagas media IPAS Hybrid Profetik untuk asah daya kritis anak SD
10 February 2026 17:52 WIB
Disdikpora Kudus minta siswa SD-SMP ikuti tes kompetensi akademik Kemendikdasmen
04 February 2026 19:39 WIB
Humas UMS dampingi SD Muhammadiyah Palur kelola konten digital perkuat branding sekolah
25 January 2026 18:29 WIB
UMS kembangkan Lab School dan lakukan benchmarking ke SD Muhammadiyah 1 Candi Umsida
23 January 2026 20:14 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Lawan KBGO di era digital, Milad IMM Adam Malik dan IMM Averroes UMS gelar seminar edukasi
16 March 2026 15:01 WIB
Cegah cedera olahraga, Penjas UMS gelar International Guest Lecture bahas biomekanika
15 March 2026 20:38 WIB
Dekan SV Undip tekankan integritas dan profesionalisme pada first gathering BEM
13 March 2026 13:18 WIB