Menag: Guru adalah obor penyinar kegelapan
Jumat, 22 November 2024 11:53 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umarpada Senam Sehat memeringati Hari Guru Nasional di Jakarta. Jumat (22/11/2024). ANTARA/HO-Kemenag
Semarang (ANTARA) - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan guru adalah pahlawan sejati. Hal tersebut disampaikannya saat Senam Sehat memeringati Hari Guru Nasional di Jakarta. Hari Guru Nasional (HGN) diperingati pada 25 November setiap tahunnya.
"Guru adalah pahlawan tanpa nama. Guru populer di langit sekalipun tidak populer di bumi," kata Menteri Agama, menggambarkan keagungan tugas seorang guru, Jumat (22/11/2024).
Menag Nasaruddin menyampaikan setiap orang pada dasarnya adalah guru.
"Kita semuanya adalah guru. Karena kita adalah obor yang diharapkan menerangi kegelapan. Guru tidak hanya mengajar di ruang kelas tetapi juga membimbing keluarga, bahkan diri sendiri, menuju kehidupan yang lebih baik," lanjutnya.
Menag Nasaruddin juga menjelaskan filosofi kata "guru" yang berasal dari bahasa Sanskerta.
"Gu artinya kegelapan, Ru artinya obor. Jadi guru ialah obor yang mengusir kegelapan," kata Menag Nsaruddin.
Filosofi ini, menurutnya, menjadi inti dari keberadaan guru yang bertugas menghilangkan ketidaktahuan dan memberikan cahaya pengetahuan.
Menag Nasaruddin juga menyentuh aspek moralitas guru, yaitu kebijaksanaan dalam menghadapi kekurangan murid.
"Seorang guru yang bijak, tidak pernah menyalahkan anak didiknya. Orang yang suka menyalahkan anak didiknya bukan guru yang baik," pungkas Menag.
Acara senam sehat ini juga dimeriahkan dengan undian berhadiah dan pertunjukan musik band dari siswa-siswi madrasah. Turut hadir, jajaran eselon I dan II Kemenag, para guru, dan pegawai di lingkungan Kemenag.
"Guru adalah pahlawan tanpa nama. Guru populer di langit sekalipun tidak populer di bumi," kata Menteri Agama, menggambarkan keagungan tugas seorang guru, Jumat (22/11/2024).
Menag Nasaruddin menyampaikan setiap orang pada dasarnya adalah guru.
"Kita semuanya adalah guru. Karena kita adalah obor yang diharapkan menerangi kegelapan. Guru tidak hanya mengajar di ruang kelas tetapi juga membimbing keluarga, bahkan diri sendiri, menuju kehidupan yang lebih baik," lanjutnya.
Menag Nasaruddin juga menjelaskan filosofi kata "guru" yang berasal dari bahasa Sanskerta.
"Gu artinya kegelapan, Ru artinya obor. Jadi guru ialah obor yang mengusir kegelapan," kata Menag Nsaruddin.
Filosofi ini, menurutnya, menjadi inti dari keberadaan guru yang bertugas menghilangkan ketidaktahuan dan memberikan cahaya pengetahuan.
Menag Nasaruddin juga menyentuh aspek moralitas guru, yaitu kebijaksanaan dalam menghadapi kekurangan murid.
"Seorang guru yang bijak, tidak pernah menyalahkan anak didiknya. Orang yang suka menyalahkan anak didiknya bukan guru yang baik," pungkas Menag.
Acara senam sehat ini juga dimeriahkan dengan undian berhadiah dan pertunjukan musik band dari siswa-siswi madrasah. Turut hadir, jajaran eselon I dan II Kemenag, para guru, dan pegawai di lingkungan Kemenag.
Pewarta : Nur Istibsaroh
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anggota Komisi VII DPR RI sampaikan pentingnya pilar kebangsaan untuk bela negara
25 December 2025 8:45 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI sebut dialog pilar kebangsaan harus rutin diselenggarakan
24 December 2025 18:22 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
UMS dorong inovasi pembelajaran matematika berbasis TIK untuk guru SMK Muhammadiyah Klaten
21 January 2026 13:57 WIB
Milad ke-16 HW UMS: Dari refleksi perjuangan menuju kader pemimpin yang berdampak
19 January 2026 14:12 WIB