Prof. Mahfud Md. beri kuliah umum mahasiswa baru Universitas Semarang
Minggu, 8 September 2024 8:22 WIB
Ketua Dewan Penyantun Universitas Semarang (USM), Prof Dr H M Mahfud Md., memberikan kuliah umum dalam acara Pengenalan Akademik dan Kegiatan Mahasiswa (Pakem) yang diselenggarakan di Gelora Prof. Sudarto pada Sabtu (7/9/2024). Dok. USM
Semarang (ANTARA) - Ketua Dewan Penyantun Universitas Semarang (USM), Prof Dr H M Mahfud Md., memberikan kuliah umum dalam acara Pengenalan Akademik dan Kegiatan Mahasiswa (Pakem) yang diselenggarakan di Gelora Prof. Sudarto pada Sabtu (7/9/2024).
Dalam kuliah umumnya, Mahfud mengajak mahasiswa baru untuk bersyukur karena menjadi lulusan SMA yang dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
"Kalian harus benar-benar bersyukur karena masuk ke perguruan tinggi bukanlah hal yang mudah untuk diraih oleh setiap warga negara," ujarnya.
"Para mahasiswa baru Universitas Semarang hendaknya menjadikan kesempatan kuliah ini sebagai batu loncatan untuk meraih masa depan yang lebih baik," tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sekitar 4.000 perguruan tinggi, mulai dari yang negeri hingga swasta, dengan berbagai tingkatan kualitas. Menurut Prof. Mahfud, USM merupakan salah satu kampus pilihan dengan beberapa program studi yang sudah berstatus unggul.
Prof. Mahfud berharap akreditasi di USM secara keseluruhan dapat segera mencapai status unggul.
"Masuk ke perguruan tinggi seperti USM ini bukanlah hal mudah karena melalui seleksi yang ketat. Saudara diharapkan menjadi alumnus yang berkualitas dan berperan penting di tengah masyarakat," ujarnya.
Prof Mahfud, yang merupakan lulusan universitas swasta, menekankan bahwa yang terpenting dalam dunia kerja adalah kompetensi, bukan latar belakang universitas.
"Saya juga lulusan universitas swasta. Di masa depan, yang diadu adalah kompetensi dan kualitas diri," tambahnya.
Kemudian, Prof. Mahfud menekankan pentingnya memperkuat ikatan kebangsaan, nasionalisme, serta rasa cinta dan memiliki bangsa. Menurutnya, bangsa Indonesia dibangun dengan susah payah oleh para pendahulu, dan mahasiswa harus memiliki tekad untuk membela dan memajukan bangsa.
Ia mengajak mahasiswa untuk bersatu dan bekerja keras, serta berperan dalam menjaga dan memajukan bangsa Indonesia, tempat mereka dilahirkan dan dibesarkan.
Dalam kesempatan yang sama, Emil Dardak, Presiden EAROPH International dan alumni S-1 Perencanaan Wilayah dan Kota USM, turut memberikan motivasi.
"Ilmu itu fleksibel. Jangan hanya fokus pada nilai IPK, meski penting, yang lebih penting adalah bagaimana kalian memaksimalkan pengalaman selama di kampus. Ijazah memang tidak menjamin kesuksesan, tapi tanpa ijazah, jalan menuju sukses akan lebih sulit. USM adalah tempat yang tepat untuk mengembangkan diri dan mempersiapkan masa depan kalian," ujar Emil. ***
Dalam kuliah umumnya, Mahfud mengajak mahasiswa baru untuk bersyukur karena menjadi lulusan SMA yang dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
"Kalian harus benar-benar bersyukur karena masuk ke perguruan tinggi bukanlah hal yang mudah untuk diraih oleh setiap warga negara," ujarnya.
"Para mahasiswa baru Universitas Semarang hendaknya menjadikan kesempatan kuliah ini sebagai batu loncatan untuk meraih masa depan yang lebih baik," tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sekitar 4.000 perguruan tinggi, mulai dari yang negeri hingga swasta, dengan berbagai tingkatan kualitas. Menurut Prof. Mahfud, USM merupakan salah satu kampus pilihan dengan beberapa program studi yang sudah berstatus unggul.
Prof. Mahfud berharap akreditasi di USM secara keseluruhan dapat segera mencapai status unggul.
"Masuk ke perguruan tinggi seperti USM ini bukanlah hal mudah karena melalui seleksi yang ketat. Saudara diharapkan menjadi alumnus yang berkualitas dan berperan penting di tengah masyarakat," ujarnya.
Prof Mahfud, yang merupakan lulusan universitas swasta, menekankan bahwa yang terpenting dalam dunia kerja adalah kompetensi, bukan latar belakang universitas.
"Saya juga lulusan universitas swasta. Di masa depan, yang diadu adalah kompetensi dan kualitas diri," tambahnya.
Kemudian, Prof. Mahfud menekankan pentingnya memperkuat ikatan kebangsaan, nasionalisme, serta rasa cinta dan memiliki bangsa. Menurutnya, bangsa Indonesia dibangun dengan susah payah oleh para pendahulu, dan mahasiswa harus memiliki tekad untuk membela dan memajukan bangsa.
Ia mengajak mahasiswa untuk bersatu dan bekerja keras, serta berperan dalam menjaga dan memajukan bangsa Indonesia, tempat mereka dilahirkan dan dibesarkan.
Dalam kesempatan yang sama, Emil Dardak, Presiden EAROPH International dan alumni S-1 Perencanaan Wilayah dan Kota USM, turut memberikan motivasi.
"Ilmu itu fleksibel. Jangan hanya fokus pada nilai IPK, meski penting, yang lebih penting adalah bagaimana kalian memaksimalkan pengalaman selama di kampus. Ijazah memang tidak menjamin kesuksesan, tapi tanpa ijazah, jalan menuju sukses akan lebih sulit. USM adalah tempat yang tepat untuk mengembangkan diri dan mempersiapkan masa depan kalian," ujar Emil. ***
Pewarta : Nur Istibsaroh/ksm
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK usut jumlah tanah negara yang dijual lagi ke negara terkait proyek Whoosh
18 November 2025 11:20 WIB
Mahfud tak persoalkan kebijakan efisiensi anggaran tapi perlu diatur
15 February 2025 19:20 WIB, 2025
Hadi Tjahjanto ingin jaga situasi kondusif hingga bertemu Mahfud MD
21 February 2024 13:41 WIB, 2024
Seorang seniman berkostum Semar meninggal usai sambut Ganjar-Mahfud
10 February 2024 14:21 WIB, 2024
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Dosen FHIP UMS kupas politik hukum lingkungan saat kuliah umum di UM.KOE Kupang
11 April 2026 17:02 WIB
Pemkab Batang berupaya mewujudkan TKA jujur dan menyenangkan bagi siswa SD/SMP
10 April 2026 16:50 WIB
Rektor UMS tekankan transformasi strategis menuju Perguruan Tinggi berdaya saing global
10 April 2026 8:50 WIB