Mahasiswa KKN UNS perkenalkan hidroponik dengan media hidrogel
Senin, 26 Agustus 2024 13:47 WIB
Mahasiswa KKN 52 Bersama siswa SD 02 Karang Sedang melakukan menanam tanaman hias dengan media hidrogel bertempat di Watu Gambir Park 26 Juli 2024. ANTARA/ist
Semarang (ANTARA) - Mahasiswa Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Angkatan 2021 yang tergabung dalam Kelompok KKN UNS 52 Desa Karang, Karangpandan, Karanganyar telah melaksanakan program pengenalan hidroponik dengan menggunakan media hidrogel di Taman Watu Gambir Karang pada Jumat, 26 Juli 2024.
Program ini melibatkan siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 SD 02 Karang, bertujuan untuk mengenalkan teknik bercocok tanam modern yang ramah lingkungan.
Kegiatan difokuskan pada pengenalan metode hidroponik dengan menggunakan hidrogel sebagai media tanam. Hidrogel dipilih karena kemampuannya menyerap dan menyimpan air dalam jumlah besar, menjadikannya alternatif yang efisien dan mudah dirawat untuk penanaman tanaman hias.
Para mahasiswa KKN memberikan pemaparan materi dan langsung mendampingi siswa dalam praktik penanaman tanaman hias menggunakan hidrogel. Setiap siswa diberi wadah, tanaman hias, dan hidrogel untuk dibuat menjadi kebun hidroponik mini.
Langgeng Pangestu, Koordinator kegiatan menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan edukasi sejak dini mengenai teknologi bercocok tanam yang ramah lingkungan dan untuk memotivasi siswa agar mempraktekkannya di rumah.
"Kami berharap siswa SD 02 Karang dapat memahami manfaat hidroponik dan hidrogel, serta tumbuh rasa cinta mereka terhadap lingkungan," katanya.
Kegiatan ini mendapatkan pujian tinggi dari pihak sekolah. Siti Lestari Dwi Wahyuningsih, selaku Kepala SD 02 Karang yang menyatakan program ini tidak hanya bermanfaat secara edukatif, tetapi juga sebagai alat pembelajaran praktis bagi siswa.
Ia berpendapat pengenalan metode pertanian modern seperti hidroponik dengan media hidrogel adalah kemajuan dalam pendidikan lingkungan yang sesuai dengan tuntutan zaman dan mengajarkan siswa pentingnya merawat lingkungan sejak usia dini, nilai yang sangat penting untuk generasi muda.
Pelaksanaan program pada 26 Juli 2024 itu diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang, terutama dalam meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa SD 02 Karang. Dengan diperkenalkannya metode hidroponik yang ramah lingkungan dan penggunaan hidrogel sebagai media tanam, siswa diharapkan dapat memahami pentingnya menjaga kelestarian alam sejak dini.
Program tersebut tidak hanya bertujuan untuk menambah wawasan siswa mengenai teknik bercocok tanam modern, tetapi juga untuk menumbuhkan kebiasaan baik dalam memelihara lingkungan sekitar.
Keberhasilan program di SD 02 Karang juga diharapkan dapat menjadi model atau inspirasi bagi sekolah-sekolah lain, baik di dalam maupun di luar Desa Karang. Dengan mengadopsi program serupa, sekolah-sekolah lain dapat turut serta dalam upaya edukasi lingkungan yang praktis dan aplikatif, memperluas dampak positif dari program KKN ini.
Kolaborasi antara universitas, sekolah, dan masyarakat dalam kegiatan semacam ini memiliki potensi untuk menciptakan generasi muda yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan yang pada akhirnya akan membawa perubahan positif bagi masa depan lingkungan di tingkat lokal dan nasional.
Baca juga: Rektor UNS sebut banyak PR untuk majukan kampus
Program ini melibatkan siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 SD 02 Karang, bertujuan untuk mengenalkan teknik bercocok tanam modern yang ramah lingkungan.
Kegiatan difokuskan pada pengenalan metode hidroponik dengan menggunakan hidrogel sebagai media tanam. Hidrogel dipilih karena kemampuannya menyerap dan menyimpan air dalam jumlah besar, menjadikannya alternatif yang efisien dan mudah dirawat untuk penanaman tanaman hias.
Para mahasiswa KKN memberikan pemaparan materi dan langsung mendampingi siswa dalam praktik penanaman tanaman hias menggunakan hidrogel. Setiap siswa diberi wadah, tanaman hias, dan hidrogel untuk dibuat menjadi kebun hidroponik mini.
Langgeng Pangestu, Koordinator kegiatan menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan edukasi sejak dini mengenai teknologi bercocok tanam yang ramah lingkungan dan untuk memotivasi siswa agar mempraktekkannya di rumah.
"Kami berharap siswa SD 02 Karang dapat memahami manfaat hidroponik dan hidrogel, serta tumbuh rasa cinta mereka terhadap lingkungan," katanya.
Kegiatan ini mendapatkan pujian tinggi dari pihak sekolah. Siti Lestari Dwi Wahyuningsih, selaku Kepala SD 02 Karang yang menyatakan program ini tidak hanya bermanfaat secara edukatif, tetapi juga sebagai alat pembelajaran praktis bagi siswa.
Ia berpendapat pengenalan metode pertanian modern seperti hidroponik dengan media hidrogel adalah kemajuan dalam pendidikan lingkungan yang sesuai dengan tuntutan zaman dan mengajarkan siswa pentingnya merawat lingkungan sejak usia dini, nilai yang sangat penting untuk generasi muda.
Pelaksanaan program pada 26 Juli 2024 itu diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang, terutama dalam meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa SD 02 Karang. Dengan diperkenalkannya metode hidroponik yang ramah lingkungan dan penggunaan hidrogel sebagai media tanam, siswa diharapkan dapat memahami pentingnya menjaga kelestarian alam sejak dini.
Program tersebut tidak hanya bertujuan untuk menambah wawasan siswa mengenai teknik bercocok tanam modern, tetapi juga untuk menumbuhkan kebiasaan baik dalam memelihara lingkungan sekitar.
Keberhasilan program di SD 02 Karang juga diharapkan dapat menjadi model atau inspirasi bagi sekolah-sekolah lain, baik di dalam maupun di luar Desa Karang. Dengan mengadopsi program serupa, sekolah-sekolah lain dapat turut serta dalam upaya edukasi lingkungan yang praktis dan aplikatif, memperluas dampak positif dari program KKN ini.
Kolaborasi antara universitas, sekolah, dan masyarakat dalam kegiatan semacam ini memiliki potensi untuk menciptakan generasi muda yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan yang pada akhirnya akan membawa perubahan positif bagi masa depan lingkungan di tingkat lokal dan nasional.
Baca juga: Rektor UNS sebut banyak PR untuk majukan kampus
Pewarta : Nur Istibsaroh
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KKN MMK Posko 3 UIN Walisongo gelar aksi ekologi, tanam ratusan bibit di Curug Sedandang Gunung Setlerep
17 February 2026 6:10 WIB
Mahasiswa FKIP UMS gelar sosialisasi public speaking "Suaramu Berharga" untuk tumbuhkan kepercayaan diri anak panti
14 February 2026 18:37 WIB
Mahasiswa KKN-DIK UMS 2026 manfaatkan Smart Box untuk edukasi anti-bullying di SD MPK Pracimantoro
14 February 2026 17:41 WIB
KKN MMK Posko 4 UIN Walisongo terapkan praktek pembuatan biopori di MI Ma'arif Serangsari
13 February 2026 8:48 WIB
Sosialisasi parenting mahasiswa KKN-Dik FKIP UMS dorong sinergi orang tua dan sekolah dalam mendidik anak
12 February 2026 18:07 WIB
Mahasiswa KKN-Dik FKIP UMS gelar program edukatif dan kreatif di TPA Al-Hawwa
12 February 2026 18:03 WIB
Mahasiswa KKN-Dik UMS hadirkan Lapak Baca tumbuhkan semangat literasi generasi muda
11 February 2026 15:42 WIB
KKN-Dik UMS gelar program antiperundungan GEBRAK untuk ciptakan lingkungan sekolah aman
09 February 2026 13:42 WIB
Perkenalkan tapak suci, mahasiswa KKN Dik UMS tanamkan ideologi Muhammadiyah di tanah Arab
09 February 2026 13:36 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
KKN MMK Posko 3 UIN Walisongo gelar aksi ekologi, tanam ratusan bibit di Curug Sedandang Gunung Setlerep
17 February 2026 6:10 WIB
Prof A. Umar tekankan kepemimpinan visioner untuk selamatkan madrasah dari ketertinggalan
16 February 2026 5:43 WIB
Tak cukup niat baik, Prof Fahrurrozi serukan tata kelola profesional di lembaga islam
15 February 2026 17:44 WIB
Prof Fihris: Pendidikan islam harus jadi ruang aman bagi dialog, bukan arena eksklusivisme
15 February 2026 17:31 WIB
Prof. Ali Murtadho tawarkan rekonstuksi paradigma ekonomi islam integratif-humanistik
15 February 2026 11:46 WIB