Gibran ungkap tujuannya ke Inggris
Rabu, 6 Maret 2024 16:48 WIB
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka berkunjung ke Inggris, Rabu (6/3/2024). ANTARA/HO-Dokumentasi Tim Gibran Rakabuming Raka
Solo (ANTARA) - Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengungkap kunjungan kerjanya ke Inggris, salah satunya ke perusahaan teknologi milik Dr Fauzan Adziman bernama Alloyed Ltd.
Melalui keterangan tertulisnya yang diterima ANTARA di Solo, Jawa Tengah, Rabu, Gibran mengatakan kunjungan tersebut terkait erat dengan upaya pengembangan ekonomi berbasis inovasi.
Di sektor tersebut, dikatakannya, salah satu prioritas Kota Surakarta yang diimplementasikan melalui Solo Technopark adalah kawasan inovasi yang berdaya saing internasional.
"Indonesia perlu membangun ekosistem komersialisasi riset dan ekonomi berbasis inovasi digital," katanya.
Ia mengatakan hal itu perlu dimulai dari daerah dengan sinergi berbagai pihak, seperti industri, universitas, modal ventura, bisnis dan pemerintah pusat.
"Dalam hal ini, Solo Technopark telah merintis ke arah sana," katanya.
Secara umum, dikatakannya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menggarap sumber daya alam, termasuk mineral tanah jarang.
"Melalui kunjungan ini, saya melihat peluang besar bagi Indonesia untuk mengoptimalkan hilirisasi mineral kritis hingga menghasilkan produk bernilai tinggi. Ke depannya, hilirisasi di Indonesia harus bisa sampai ke ujung, end to end," katanya.
Menurut dia, apa yang dilakukan oleh perusahaan tersebut sangat memungkinkan untuk dikembangkan di Indonesia.
"Dengan demikian diharapkan bisa menjadi bagian dari global supply chain material baru dan produk bernilai tinggi. Ini juga sejalan dengan pengembangan berbagai science and technopark yang sedang didorong Kemdikbudristek di beberapa perguruan tinggi," katanya.
Sementara itu, Fauzan Adziman yang merupakan seorang diaspora technopreneur Indonesia di Oxford, Inggris menyampaikan gagasan membentuk Global Forum for Indonesian Technopreneurs (Global FIT) untuk mendorong lahirnya Innovation-Driven Economic Acceleration Strategy (IDEAS) untuk Indonesia.
"Kami siap menjembatani ekosistem inovasi Indonesia ke dunia global untuk mendorong akselerasi ekonomi Indonesia," katanya.
Terkait hal itu, Duta Besar RI untuk Inggris Desra Percaya terus mendorong optimalisasi peran diaspora Indonesia dalam membangun ekonomi berbasis
inovasi dan menjadi bagian dari global supply chain.
"Ada banyak diaspora technopreneur di luar negeri, termasuk Inggris. Mereka adalah aset bangsa yang dapat berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi dan inovasi Indonesia," katanya.
Melalui keterangan tertulisnya yang diterima ANTARA di Solo, Jawa Tengah, Rabu, Gibran mengatakan kunjungan tersebut terkait erat dengan upaya pengembangan ekonomi berbasis inovasi.
Di sektor tersebut, dikatakannya, salah satu prioritas Kota Surakarta yang diimplementasikan melalui Solo Technopark adalah kawasan inovasi yang berdaya saing internasional.
"Indonesia perlu membangun ekosistem komersialisasi riset dan ekonomi berbasis inovasi digital," katanya.
Ia mengatakan hal itu perlu dimulai dari daerah dengan sinergi berbagai pihak, seperti industri, universitas, modal ventura, bisnis dan pemerintah pusat.
"Dalam hal ini, Solo Technopark telah merintis ke arah sana," katanya.
Secara umum, dikatakannya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menggarap sumber daya alam, termasuk mineral tanah jarang.
"Melalui kunjungan ini, saya melihat peluang besar bagi Indonesia untuk mengoptimalkan hilirisasi mineral kritis hingga menghasilkan produk bernilai tinggi. Ke depannya, hilirisasi di Indonesia harus bisa sampai ke ujung, end to end," katanya.
Menurut dia, apa yang dilakukan oleh perusahaan tersebut sangat memungkinkan untuk dikembangkan di Indonesia.
"Dengan demikian diharapkan bisa menjadi bagian dari global supply chain material baru dan produk bernilai tinggi. Ini juga sejalan dengan pengembangan berbagai science and technopark yang sedang didorong Kemdikbudristek di beberapa perguruan tinggi," katanya.
Sementara itu, Fauzan Adziman yang merupakan seorang diaspora technopreneur Indonesia di Oxford, Inggris menyampaikan gagasan membentuk Global Forum for Indonesian Technopreneurs (Global FIT) untuk mendorong lahirnya Innovation-Driven Economic Acceleration Strategy (IDEAS) untuk Indonesia.
"Kami siap menjembatani ekosistem inovasi Indonesia ke dunia global untuk mendorong akselerasi ekonomi Indonesia," katanya.
Terkait hal itu, Duta Besar RI untuk Inggris Desra Percaya terus mendorong optimalisasi peran diaspora Indonesia dalam membangun ekonomi berbasis
inovasi dan menjadi bagian dari global supply chain.
"Ada banyak diaspora technopreneur di luar negeri, termasuk Inggris. Mereka adalah aset bangsa yang dapat berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi dan inovasi Indonesia," katanya.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wapres Gibran kunjungan ke Jateng, hadiri perayaan Natal dan pantau arus mudik
25 December 2025 5:59 WIB
Wapres Gibran tekankan pemberdayaan ekonomi lokal melalui pelestarian budaya
23 February 2025 22:11 WIB, 2025
Gibran: Kebakaran Kemayoran pengingat mitigasi kawasan padat penduduk
22 January 2025 9:29 WIB, 2025
Terpopuler - IT
Lihat Juga
Wamenag tekankan tanggung jawab moral manusia atas kecerdasan buatan di ICIMS 2026 UMS
10 February 2026 17:55 WIB
Dosen UMS soroti risiko dan standar perlindungan data pada registrasi SIM berbasis face recognition
07 February 2026 18:58 WIB
Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat cegah ratusan juta upaya penipuan digital
26 November 2025 22:28 WIB
Mahasiswa Sekolah Vokasi Undip juara melalui AISA, Sahabat Cerdas Petani Sawit
07 November 2025 13:21 WIB