Industri alkohol diduga cemari Bengawan Solo
Rabu, 27 Desember 2023 20:56 WIB
Air Sungai Bengawan Solo tampak hitam akibat limbah yang diduga berasal dari industri alkohol yang berada di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. (ANTARA/Aris Wasita)
Solo (ANTARA) - Pemerintah Kota Surakarta melibatkan daerah lain dalam menyikapi pencemaran yang terjadi di Sungai Bengawan Solo, Jawa Tengah.
Kepala Bidang Penataan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta Budiyono di Solo, Jawa Tengah, Rabu, mengatakan koordinasi lintas daerah terus dilakukan khususnya di wilayah Solo Raya.
"Kami dengan teman-teman LH (Dinas Lingkungan Hidup) saling menyampaikan informasi," katanya.
Ia tidak memungkiri, pencemaran yang terjadi di Sungai Bengawan Solo diduga berasal dari industri alkohol yang ada di Kabupaten Sukoharjo. Meski demikian, diakuinya, hingga saat ini masalah tersebut belum teratasi dengan baik.
Baca juga: PDAM Toya Wening Solo hentikan operasi pengolahan air karena limbah
Baca juga: Hutama Karya garap proyek Bendungan Karangnongko
"Kami sudah sampaikan, tiga bulan sekali ada pertemuan. Koordinasi selama ini sifatnya melakukan pendekatan. Memang selama ini berkaitan dengan pembuangan limbah ke anak sungai Bengawan Solo belum tuntas 100 persen," katanya.
Menurut dia, tidak mudah menyediakan instalasi pengolahan limbah bagi industri. Kondisi ini diperparah pada saat kemarau tingkat pencemaran makin tinggi akibat volume air sungai yang menurun drastis.
Sementara itu, ia berharap ke depan Sungai Bengawan Solo segera bebas dari pencemaran mengingat sungai tersebut merupakan sumber air bersih terutama di wilayah Kota Surakarta.
Ia mengatakan saat ini juga masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres) terkait penanganan daerah aliran Sungai Bengawan Solo.
"Di samping menunggu Perpres, upaya secara rutin kami lakukan, namun tidak semudah yang kita bayangkan. Edukasi ke industri kecil tidak mudah dilakukan," katanya.*
Baca juga: Pemkot Madiun buka wisata edukasi sungai di aliran anak Bengawan Solo
Baca juga: Pemkot Madiun-BBWS Bengawan Solo susur sungai bersihkan sampah
Kepala Bidang Penataan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta Budiyono di Solo, Jawa Tengah, Rabu, mengatakan koordinasi lintas daerah terus dilakukan khususnya di wilayah Solo Raya.
"Kami dengan teman-teman LH (Dinas Lingkungan Hidup) saling menyampaikan informasi," katanya.
Ia tidak memungkiri, pencemaran yang terjadi di Sungai Bengawan Solo diduga berasal dari industri alkohol yang ada di Kabupaten Sukoharjo. Meski demikian, diakuinya, hingga saat ini masalah tersebut belum teratasi dengan baik.
Baca juga: PDAM Toya Wening Solo hentikan operasi pengolahan air karena limbah
Baca juga: Hutama Karya garap proyek Bendungan Karangnongko
"Kami sudah sampaikan, tiga bulan sekali ada pertemuan. Koordinasi selama ini sifatnya melakukan pendekatan. Memang selama ini berkaitan dengan pembuangan limbah ke anak sungai Bengawan Solo belum tuntas 100 persen," katanya.
Menurut dia, tidak mudah menyediakan instalasi pengolahan limbah bagi industri. Kondisi ini diperparah pada saat kemarau tingkat pencemaran makin tinggi akibat volume air sungai yang menurun drastis.
Sementara itu, ia berharap ke depan Sungai Bengawan Solo segera bebas dari pencemaran mengingat sungai tersebut merupakan sumber air bersih terutama di wilayah Kota Surakarta.
Ia mengatakan saat ini juga masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres) terkait penanganan daerah aliran Sungai Bengawan Solo.
"Di samping menunggu Perpres, upaya secara rutin kami lakukan, namun tidak semudah yang kita bayangkan. Edukasi ke industri kecil tidak mudah dilakukan," katanya.*
Baca juga: Pemkot Madiun buka wisata edukasi sungai di aliran anak Bengawan Solo
Baca juga: Pemkot Madiun-BBWS Bengawan Solo susur sungai bersihkan sampah
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Surakarta kembali buka proses seleksi calon pimpinan BLUD Kawasan Wisata Balekambang
08 January 2026 16:54 WIB
Undip-Poltekkes Surakarta-Thailand kembangkan telapak kaki palsu Indonesia
30 December 2025 21:42 WIB
Kolaborasi Dikdasmen dan FAI UMS, guru ISMUBA Surakarta didorong melek teknologi
27 December 2025 16:32 WIB
Donasi kebencanaan di Aceh dan Sumatera lewat Baznas Surakarta capai Rp531 juta
24 December 2025 19:21 WIB
Terpopuler - Bencana Alam
Lihat Juga
Pemkab catat 30 kali terjadi longsor susulan di Bukit Gunung Beser Pekalongan
23 January 2026 17:47 WIB
Potensi kerugian akibat banjir di sejumlah desa Kudus ditaksir Rp533 miliar
19 January 2026 19:19 WIB
Perjalanan 23 KA Daop 4 Semarang masih dibatalkan dampak banjir di Pekalongan
19 January 2026 9:00 WIB