Semarang (ANTARA) - BPJS Kesehatan Cabang Ungaran melakukan pemeriksaan di tempat atau spot-check distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Langkah tersebut ditempu untuk memastikan peserta Jaminan Kesehatan nasional (JKN) telah menerima surat pemberitahuan keaktifan kepesertaan kepada peserta penerima bantuan iuran (PBI) di Kecamatan Pegandon, Jumat (25/8).

Ditemui secara terpisah, Kepala BPJS Kesehatan cabang Ungaran Abdul Azis mengatakan bahwa kegiatan spot-check yang dilakukan oleh timnya bertujuan untuk memastikan pendistribusian surat pemberitahuan tentang keaktifan peserta dari segmen PBI telah diterima dengan tepat pada sasaran dan peserta paham akan manfaat yang akan didapatkan ketika menjadi peserta JKN.

“Kegiatan spot-check ini dilaksanakan untuk memastikan identitas peserta seperti, nama, tempat tanggal lahir, Nomor Identitas Kependudukan (NIK), dan alamat telah sesuai dengan data peserta pada kartu tanda penduduk (KTP),” imbuh Azis.

Ia juga mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada peserta dimana fasilitas kesehatan (faskes) peserta tersebut terdaftar.

Selain itu, kegiatan spot-check yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan Cabang Ungaran juga untuk memberikan edukasi kepada peserta terkait bagaimana mereka dapat mengakses kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan melalui program JKN. Dimana pada saat ini BPJS Kesehatan sudah tidak lagi mencetak KIS, peserta dapat berobat ke faskes tingkat pertama terdaftar hanya dengan menggunakan KTP saja.

Informasi lain yang diberikan oleh tim dari BPJS Kesehatan Cabang Ungaran yaitu bahwa saat ini kemudahan akses yang dapat dimanfaatkan oleh peserta untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang program JKN yaitu melalui, Aplikasi Mobile JKN, Care Center di nomor 165, dan Chat Asistant JKN (Chika) di nomor 08118750400.

Azis juga menghimbau kepada warga yang mendapatkan kepesertaan JKN dari program bantuan pemerintah untuk melaporkan ke BPJS Kesehatan apabila ada perubahan data kependudukan seperti kematian atau kelahiran serta apabila terdapat ketidaksesuaian identitas diri peserta.

Salah satu peserta JKN yang dikunjungi oleh tim BPJS Kesehatan Ahmad Fauzi sangat antusias dengan dirinya saat ini telah terdaftar sebagai peserta PBI dan telah disambangi oleh tim dari BPJS Kesehatan.

“Saya sangat bersyukur karena terdaftar sebagai peserta program JKN, dengan begitu saya lebih tenang karena kesehatan saya telah dijamin dan dibiayai oleh pemerintah,” ungkap Fauzi.

Fauzi juga mengungkapkan dirinya apabila tidak dikunjungi oleh tim dari BPJS Kesehatan Cabang Ungaran tidak akan mengetahui bahwa dirinya terdaftar sebagai peserta JKN.

Dirinya juga mengaku sangat senang atas kedatangan tim dari BPJS Kesehatan Cabang Ungaran di rumahnya, dengan begitu dirinya dapat bertanya tentang program JKN. Karena diakui oleh Fauzi, dirinya belum memahami bagaimana cara menggunakan JKN di faskes baik itu di FKTP maupun di rumah sakit.

“Saya berharap saya bersama keluarga selalu diberikan kesehatan dan tidak sakit, meskipun saat ini kami sekeluarga sudah menjadi peserta JKN. Dan semoga untuk warga disini khususnya di Kecamatan Pegandon yang saat ini benar-benar membutuhkan pelayanan kesehatan dari BPJS Kesehatan tetapi belum menjadi peserta JKN bisa segera terdaftar menjadi peserta JKN,” ujar Fauzi.

Meskipun saat ini belum semua warga di tempatnya mendapatkan kepesertaan JKN yang dibiayai oleh pemerintah, ia juga berharap program JKN dapat terus berjalan, karena program ini sangat besar manfaatnya khususnya untuk warga yang kurang mampu.

“Semoga program JKN ini terus berjalan karena program ini begitu besar manfaatnya terutama untuk warga yang saat ini sedang sakit dan membutuhkan biaya besar untuk berobat,” tutup Fauzi. ***


Pewarta : ksm
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2024