Jakarta (ANTARA) - Marvel Studios kembali hadir dengan merilis film terbaru "The Guardians of The Galaxy Vol. 3" yang dibintangi oleh Chris Pratt, Zoe Saldana, Dave Bautista, Karen Gillan, Pom Klementieff, Vin Diesel sebagai Groot, Bradly Cooper sebagai Rocket, serta Sean Gunn, Chukwudi Iwuji, Will Poulter, dan Maria Bakalova.

Film tersebut berdurasi 2 jam 29 menit dan sudah tayang secara serentak di bioskop Indonesia mulai 3 Mei 2023.

"Guardians of The Galaxy Vol. 3" mengisahkan para Guardians atau penjaga galaksi bernama Peter Quill (Chris Pratt) dan kawan-kawan yang memutuskan hidup di Knowhere, usai peristiwa yang terjadi di film Marvel Studios sebelumnya, "Avengers: End Game".

Dalam "Guardians of The Galaxy Vol. 3", Peter Quill masih berduka karena kehilangan Gamora. Ia tampak kacau dan sering mabuk.

Suatu hari, hidup mereka dikacaukan oleh masa lalu Rocket yang tiba-tiba hadir. Peter Quill pun harus membawa timnya ke dalam misi berbahaya untuk menyelamatkan hidup Rocket.



Karakter Baru The High Evolutionary (Chukwuldi Iwuji) dalam "Guardians of The Galaxy Vol. 3" (ANTARA/HO-Disney Indonesia Courtesy of Marvel Studios/Marvel Studios)

Karakter baru yang muncul dalam "Guardians of The Galaxy Vol. 3" adalah The High Evolutionary (Chukwuldi Iwuji). Ia adalah seorang ilmuan jenius yang dapat menciptakan makhluk-makhluk dari manipulasi DNA. Ia melakukan eksperimen tersebut dengan tujuan menciptakan peradaban baru di Counter-Earth.

Sebagai villain utama dan pemimpin Souvereign, The High Evolutionary memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan Rocket di masa lalu.

Selain High Evolutionary, karakter baru lainnya yang muncul adalah Adam Warlock. Ia merupakan makhluk dari Sovereign yang mendapat tugas untuk menculik Rocket.

Kemunculannya langsung membuat kekacauan di Knowhere. Meski gagal membawa Rocket pergi karena perlawanan dari para Guardians, ia berhasil menembak Rocket hingga tak sadarkan diri.



Masa lalu Rocket yang menguras air mata dan humor yang menggelitik

Dalam film "Guardians of The Galaxy Vol. 3", penonton akan mengetahui bahwa sebagai rakun jenius, Rocket ternyata memiliki masa lalu yang sangat memilukan.

Cerita masa lalu Rocket akan sangat menjawab mengapa The High Evolutionary dan Sovereign sangat menginginkan merebut Rocket dari para Guardians. Diceritakan bahwa Rocket ternyata merupakan makhluk yang sangat penting, yang dinilai dapat melancarkan penciptaan makhluk-makhluk lainnya yang akan menghuni Counter-Earth.

Kisah masa lalu Rocket yang pilu digambarkan dengan sangat baik meski dengan alur maju-mundur. Beberapa momen bahkan berhasil membuat penonton menitikkan air mata.

Sutradara film "Guardians of The Galaxy Vol. 3" James Gunn melalui keterangan resminya mengatakan, masa lalu Rocket yang menggambarkan dari mana ia datang dan siapa ia dahulu, merupakan salah satu cerita yang paling penting untuk dieksplorasi.

Produser eksekutif Sara Smith juga mengatakan bahwa film tersebut merupakan film yang penuh emosi. Bukan cuma dari kisah masa lalu Rocket, tapi juga dari hubungan Quill dan Gamora yang ternyata masih hidup.

"Menurut saya, hal ini akan lebih menonjol dalam 'Guardians of The Galaxy Vol. 3' karena cerita masa lalu Rocket, hubungan Quill dan Gamora yang semakin rumit," kata Sara Smith.

Selain berhasil menguras air mata, "Guardians of The Galaxy" juga berhasil membuat gelak tawa bersahutan di studio bioskop. Ya, bukan "Guardians of The Galaxy" namanya jika tidak menghadirkan humor-humor segar yang menggelitik, tak hanya dari dialog tapi juga dari berbagai adegan.



Adegan-adegan penuh kehangatan
Dalam film "Guardians of The Galaxy Vol. 3", selain kepiluan yang mendalam setelah mengetahui masa lalu Rocket, penonton juga akan merasakan kehangatan yang cukup kental dari beberapa adegan.

Salah satunya, adalah betapa besarnya rasa sayang Peter Quill kepada Rocket sehingga mau melakukan apa pun untuk menyelamatkan nyawanya. Ketika mengetahui Rocket sedang sekarat, tanpa pikir panjang ia pun mencari berbagai cara termasuk mencari data eksperimen penciptaan Rocket di Orgosphere.

Hal-hal lain yang berhasil menghangatkan hati penonton adalah Drax yang bertindak seperti sosok ayah bagi anak-anak yang diculik oleh The High Evolutionary, hingga pertemuan Peter Quill dengan sang kakek setelah sekian lama.

Beberapa lagu yang muncul dalam film "Guardians of The Galaxy Vol. 3" juga sukses membuat adegan-adegan menjadi lebih berkesan.

"Guardians of The Galaxy Vol. 3" menggunakan lagu-lagu seperti "Creep" dari Radiohead, "Since You Been Gone" dari Rainbow, "In The Meantime" dari Spacehog, "Do You Realize" dari The Flaming Lips, "I'm Always Chasing Rainbows" dari Alice Cooper, "Dog Days Are Over" dari Florence + The Machine, hingga "Come and Get Your Love" dari Redbone.

Secara keseluruhan, "Guardians of The Galaxy Vol. 3" berhasil membawa cerita yang sangat menarik. Film tersebut juga menawarkan paket lengkap mulai dari drama, aksi, hingga komedi. Dengan demikian, "Guardians of The Galaxy Vol. 3" dapat menjadi pilihan tontonan tepat sebab sangat sayang untuk dilewatkan.



Baca juga: "Black Panther: Wakanda Forever" eksplorasi suka dan duka

Pewarta : Suci Nurhaliza
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2024