Belajar data dengan limbah rumah tangga
Selasa, 11 April 2023 12:42 WIB
Para siswa Kelas IV SDN 1 Puguh, Kendal, menunjukkan hasil tugas pembuatan diagram dalam pelajaran Matematika. (Dok. Muhchamad Haris Tarmidi)
Kendal (ANTARA) - Salsabila dengan cekatan menanyai satu persatu anggota keluarganya tentang makanan kesukaan masing-masing. Murid kelas IV SDN 1 Puguh, Kendal, tersebut mendapatkan tugas mengambil data makanan kesukaan anggota keluarganya. Begitu didapatkan, Salsabila memasukkan datanya pada sebuah tabel.
Begitulah gambaran awal tugas Matematika kelas IV dengan Capaian Pembelajaran yang diharapkan peserta didik dapat mengurutkan; membandingkan; menyajikan; menganalisis; dan mengintepretasikan data dalam bentuk tabel, diagram gambar, piktogram, dan diagram batang.
Matematika bisa jadi menyenangkan
Kegiatan yang dilakukan Salsabila itu merupakan salah satu contoh pembelajaran Matematikan yang dimulai dari hal sederhana dan dekat dengan murid, yakni bisa lingkungan rumah maupun lingkungan sekolahnya.
Tugas siswa kelas empat tersebut diawali dengan melakukan survei sederhana yang dilakukan oleh peserta didik mengenai makanan kesukaan anggota keluarganya.
Bagi yang jumlah anggota keluarganya kurang dari empat orang maka survei bisa diperluas dengan rumah tetangganya. Setelah itu, yang mereka lakukan adalah merekam data dengan tabel yang sudah ada. Kolom tabel terdiri atas uraian nama makanan kesukaan, turus, dan angka.
Guru sebelumnya telah memandu tentang bagaimana format pengisian tabel yang benar. Mulai dari kolom uraian yang harus diisi dengan berbagai jenis makanan kesukaan, kolom turus yang diisi dengan dengan coretan garis lurus sesuai dengan jumlah penyuka makanan, dan kolom angka yang diisi dengan satuan angka.
Setelah tabel selesai diisi, maka tugas berikutnya adalah melihat lingkungan sekitar adakah limbah rumah tangga yang bisa digunakan untuk membuat diagram batang di sekolah. Hal ini sesuai dengan instruksi kedua yakni setelah data survei terkumpul maka para murid diminta membuat diagram batang versi mereka sendiri dengan memanfaatkan limbah rumah tangga yang ada.
Limbah rumah tangga yang dimanfaatkan tentu saja sesuai dengan yang telah ditemui di rumah. Sehingga, pencarian limbah rumah tangga tidaklah terlalu merepotkan bagi siswa karena semua barang ada di rumah mereka masing-masing.
Data dengan tampilan menarik
Setelah para siswa menemukan ide pembuatan diagram batangnya dan juga membawa limbah rumah tangganya masing-masing, maka mereka melanjutkan membuat diagram batang sesuai dengan imajinasi siswa masing-masing.
Limbah rumah tangga yang dibawa para siswa cukup bervariasi. Mulai dari yang organik seperti biji jagung, kacang hijau, beras putih, dan beras merah. Namun juga ada limbah anorganik seperti plastik pembungkus dan kain perca. Semua yang para murid temukan akan digunakan untuk menggambarkan diagram batang sesuai hasil survei masing-masing.
Siswa cukup antusias berkreasi dengan bahan yang mereka miliki, ada yang memilih tetap duduk dengan rapi di mejanya, ada yang saling bertanya kepada temannya, ada pula yang memilih mengerjakan sendiri dengan fokus.
Kondisi ini mirip dengan apa yang dikatakan oleh Timothy D. Walker dalam bukunya Teach Like Finland tepatnya di halaman 24 “penting juga memberikan murid-murid kita kebebasan untuk bergerak, bergoyang-goyang, dan berdiri.”
Tugas guru memastikan agar pekerjaan setiap siswa aman, artinya tidak membahayakan dirinya ataupun teman lainnya. Hal ini karena banyak siswa yang membawa lem dan gunting sendiri guna menghias diagram batang milik mereka masing-masing.
Langkah terakhir yakni mereka melakukan presentasi hasil diagram batangnya masing-masing. Keseruan yang mungkin ditemukan pada bagian ini adalah, banyak komentar dari temannya yang harus ditanggapi oleh siswa yang melakukan presentasi. Pasalnya diagram batang yang dibuat tidak sama antara satu siswa dengan siswa lainnya.
Dengan pembuatan format diagram batang dari limbah rumah tangga yang ditemui siswa, tentu saja mereka tidak hanya sekadar belajar Matematika. Namun di lain sisi mereka juga belajar memanfaatkan suatu limbah agar memiliki nilai tambah. Selain itu, pemahaman siswa akan lebih terbuka ketika yang mereka pelajari adalah sesuatu yang biasa mereka temui.
Salsabila murid kelas IV dalam hal ini memiliki pandangannya tentang pembelajaran tersebut, Belajar Matematika ternyata enak, karena ada menempel dan menghias diagram batang dari bungkus plastik yang aku kumpulkan di rumah. Jadi, kayak pelajaran kesukaanku menggambar.
Hal senada juga diungkapkan oleh Putra, dia berpendapat, ”setelah Pak Haris menyuruh mencari limbah apa pun di rumah, aku jadi ikut membersihkan rumah untuk mengumpulkan beras sisa yang tumpah. Tadinya aku tidak pernah membersihkan rumahku, hehehehe”.
Kalimat-kalimat yang menggambarkan kepolosan murid tersebut adalah pertanda bahwa Matematika bisa juga menjadi mata pelajaran yang digemari oleh siswa. Kuncinya adalah, mulai dari apa yang mereka punyai, berikan tugas yang dekat dengan dunianya, serta tunjukkan bahwa Matematika juga memiliki kontribusi bagi lingkungannya.
*)Guru SDN 1 Puguh, Kendal/Fasilitator Program Pintar Tanoto Foundation
Editor: Edhy Susilo/AZM
Begitulah gambaran awal tugas Matematika kelas IV dengan Capaian Pembelajaran yang diharapkan peserta didik dapat mengurutkan; membandingkan; menyajikan; menganalisis; dan mengintepretasikan data dalam bentuk tabel, diagram gambar, piktogram, dan diagram batang.
Matematika bisa jadi menyenangkan
Kegiatan yang dilakukan Salsabila itu merupakan salah satu contoh pembelajaran Matematikan yang dimulai dari hal sederhana dan dekat dengan murid, yakni bisa lingkungan rumah maupun lingkungan sekolahnya.
Tugas siswa kelas empat tersebut diawali dengan melakukan survei sederhana yang dilakukan oleh peserta didik mengenai makanan kesukaan anggota keluarganya.
Bagi yang jumlah anggota keluarganya kurang dari empat orang maka survei bisa diperluas dengan rumah tetangganya. Setelah itu, yang mereka lakukan adalah merekam data dengan tabel yang sudah ada. Kolom tabel terdiri atas uraian nama makanan kesukaan, turus, dan angka.
Guru sebelumnya telah memandu tentang bagaimana format pengisian tabel yang benar. Mulai dari kolom uraian yang harus diisi dengan berbagai jenis makanan kesukaan, kolom turus yang diisi dengan dengan coretan garis lurus sesuai dengan jumlah penyuka makanan, dan kolom angka yang diisi dengan satuan angka.
Setelah tabel selesai diisi, maka tugas berikutnya adalah melihat lingkungan sekitar adakah limbah rumah tangga yang bisa digunakan untuk membuat diagram batang di sekolah. Hal ini sesuai dengan instruksi kedua yakni setelah data survei terkumpul maka para murid diminta membuat diagram batang versi mereka sendiri dengan memanfaatkan limbah rumah tangga yang ada.
Limbah rumah tangga yang dimanfaatkan tentu saja sesuai dengan yang telah ditemui di rumah. Sehingga, pencarian limbah rumah tangga tidaklah terlalu merepotkan bagi siswa karena semua barang ada di rumah mereka masing-masing.
Data dengan tampilan menarik
Setelah para siswa menemukan ide pembuatan diagram batangnya dan juga membawa limbah rumah tangganya masing-masing, maka mereka melanjutkan membuat diagram batang sesuai dengan imajinasi siswa masing-masing.
Limbah rumah tangga yang dibawa para siswa cukup bervariasi. Mulai dari yang organik seperti biji jagung, kacang hijau, beras putih, dan beras merah. Namun juga ada limbah anorganik seperti plastik pembungkus dan kain perca. Semua yang para murid temukan akan digunakan untuk menggambarkan diagram batang sesuai hasil survei masing-masing.
Siswa cukup antusias berkreasi dengan bahan yang mereka miliki, ada yang memilih tetap duduk dengan rapi di mejanya, ada yang saling bertanya kepada temannya, ada pula yang memilih mengerjakan sendiri dengan fokus.
Kondisi ini mirip dengan apa yang dikatakan oleh Timothy D. Walker dalam bukunya Teach Like Finland tepatnya di halaman 24 “penting juga memberikan murid-murid kita kebebasan untuk bergerak, bergoyang-goyang, dan berdiri.”
Tugas guru memastikan agar pekerjaan setiap siswa aman, artinya tidak membahayakan dirinya ataupun teman lainnya. Hal ini karena banyak siswa yang membawa lem dan gunting sendiri guna menghias diagram batang milik mereka masing-masing.
Langkah terakhir yakni mereka melakukan presentasi hasil diagram batangnya masing-masing. Keseruan yang mungkin ditemukan pada bagian ini adalah, banyak komentar dari temannya yang harus ditanggapi oleh siswa yang melakukan presentasi. Pasalnya diagram batang yang dibuat tidak sama antara satu siswa dengan siswa lainnya.
Dengan pembuatan format diagram batang dari limbah rumah tangga yang ditemui siswa, tentu saja mereka tidak hanya sekadar belajar Matematika. Namun di lain sisi mereka juga belajar memanfaatkan suatu limbah agar memiliki nilai tambah. Selain itu, pemahaman siswa akan lebih terbuka ketika yang mereka pelajari adalah sesuatu yang biasa mereka temui.
Salsabila murid kelas IV dalam hal ini memiliki pandangannya tentang pembelajaran tersebut, Belajar Matematika ternyata enak, karena ada menempel dan menghias diagram batang dari bungkus plastik yang aku kumpulkan di rumah. Jadi, kayak pelajaran kesukaanku menggambar.
Hal senada juga diungkapkan oleh Putra, dia berpendapat, ”setelah Pak Haris menyuruh mencari limbah apa pun di rumah, aku jadi ikut membersihkan rumah untuk mengumpulkan beras sisa yang tumpah. Tadinya aku tidak pernah membersihkan rumahku, hehehehe”.
Kalimat-kalimat yang menggambarkan kepolosan murid tersebut adalah pertanda bahwa Matematika bisa juga menjadi mata pelajaran yang digemari oleh siswa. Kuncinya adalah, mulai dari apa yang mereka punyai, berikan tugas yang dekat dengan dunianya, serta tunjukkan bahwa Matematika juga memiliki kontribusi bagi lingkungannya.
*)Guru SDN 1 Puguh, Kendal/Fasilitator Program Pintar Tanoto Foundation
Editor: Edhy Susilo/AZM
Pewarta : Muhchamad Haris Tarmidi
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
SERUNI, ajang aktualisasi diri warga sekolah dalam penguatan literasi numerasi
28 November 2025 8:52 WIB
Menggali kearifan lokal Semarang melalui Buku Pop Up Interaktif dan Praktik Pembuatan Jamu Jun
23 November 2025 19:57 WIB
Indonesia raih enam medali emas pada Polytron Indonesia Para Badminton International 2025
02 November 2025 17:28 WIB
Pengajar UMS terpilih sebagai Dosen Berdampak berkat kiprah besar dalam pemberdayaan dan inovasi desa
13 October 2025 13:24 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Disdikpora Kudus minta siswa SD-SMP ikuti tes kompetensi akademik Kemendikdasmen
04 February 2026 19:39 WIB
Mahasiswa KKN-Dik FKIP UMS dorong literasi digital di MTs Muhammadiyah 5 Jumantono
04 February 2026 15:02 WIB
Dinkes Semarang minta puskesmas memberi edukasi masyarakat soal virus Nipah
04 February 2026 8:39 WIB
Para siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat belajar hidup di desa lewat kegiatan live in
03 February 2026 17:26 WIB
Mengajar lintas negara, mahasiswa UMS terapkan pembelajaran fonetik di Tailan
03 February 2026 16:46 WIB