BRI inisiasi Program Peduli Gerakan Anti Sampah di Kabupaten Pekalongan
Kamis, 16 Februari 2023 15:39 WIB
CEO Regional Office BRI Semarang Handaru Sakti usai melakukan Gerakan Antisampah "Yok Kita Gas" di Pasar Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Kamis siang (16/2/2023). (ANTARA/Kutnadi)
Pekalongan (ANTARA) - Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam rangka menyukseskan Hari Peduli Sampah menginisiasi Program Peduli Gerakan Anti Sampah yang digelar di Pasar Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis.
CEO Regional Office BRI Semarang Handaru Sakti di Pekalongan, Kamis, mengatakan kegiatan gerakan anti sampah "Yok Kita Gas" ini merupakan program nasional BRI yang dilaksanakan pada lima titik yaitu Semarang, Bandung, Denpasar, Malang, dan Surabaya.
"Untuk gerakan anti sampah di Semarang, kita pusatkan di Pasar Kesesi dan 12 pasar lainnya yang berada di wilayah Pekalongan. Pada kegiatan gerakan anti sampah di daerah ini kami berikan bantuan melalui tanggung jawab sosial perusahaan," katanya.
Menurut dia, tujuan kegiatan gerakan tersebut adalah menjaga kondisi pasar tetap sehat dengan mengajak para pedagang dan pembeli menjaga kebersihan pasar. Selain itu gerakan itu bisa dapat menghasilkan uang dengan cara mengelola sampah menjadi pupuk organik.
"Gerakan Anti Sampah ini tidak hanya kami lakukan di beberapa pasar saja, namun pada masyarakat. Masalah sampah sudah menjadi problem nasional, khususnya di wilayah perkotaan karena jumlah tempat pembuangan sampah dengan produk sampah yang dibuang tidak seimbang," katanya.
Handaru Sakti mengatakan dengan adanya gerakan anti sampah tersebut dapat menciptakan kondisi pasar bersih dan menarik para pembeli berbelanja di pasar itu.
"Jadi yang diuntungkan tetap pada para pedagang dengan kondisi pasar yang bersih karena transaksi dari para pembeli juga akan meningkat. Jadi kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan ini bisa menimbulkan dampak ekonomi dari pengelolaan sampah itu," katanya.
Dikatakan, dipilihnya pasar tradisional Kesesi sebagai lokasi Program Peduli Gerakan Anti Sampah ini karena pasar itu semipermanen dan pasar percontohan oleh BRI.
"Di pasar ini kami sudah memasang transaksi secara digital. Jadi sudah kami implementasikan program pasar informasi dan teknologi," katanya.
Menurut dia, pada kegiatan itu BRI menyalurkan bantuan CSR berupa penyediaan tempat sampah terpilah, mesin daur ulang sampah, pemberian tas belanja kepada pembeli, melaksanakan kegiatan pelatihan pengelolaan sampah, serta kegiatan bersih-bersih pasar sebagai bentuk dukungan untuk menjaga kondisi lingkungan pasar yang sehat.
"Sesuai arahan Menteri BUMN, program tanggung jawab sosial perusahaan diharapkan dapat fokus dan berdampak positif bagi lingkungan. Sampah yang dibuang diharapkan dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk menjadi energi listrik, didaur ulang menjadi industri kertas, dimanfaatkan untuk campuran aspal, bahan baku plastik yang bisa dikelola menjadi kompos atau sumber energi listrik," katanya.
CEO Regional Office BRI Semarang Handaru Sakti di Pekalongan, Kamis, mengatakan kegiatan gerakan anti sampah "Yok Kita Gas" ini merupakan program nasional BRI yang dilaksanakan pada lima titik yaitu Semarang, Bandung, Denpasar, Malang, dan Surabaya.
"Untuk gerakan anti sampah di Semarang, kita pusatkan di Pasar Kesesi dan 12 pasar lainnya yang berada di wilayah Pekalongan. Pada kegiatan gerakan anti sampah di daerah ini kami berikan bantuan melalui tanggung jawab sosial perusahaan," katanya.
Menurut dia, tujuan kegiatan gerakan tersebut adalah menjaga kondisi pasar tetap sehat dengan mengajak para pedagang dan pembeli menjaga kebersihan pasar. Selain itu gerakan itu bisa dapat menghasilkan uang dengan cara mengelola sampah menjadi pupuk organik.
"Gerakan Anti Sampah ini tidak hanya kami lakukan di beberapa pasar saja, namun pada masyarakat. Masalah sampah sudah menjadi problem nasional, khususnya di wilayah perkotaan karena jumlah tempat pembuangan sampah dengan produk sampah yang dibuang tidak seimbang," katanya.
Handaru Sakti mengatakan dengan adanya gerakan anti sampah tersebut dapat menciptakan kondisi pasar bersih dan menarik para pembeli berbelanja di pasar itu.
"Jadi yang diuntungkan tetap pada para pedagang dengan kondisi pasar yang bersih karena transaksi dari para pembeli juga akan meningkat. Jadi kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan ini bisa menimbulkan dampak ekonomi dari pengelolaan sampah itu," katanya.
Dikatakan, dipilihnya pasar tradisional Kesesi sebagai lokasi Program Peduli Gerakan Anti Sampah ini karena pasar itu semipermanen dan pasar percontohan oleh BRI.
"Di pasar ini kami sudah memasang transaksi secara digital. Jadi sudah kami implementasikan program pasar informasi dan teknologi," katanya.
Menurut dia, pada kegiatan itu BRI menyalurkan bantuan CSR berupa penyediaan tempat sampah terpilah, mesin daur ulang sampah, pemberian tas belanja kepada pembeli, melaksanakan kegiatan pelatihan pengelolaan sampah, serta kegiatan bersih-bersih pasar sebagai bentuk dukungan untuk menjaga kondisi lingkungan pasar yang sehat.
"Sesuai arahan Menteri BUMN, program tanggung jawab sosial perusahaan diharapkan dapat fokus dan berdampak positif bagi lingkungan. Sampah yang dibuang diharapkan dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk menjadi energi listrik, didaur ulang menjadi industri kertas, dimanfaatkan untuk campuran aspal, bahan baku plastik yang bisa dikelola menjadi kompos atau sumber energi listrik," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BRI Peduli Yok Kita Gas, wujud komitmen Astacita lingkungan tangani sampah
21 February 2026 22:59 WIB
Inovasi daur ulang sampah plastik BRI dapat dukungan Menteri UMKM dan Raffi Ahmad
18 November 2025 17:32 WIB
BRI Peduli Beri Pelatihan Pengolahan Limbah Minyak Jelantah di Bank Sampah Bogor
23 October 2025 18:55 WIB
Pekalongan perkuat perlindungan sosial nelayan melalui program BPJS Ketenagakerjaan
23 May 2026 19:24 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Tingkat konsumsi ikan masyarakat Temanggung masih rendah, ini langkah DKP Jateng
20 May 2026 21:39 WIB
Wakil Ketua DPRD Jateng minta pemda di Jateng perketat pengawasan hewan kurban
15 May 2026 23:13 WIB