Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, masih kekurangan tenaga guru karena banyak guru berstatus aparatur sipil negeri (ASN) memasuki masa pensiun sehingga membutuhkan tambahan 600 guru baru untuk mengisi kekosongan tenaga pengajar di sejumlah sekolah negeri.

"Hingga kini memang masih kekurangan tenaga guru, sehingga Pemkab Kudus berupaya menambahnya dengan mengusulkan lewat seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK)," kata Bupati Kudus Hartopo di Kudus, Rabu.

Kalaupun nantinya ada pembukaan CPNS, kata dia, Pemkab Kudus tentunya juga akan meminta kuota untuk menambah jumlah tenaga guru.

Ia juga berterima kasih kepada guru swasta yang tetap bersedia mengajar karena majunya pendidikan akan berdampak pada kemajuan Kota Kudus.

Sementara jumlah guru ASN yang memasuki masa pensiun setiap bulannya ada puluhan orang sehingga dalam setahun tentunya ada ratusan guru yang pensiun.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kudus Moh Zubaidi membenarkan bahwa setiap bulan ada guru ASN yang pensiun, sehingga jumlah guru yang pensiun juga dinamis.

"Bulan depan bisa saja bertambah, sehingga akumulasi dalam setahun tentunya cukup banyak," ujarnya.

Alokasi formasi guru melalui seleksi PPPK tahun ini, kata dia, Kabupaten Kudus hanya mendapatkan alokasi 411 formasi, sehingga masih belum sesuai kebutuhan. 

Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2024