Preview Argentina vs Meksiko, adu nasib misi Messi
Sabtu, 26 November 2022 8:29 WIB
Ilustrasi - Preview Piala Dunia 2022: Argentina vs Meksiko (ANTARA/Juns)
Jakarta (ANTARA) - Argentina berusaha mengembalikan statusnya sebagai favorit juara turnamen ini kala ditantang Meksiko dalam pertandingan kedua Grup C Piala Dunia 2022 di mana kedua tim kelas berat Amerika Latin ini mesti memoles diri lagi setelah mengecewakan dalam membuka Piala Dunia ini.
Argentina membuat Arab Saudi menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia ketika kalah 1-2 dari negara berperingkat rendah itu, tepat ketika kapten dan pencetak gol terbanyak Lionel Messi mengawali misi merebut trofi yang belum pernah direngkuhnya, dalam putaran final Piala Dunia kelimanya tersebut.
Meksiko sendiri dibuat kecewa oleh Polandia, walau hasilnya tidak semenyakitkan Argentina kala menghadapi Saudi.
Masalahnya dalam Piala Dunia, Meksiko tak pernah bisa menang melawan Argentina yang sudah tiga kali bertemu dalam atmosfer Piala Dunia, bahkan terakhir kali bertemu pada 2010 El Tari kalah 1-3.
Meskipun demikian, bukan statistik ini yang menjadi motivasi Argentina, melainkan situasi yang dihadapi Tim Tango saat ini. Kalah akan semakin mempermalukan mereka. Pun demikian hasil seri yang mempersulit langkah ke babak knockout dan menciptakan ironis justru ketika menyandang predikat favorit juara.
"Kami harus menang atau menang," kata Messi seperti dikutip Reuters. "Tergantung kami apakah bisa harus memperbaiki kesalahan dan kembali ke dasar-dasar yang telah membentuk siapa kami."
Dasar-dasar itu pula yang membawa Argentina mencatat rekor tak terkalahkan dalam 36 laga selama tiga tahun.
Sewaktu melawan Saudi, Argentina berulang kali masuk perangkap offside lawan, dan inilah yang mereka pelajari saat latihan menghadapi Meksiko.
Argentina akan fokus membangun garis pertahanan tinggi untuk memastikan kejadian tiga gol dianulir karena offside saat melawan Saudi tak lagi terulang.
Argentina juga berusaha merancang kembali sistem pertahanannya yang dengan mudah dua kali dirobek Saudi. Perubahan dalam formasi pengisi lini pertahanan adalah keharusan bagi Argentina agar gawang tidak lagi mudah dijebol lawan.
Titik-titik ini juga yang dipelajari betul-betul oleh Meksiko. Mereka harus cepat dan kuat menghadapi Argentina, serta tak boleh keliru mengumpan kawan.
Padahal pemain sayap sekelas Hirving Lozano pun musti diasah lagi dalam soal itu. Sewaktu menghadapi Polandia, Lozano berulang kali mengirimkan umpan silang, tetapi hampir selalu gagal menjadi peluang gol.
Itu salah satu resep yang harus diracik Meksiko untuk bisa menaklukkan Argentina yang tidak saja menjadi tiket ke 16 besar, namun juga menjadi fondasi untuk naik ke level lebih tingi karena sebelum ini Meksiko hanya bisa mencapai 16 besar Piala Dunia sejak 1994.
Tantangannya semakin besar lagi karena profil lawannya kali ini yang meraksasa, apalagi Argentina tengah bernafsu memburu gelar juara Piala Dunia ketiganya, ditambah ambisi Mesi yang ingin mengakhiri karir dengan sebuah Piala Dunia guna menyamai status keabadian mendiang Diego Maradona.
Prediksi sebelas pemain pertama
Argentina (4-3-3): Emiliano. Martinez; Nahuel Molina, Lisandro Martinez, Nicolas Otamendi, Nicolas Tagliafico; Rodrigo de Paul, Leandro Paredes, Papu Gomez; Lionel Messi, Lautaro Martinez, Angel di Maria
Meksiko (4-3-3): Guillermo Ochoa; Jorge Sanchez, Cesar Montes, Hector Moreno, Jesus Gallardo; Hector Herrera, Edson Alvarez, Luis Chavez; Hirving Lozano, Henry Martin, Alexis Vega
Argentina membuat Arab Saudi menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia ketika kalah 1-2 dari negara berperingkat rendah itu, tepat ketika kapten dan pencetak gol terbanyak Lionel Messi mengawali misi merebut trofi yang belum pernah direngkuhnya, dalam putaran final Piala Dunia kelimanya tersebut.
Meksiko sendiri dibuat kecewa oleh Polandia, walau hasilnya tidak semenyakitkan Argentina kala menghadapi Saudi.
Masalahnya dalam Piala Dunia, Meksiko tak pernah bisa menang melawan Argentina yang sudah tiga kali bertemu dalam atmosfer Piala Dunia, bahkan terakhir kali bertemu pada 2010 El Tari kalah 1-3.
Meskipun demikian, bukan statistik ini yang menjadi motivasi Argentina, melainkan situasi yang dihadapi Tim Tango saat ini. Kalah akan semakin mempermalukan mereka. Pun demikian hasil seri yang mempersulit langkah ke babak knockout dan menciptakan ironis justru ketika menyandang predikat favorit juara.
"Kami harus menang atau menang," kata Messi seperti dikutip Reuters. "Tergantung kami apakah bisa harus memperbaiki kesalahan dan kembali ke dasar-dasar yang telah membentuk siapa kami."
Dasar-dasar itu pula yang membawa Argentina mencatat rekor tak terkalahkan dalam 36 laga selama tiga tahun.
Sewaktu melawan Saudi, Argentina berulang kali masuk perangkap offside lawan, dan inilah yang mereka pelajari saat latihan menghadapi Meksiko.
Argentina akan fokus membangun garis pertahanan tinggi untuk memastikan kejadian tiga gol dianulir karena offside saat melawan Saudi tak lagi terulang.
Argentina juga berusaha merancang kembali sistem pertahanannya yang dengan mudah dua kali dirobek Saudi. Perubahan dalam formasi pengisi lini pertahanan adalah keharusan bagi Argentina agar gawang tidak lagi mudah dijebol lawan.
Titik-titik ini juga yang dipelajari betul-betul oleh Meksiko. Mereka harus cepat dan kuat menghadapi Argentina, serta tak boleh keliru mengumpan kawan.
Padahal pemain sayap sekelas Hirving Lozano pun musti diasah lagi dalam soal itu. Sewaktu menghadapi Polandia, Lozano berulang kali mengirimkan umpan silang, tetapi hampir selalu gagal menjadi peluang gol.
Itu salah satu resep yang harus diracik Meksiko untuk bisa menaklukkan Argentina yang tidak saja menjadi tiket ke 16 besar, namun juga menjadi fondasi untuk naik ke level lebih tingi karena sebelum ini Meksiko hanya bisa mencapai 16 besar Piala Dunia sejak 1994.
Tantangannya semakin besar lagi karena profil lawannya kali ini yang meraksasa, apalagi Argentina tengah bernafsu memburu gelar juara Piala Dunia ketiganya, ditambah ambisi Mesi yang ingin mengakhiri karir dengan sebuah Piala Dunia guna menyamai status keabadian mendiang Diego Maradona.
Prediksi sebelas pemain pertama
Argentina (4-3-3): Emiliano. Martinez; Nahuel Molina, Lisandro Martinez, Nicolas Otamendi, Nicolas Tagliafico; Rodrigo de Paul, Leandro Paredes, Papu Gomez; Lionel Messi, Lautaro Martinez, Angel di Maria
Meksiko (4-3-3): Guillermo Ochoa; Jorge Sanchez, Cesar Montes, Hector Moreno, Jesus Gallardo; Hector Herrera, Edson Alvarez, Luis Chavez; Hirving Lozano, Henry Martin, Alexis Vega
Pewarta : Jafar M Sidik
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa UMS jadi satu-satunya dari Indonesia yang tembus konferensi terkemuka cyber security dunia
13 January 2026 13:28 WIB
Polres Tegal mengungkap empat korban meninggal dunia dalam mobil karena terpapar CO
31 December 2025 10:30 WIB
Polisi tunggu hasil forensik penyebab empat korban meninggal dunia di tol Tegal
12 December 2025 19:12 WIB
UIN Saizu dan Kemnaker perkuat kolaborasi percepat serapan alumni ke dunia kerja
09 December 2025 21:21 WIB
Kompetisi Sepak Bola Liga Desa, calon kompetisi dengan tim terbanyak di dunia
21 November 2025 7:42 WIB
Gubernur: Borobudur Marathon masuk dalam Elite Label jadikan Jateng ikon marathon dunia
16 November 2025 17:35 WIB
Bank Jateng Pemalang tingkatkan literasi keuangan lewat kolaborasi inovatif dengan dunia kampus
14 November 2025 14:20 WIB