Boyolali (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali melestarikan permainan tradisional anak tingkat SD dengan menggelar lomba dalam Gebyar Museum 2022 di halaman kantor Disdikbud setempat, Rabu.

Lomba permainan tradisional anak-anak tersebut, antara lain bakiak tandem, gobak sodor, dan egrang yang diikuti 157 siswa SD dari 22 kecamatan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Kepala Disdikbud Kabupaten Boyolali Darmanto mengatakan kegiatan tersebut untuk melestarikan permainan tradisional yang juga peninggalan nenek moyang agar dikenal oleh generasi penerus.

"Kami mencoba kembalikan dengan permainan tradisional supaya mereka bersosialisasi. Lomba ini bukan tujuannya, tetapi sebagai alat untuk menggugah kembali supaya bapak ibu guru memberikan permainan ini pada anak-anak," kata dia.

Disdikbud juga menekankan pada anak-anak tentang pentingnya membumikan Pancasila. Penguatan profil pelajar Pancasila juga terus digaungkan oleh Disdikbud Boyolali kepada pelajar setempat.

"Untuk membumikan Pancasila, salah satu ciri profil pelajar Pancasila adalah Bhinneka Tunggal Ika artinya berpijak dari budaya Indonesia untuk mengenal dunia," katanya.

Juara I lomba bakiak tandem diraih perwakilan dari Kecamatan Musuk, juara II (Klego) dan juara III (Wonosegoro), sedangkan juara I lomba egrang diraih Kecamatan Wonosamodro, juara II (Ampel), dan juara III (Karanggede) . Setiap pemenang mendapat hadiah berupa piagam dan uang pembinaan, masing-masing juara I Rp2 juta, juara II Rp1,5 juta, dan juara III Rp1 juta.

Azka, salah satu siswa SD Negeri 1 Sukorame, mengaku senang bisa mengikuti lomba bakiak tandem bersama dua temannya.

Dia mengaku senang bersama dengan teman-teman dari 22 kecamatan bisa bersosialisasi melalui kegiatan itu.
 

Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2024