Magelang (ANTARA) - Perpustakaan Umum Kota Magelang, Jawa Tengah tetap membuka layanan pembuatan kartu anggota baru meskipun kegiatan peminjaman dan baca di tempat belum dibuka karena pandemi COVID-19.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Magelang Arif Barata Saksi dalam keterangan diterima di Magelang, Rabu, mengatakan kartu perpustakaan bisa dimanfaatkan anggota untuk meminjam buku namun untuk dibawa pulang.

Hingga saat ini, pemegang kartu anggota Perpustakaan Umum Kota Magelang berjumlah 36 ribu orang, baik warga Kota maupun Kabupaten Magelang.

Baca juga: Polres Temanggung meluncurkan perpustakaan keliling

"Sementara untuk warga di luar Magelang, belum bisa," katanya.

Pihaknya hingga saat ini masih berkoordinasi dengan Satgas Penanganan COVID-19 Kota Magelang dalam kaitan dengan pengelolaan layanan umum di perpustakaan itu di tengah pandemi. Jika penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di daerah setempat masih level 3, fasilitas publik, termasuk perpustakaan umum, belum boleh buka.

"Sampai saat ini kami belum berani membuka (perpustakaan, red.). Namun, aktivitas lain, seperti pinjam, pengembalian, dan pengurusan kartu anggota baru tetap bisa," katanya.

Ia memastikan proses peminjaman dan pengembalian buku menerapkan protokol kesehatan secara ketat, termasuk tidak adanya kontak langsung antara peminjam buku dan petugas. Masyarakat juga belum diperbolehkan berada di ruang buku maupun ruang baca perpustakaan umum daerah itu di Jalan Kartini, Magelang Tengah, Kota Magelang.

Untuk mencegah kontak langsung, katanya, pemegang kartu perpustakaan bisa meminjam buku dengan meminta judul kepada petugas.

"Nanti akan diantar, buku-buku apa saja yang dipesan. Sama halnya dengan mengembalikan, sebelum dikembalikan ke rak, buku pinjaman ditaruh di tempat yang telah kami sediakan," katanya.

Dia mengakui cukup banyak warga bertanya-tanya terkait dengan layanan perpustakaan umum, karena lebih dari tiga bulan terakhir ditutup. Pertanyaan itu, terutama dari anak sekolah yang saat ini mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

"Sejauh ini kami masih aktif melayani pembuatan kartu anggota perpustakaan. Prosesnya cepat, mudah, dan gratis," ujarnya.

Ia menyebut syarat warga mendapatkan kartu anggota, antara lain berdomisili wilayah Kota dan Kabupaten Magelang, sedangkan saat datang ke perpustakaan harus membawa identitas dan foto.

Sebenarnya, katanya, Perpustakaan Umum Kota Magelang pernah dibuka pada Februari lalu dengan harapan menjadi tempat kunjungan pegiat literasi yang membutuhkan bahan bacaan untuk menambah wawasan. Namun, kondisi pandemi membuat pihaknya harus melakukan penyesuaian mekanisme kunjungan.

Ia juga mengemukakan layanan perpustakaan dalam kaitan dengan PTM terbatas yang telah dilaksanakan di Kota Magelang.

Tentunya, katanya, literasi diperlukan untuk menunjang aktivitas sekolah, di mana hal ini dapat dipenuhi dengan buku koleksi di perpustakaan umum.

"Melihat aktivitas PTM yang sudah dilakukan oleh banyak sekolah. Kami upayakan layanan perpustakaan pinjam buku masih tetap berjalan seperti biasa," katanya.

Baca juga: Disperpusip Kota Magelang terus berinovasi tingkatkan pelayanan warga
 

Pewarta : M. Hari Atmoko
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2024