Kupon Evergrande jatuh tempo, investor hadapi gejolak pasar
Rabu, 29 September 2021 8:47 WIB
Foto Dokumen: Logo perusahaan terlihat di kantor pusat China Evergrande Group di Shenzhen, provinsi Guangdong, China 26 September 2021. ANTARA/REUTERS/Aly Song
Hong Kong (ANTARA) - Para investor bersiap menghadapi potensi gejolak pasar pada Rabu ketika pembayaran kupon obligasi untuk China Evergrande Group jatuh tempo, memberikan pengembang properti yang sedang dililit utang itu ujian berikutnya di pasar publik.
Setelah menghadapi hiruk pikuk ledakan bangunan China, Evergrande kini menjadi wajah tindakan keras terhadap utang pengembang yang telah mendorong volatilitas di pasar global dan membuat investor besar dan kecil berkeringat atas eksposur mereka.
Perusahaan tersebut dijadwalkan pada Rabu untuk melakukan pembayaran bunga obligasi senilai 47,5 juta dolar AS pada obligasi dolar 9,5 persen Maret 2024. Meskipun tidak lagi memiliki obligasi dalam negeri atau luar negeri yang jatuh tempo tahun ini, perusahaan masih harus melakukan pembayaran kupon untuk obligasi luar negeri sebesar 547,57 juta dolar AS pada 28 Desember.
Masalah Evergrande menghantam pasar saham global awal bulan ini. Dalam minggu-minggu sejak itu, beberapa investor global telah mengalihkan fokus mereka ke perselisihan politik di Washington atas plafon utang AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah yang telah menekan saham.
Kejutan negatif apa pun oleh Evergrande dapat memberi lebih banyak amunisi kepada pasar saham yang bearish.
Dengan kewajiban sebesar 305 milia dolar AS, Evergrande telah memicu kekhawatiran bahwa masalahnya dapat menyebar melalui sistem keuangan China dan bergema di seluruh dunia - kekhawatiran yang telah mereda karena kerusakan sejauh ini terkonsentrasi di sektor properti.
Pada Senin (27/9/2021), bank sentral China berjanji untuk melindungi konsumen yang terpapar pasar perumahan dan menyuntikkan lebih banyak uang tunai ke dalam sistem perbankan. Pemerintah Shenzhen mulai menyelidiki unit manajemen kekayaan Evergrande, tanda paling jelas namun pihak berwenang dapat bergerak untuk menahan risiko penularan.
Setelah menghadapi hiruk pikuk ledakan bangunan China, Evergrande kini menjadi wajah tindakan keras terhadap utang pengembang yang telah mendorong volatilitas di pasar global dan membuat investor besar dan kecil berkeringat atas eksposur mereka.
Perusahaan tersebut dijadwalkan pada Rabu untuk melakukan pembayaran bunga obligasi senilai 47,5 juta dolar AS pada obligasi dolar 9,5 persen Maret 2024. Meskipun tidak lagi memiliki obligasi dalam negeri atau luar negeri yang jatuh tempo tahun ini, perusahaan masih harus melakukan pembayaran kupon untuk obligasi luar negeri sebesar 547,57 juta dolar AS pada 28 Desember.
Masalah Evergrande menghantam pasar saham global awal bulan ini. Dalam minggu-minggu sejak itu, beberapa investor global telah mengalihkan fokus mereka ke perselisihan politik di Washington atas plafon utang AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah yang telah menekan saham.
Kejutan negatif apa pun oleh Evergrande dapat memberi lebih banyak amunisi kepada pasar saham yang bearish.
Dengan kewajiban sebesar 305 milia dolar AS, Evergrande telah memicu kekhawatiran bahwa masalahnya dapat menyebar melalui sistem keuangan China dan bergema di seluruh dunia - kekhawatiran yang telah mereda karena kerusakan sejauh ini terkonsentrasi di sektor properti.
Pada Senin (27/9/2021), bank sentral China berjanji untuk melindungi konsumen yang terpapar pasar perumahan dan menyuntikkan lebih banyak uang tunai ke dalam sistem perbankan. Pemerintah Shenzhen mulai menyelidiki unit manajemen kekayaan Evergrande, tanda paling jelas namun pihak berwenang dapat bergerak untuk menahan risiko penularan.
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nilai tukar rupiah melemah, pejabat Fed beri pernyataan hawkish terkait suku bunga
13 January 2026 10:32 WIB
Ojek daring gelar aksi damai tabur bunga kenang mendiang Affan Kurniawan di Semarang
03 September 2025 16:40 WIB
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
BPS: KEK dan kawasan industri memiliki berkontribusi tumbuhkan ekonomi Jateng
12 February 2026 19:49 WIB
BRI angkat Rolly Bakery & Cookies bangkit dari keterpurukan dan go global
12 February 2026 14:16 WIB
Gubernur Jateng ingatkan jangan ada permainan harga pangan jelang Ramadhan
12 February 2026 8:00 WIB
AirAsia X buka rute Kuala Lumpur-London via Bahrain, harga promosi Rp1,27 juta
12 February 2026 7:55 WIB