Semarang (ANTARA) - Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Suharnomo menilai keberadaan pekerja kelas menengah di Indonesia saat ini belum sepenuhnya siap mendukung akselerasi sektor ekonomi.

"Pekerja kelas menengah jika dikaitkan dengan struktur ketenagakerjaan masih belum kompetitif dan belum sepenuhnya siap mendukung akselerasi sektor ekonomi," kata Suharnomo saat membuka webinar "Pekerjaan Kelas Menengah: Fakta dan Potensi Bagi Ekonomi Indonesia" di Semarang, Jawa Tengah, Kamis.

Menurut dia, keberadaan dan kualitas pekerja kelas menengah menjadi salah satu faktor yang menentukan level pendapatan per kapita suatu negara.

Dari data BPS, kata dia, komposisi penduduk bekerja di Indonesia berdasarkan pendidikan per Februari 2021 tercatat masih didominasi oleh lulusan SD.yang mencapai 37,41 persen.

Baca juga: Aprindo: Konsumsi ritel didominasi kelas menengah

Peringkat selanjutnya yakni lulusan SMP sebesar 18,54 persen, SMA 18,18 persen dan SMK 12,33 persen. Sisanya, lanjut dia, merupakan lulusan perguruan tinggi.

"Adapun tingkat pengangguran terbuka masih didominasi oleh lulusan SMK," katanya.

Sementara guru besar FEB Undip Semarang F.X Sugiyanto yang menjadi pembicara dalam webinar tersebut mengatakan penyediaan lapangan kerja menjadi kunci menuju status menjadi kelas menengah dan menurunkan kemiskinan.

Selain itu, lanjut dia, tantangan utama yang dihadapi juga berkaitan dengan kualitas lapangan kerja.

Ia menyebutkan penyediaan lapangan kerja menjadi jalan paling tepat untuk menurunkan kemiskinan dan menumbuhkan ekonomi yang lebih berkualitas.

Ia menambahkan produktivitas tenaga tenaga kerja yang rendah juga menjadi isu utama yang berkaitan dengan tenaga kerja.

"Kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan produktivitas pada seluruh sektor dinilai tepat dan benar, namun juga harus diimbangi dengan perbaikan aspek kelembagaan dan politik," katanya.

Baca juga: Permintaan hunian kelas menengah ke atas makin diminati
Baca juga: Menkeu: Kelas menengah jangan bermental "gratisan"
 

Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : Sumarwoto
Copyright © ANTARA 2024