Agrobisnis merupakan usaha menjanjikan pada masa pandemik
Sabtu, 8 Mei 2021 10:44 WIB
Peneliti urban farming dan biologi lingkungan UIN Walisongo Semarang Dian Armanda. ANTARA/HO-CitiGrower
Semarang (ANTARA) - Peneliti urban farming dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Dian Armanda mengatakan agrobisnis merupakan salah satu usaha yang sangat menjanjikan pada masa pandemik Coronavirus Disease (COVID-19).
"Saat lapangan usaha lain mengalami penurunan, pertanian justru mengalami penaikan sangat signifikan," kata Dian Armanda selaku pendiri start up CitiGrower (inisiatif urban farming berbasis digital) kepada ANTARA di Semarang, Sabtu.
Dian Armanda lantas memaparkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) menurut lapangan usaha pada Triwulan II 2020 atau pada saat pandemi COVID-19 mulai melanda Indonesia. Sektor pertanian, misalnya, ternyata masih menjadi kekuatan ekonomi di Tanah Air dengan pertumbuhan positif, bahkan tertinggi dengan pertumbuhan PDB sebesar 16,24 persen.
Pada periode yang sama, lanjut Dian, infokom sekitar 3,44 persen dan pengadaan air 1,28 persen. Sektor lainnya mengalami pertumbuhan negatif, misalnya real estate mencatat minus 0,26 persen, jasa pendidikan (-0,68 persen), industri (-6,49 persen), dan perdagangan (-6,71 persen).
Baca juga: Perlu berkebun tanaman berkhasiat untuk imunitas tubuh
"Artinya, agrobisnis itu sesuatu yang sangat menjanjikan pada era pandemik ini dalam posisi apa pun, baik produsen/grower/petani, pengolah, distributor, maupun retailer," kata Dian yang saat ini tengah menempuh program doktoral di Institute of Environmental Sciences Leiden University, Belanda.
Dengan komoditas apa pun, menurut Dian, agrobisnis merupakan peluang usaha yang menjanjikan, baik hasil tani (sayuran), olahan hasil tani (makanan olahan), alat dan bahan-bahan pertanian, maupun jasa pertanian.
Terkait dengan urban farming, dosen UIN Walisongo Semarang mengatakan bahwa pertanian perkotaan berpotensi mendukung perbaikan ekologi, nilai edukasi, estetika, dan ekonomi, terbukti mendukung ketahanan pangan 200 juta sampai 400 juta petani urban dunia.
"Urban farming juga telah menjadi tren dan gaya hidup baru masyarakat perkotaan," demikian peneliti urban farming dan biologi lingkungan UIN Walisongo Semarang Dian Armanda.
"Saat lapangan usaha lain mengalami penurunan, pertanian justru mengalami penaikan sangat signifikan," kata Dian Armanda selaku pendiri start up CitiGrower (inisiatif urban farming berbasis digital) kepada ANTARA di Semarang, Sabtu.
Dian Armanda lantas memaparkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) menurut lapangan usaha pada Triwulan II 2020 atau pada saat pandemi COVID-19 mulai melanda Indonesia. Sektor pertanian, misalnya, ternyata masih menjadi kekuatan ekonomi di Tanah Air dengan pertumbuhan positif, bahkan tertinggi dengan pertumbuhan PDB sebesar 16,24 persen.
Pada periode yang sama, lanjut Dian, infokom sekitar 3,44 persen dan pengadaan air 1,28 persen. Sektor lainnya mengalami pertumbuhan negatif, misalnya real estate mencatat minus 0,26 persen, jasa pendidikan (-0,68 persen), industri (-6,49 persen), dan perdagangan (-6,71 persen).
Baca juga: Perlu berkebun tanaman berkhasiat untuk imunitas tubuh
"Artinya, agrobisnis itu sesuatu yang sangat menjanjikan pada era pandemik ini dalam posisi apa pun, baik produsen/grower/petani, pengolah, distributor, maupun retailer," kata Dian yang saat ini tengah menempuh program doktoral di Institute of Environmental Sciences Leiden University, Belanda.
Dengan komoditas apa pun, menurut Dian, agrobisnis merupakan peluang usaha yang menjanjikan, baik hasil tani (sayuran), olahan hasil tani (makanan olahan), alat dan bahan-bahan pertanian, maupun jasa pertanian.
Terkait dengan urban farming, dosen UIN Walisongo Semarang mengatakan bahwa pertanian perkotaan berpotensi mendukung perbaikan ekologi, nilai edukasi, estetika, dan ekonomi, terbukti mendukung ketahanan pangan 200 juta sampai 400 juta petani urban dunia.
"Urban farming juga telah menjadi tren dan gaya hidup baru masyarakat perkotaan," demikian peneliti urban farming dan biologi lingkungan UIN Walisongo Semarang Dian Armanda.
Pewarta : Kliwon
Editor : Kliwon
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BRI Peduli tegaskan komitmen dukung ketahanan pangan melalui panen raya BRInita
18 October 2025 12:00 WIB
Pjs wali kota sebut B2SA-Situmpang solusi kembangkan pertanian perkotaan
31 October 2024 14:22 WIB, 2024
Para pelajar pamerkan aneka kreasi makanan hasil "urban farming" di Jambore Petani Cilik
12 August 2024 21:32 WIB, 2024
Mahasiswa KKN Unpad Semarang ajak masyarakat maksimalkan lahan kosong dengan urban farming
28 July 2024 17:20 WIB, 2024
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
BRILink Agen "Rieche Endah", lebih satu dekade permudah transaksi perbankan warga di NTB
23 March 2026 14:37 WIB
Bandeng Juwana Elrina, oleh-oleh khas Semarang makin maju berkat pemberdayaan BRI
23 March 2026 13:24 WIB