Pemkot Surakarta segera sosialisasi aturan mudik
Senin, 19 April 2021 23:39 WIB
Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surakarta Ahyani (ANTARA/Aris Wasita)
Solo (ANTARA) - Pemerintah Kota Surakarta segera menyosialisasikan aturan mudik Lebaran 2021 menyusul pelarangan mudik yang dikeluarkan pemerintah pusat.
"Ada upaya pengetatan, ini untuk mengantisipasi pemudik terutama dari luar kota," kata Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surakarta Ahyani di Solo, Jateng, Senin.
Ia mengatakan bagi pemudik yang nekat datang akan diminta untuk melakukan karantina mandiri.
Pihaknya juga sudah menyediakan tempat untuk karantina pemudik, yaitu di Solo Technopark (STP). Meski demikian, Pemkot Surakarta juga memperbolehkan masyarakat untuk karantina di hotel.
"Pokoknya pemudik atau pendatang, bisa ke STP atau di hotel kalau dia mampu, bayar sendiri selama lima hari. Sedangkan yang ke Donohudan kalau mereka terkonfirmasi positif COVID-19," katanya.
Baca juga: Antisipasi pemudik, Banyumas mulai sekat wilayah perbatasan
Ia mengatakan terkait dengan kebijakan pemerintah daerah tersebut akan disosialisasikan kepada masyarakat sebelum dimulainya waktu pelarangan, yaitu sebelum tanggal 6 Mei 2021.
"Kami akan buat sosialisasi jelang tanggal 6 Mei karena mulai tanggal 6 sudah diterapkan. Nanti sosialisasi dilakukan mulai tanggal 1 Mei 2021," katanya.
Sementara itu, mengenai aturan pelarangan operasional bus antarkota antarprovinsi (AKAP), dikatakannya, merupakan kewenangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
"Terkait penyekatan kan antarprovinsi, kalau mereka datang ya disesuaikan dengan isolasi. Untuk aturan AKAP tidak boleh masuk mulai tanggal 6 Mei itu kalau sudah di Jawa Tengah ya kami tidak bisa membatasi, itu kewenangan provinsi," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan Pemkot Surakarta sudah menyiapkan dua lokasi karantina. Selain STP yang berkapasitas 200 orang, pihaknya juga menyiapkan Cottage Ndalem Njoyokusuman yang berkapasitas 60 orang.
Selain itu, peran satgas jogo tonggo juga terus dioptimalkan, termasuk memberikan pemahaman kepada warga tentang protokol kesehatan.
"Edukasi harus terus dijalankan. Kami juga akan selalu tegas pada kegiatan yang mengakibatkan kerumunan," katanya.
Baca juga: Dinkes Jateng masifkan sosialisasi terkait larangan mudik
Baca juga: Polda Jateng mulai edukasi terkait larangan mudik di 14 titik
"Ada upaya pengetatan, ini untuk mengantisipasi pemudik terutama dari luar kota," kata Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surakarta Ahyani di Solo, Jateng, Senin.
Ia mengatakan bagi pemudik yang nekat datang akan diminta untuk melakukan karantina mandiri.
Pihaknya juga sudah menyediakan tempat untuk karantina pemudik, yaitu di Solo Technopark (STP). Meski demikian, Pemkot Surakarta juga memperbolehkan masyarakat untuk karantina di hotel.
"Pokoknya pemudik atau pendatang, bisa ke STP atau di hotel kalau dia mampu, bayar sendiri selama lima hari. Sedangkan yang ke Donohudan kalau mereka terkonfirmasi positif COVID-19," katanya.
Baca juga: Antisipasi pemudik, Banyumas mulai sekat wilayah perbatasan
Ia mengatakan terkait dengan kebijakan pemerintah daerah tersebut akan disosialisasikan kepada masyarakat sebelum dimulainya waktu pelarangan, yaitu sebelum tanggal 6 Mei 2021.
"Kami akan buat sosialisasi jelang tanggal 6 Mei karena mulai tanggal 6 sudah diterapkan. Nanti sosialisasi dilakukan mulai tanggal 1 Mei 2021," katanya.
Sementara itu, mengenai aturan pelarangan operasional bus antarkota antarprovinsi (AKAP), dikatakannya, merupakan kewenangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
"Terkait penyekatan kan antarprovinsi, kalau mereka datang ya disesuaikan dengan isolasi. Untuk aturan AKAP tidak boleh masuk mulai tanggal 6 Mei itu kalau sudah di Jawa Tengah ya kami tidak bisa membatasi, itu kewenangan provinsi," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan Pemkot Surakarta sudah menyiapkan dua lokasi karantina. Selain STP yang berkapasitas 200 orang, pihaknya juga menyiapkan Cottage Ndalem Njoyokusuman yang berkapasitas 60 orang.
Selain itu, peran satgas jogo tonggo juga terus dioptimalkan, termasuk memberikan pemahaman kepada warga tentang protokol kesehatan.
"Edukasi harus terus dijalankan. Kami juga akan selalu tegas pada kegiatan yang mengakibatkan kerumunan," katanya.
Baca juga: Dinkes Jateng masifkan sosialisasi terkait larangan mudik
Baca juga: Polda Jateng mulai edukasi terkait larangan mudik di 14 titik
Pewarta : Aris Wasita
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PDIP Surakarta terlibat pada penghijauan di daerah lewat gerakan tanam pohon
15 February 2026 16:49 WIB
Jokowi jalani pemeriksaan di Polresta Surakarta terkait tudingan ijazah palsu
11 February 2026 20:53 WIB
Kapolresta Surakarta resmikan fasilitas Media Center sebagai kado HPN 2026
11 February 2026 16:37 WIB
PHRI Surakarta dorong peningkatan SDM di bidang perhotelan lewat lomba kompetensi
03 February 2026 17:53 WIB
Wali Kota Surakarta sebut pentingnya adaptasi di tengah perkembangan zaman
31 January 2026 22:02 WIB
Polres Pemalang amankan empat pencuri kelompok Cirebon-Surakarta dan Semarang
27 January 2026 18:58 WIB
BPJS Kesehatan Surakarta jalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Karanganyar
27 January 2026 18:31 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Anggota Komisi VI DPR ziarah ke makam Margono Djojohadikusumo jelang Ramadhan
16 February 2026 21:14 WIB