Solo (ANTARA) - Pendirian Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) TNI Angkatan Darat (AD) di Benteng Vastenburg Solo untuk membantu penanganan dan mengantisipasi jika ada ledakan kasus yang terkonfirmasi positif COVID-19.

"Logistik untuk mendirikan Rumkitlap TNI AD sudah tiba dengan 14 truk dari pusat atau Mabes TNI AD di Benteng Vastenburg Solo," kata Komandan Korem 074/Warastratama Kolonel Inf. Rano Tilaar, di Benteng Vastenburg Solo, Jumat.

Menurut Danrem, setibanya logistik pendirian Rumkitlap TNI AD tersebut akan langsung lakukan gelar oleh personel TNI yang dibantu sejumlah relawan baik KNPI, Menwa, dan lainnya sebagai wajud sinergitas, menunjukan begitu besar antusias masyarakat Surakarta dalam menyambut bantuan dari Kepala Staf AD, terkait pendirian Rumkitlap di Benteng Vastenburg Solo.

Baca juga: RSUD Pandan Arang Boyolali tambah satu bangsal untuk pasien COVID-19

Kendati demikian, pihaknya berharap dengan pendirian Rumkitlap di Benteng Vastenburg Solo tersebut dapat membantu dan menekan angka terkonfirmasi positif COVID-19 di Surakarta.

Danrem mengatakan untuk pendirian infrastruktur Rumkitlap di Benteng Vastenburg Solo tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tujuh hari ke depan. Begitu juga persiapan tenaga medisnya di Rumkitlap akan membutuhkan tujuh hari ke depan.

Hal-hal tehnis akan ditentukan oleh Komandan Rumkitlap, mengingat rumah sakit ini harus steril. Sehingga, Rumkitlap diharapkan mulai bisa beroperasi sekitar 14 hari ke depan termasuk persiapan operasional nakes.

Pendirian Rumkitlap milik TNI AD tersebut, kata Danrem untuk membantu menampung penanganan pasien COVID-19 di Kota Surakarta dan sekitarnya. Rumah sakit rencana dengan 20 tenda itu diperkirakan mampu menampung sekitar 100 tempat tidur atau pasien baik ringan hingga sedang.

Rumktlap Benteng Vastenburg akan dioperasikan sebanyak 100 orang nakes yang diambil dari Rumah Sakit Tentara (RST) Slamet Riyadi di Jalan Slamet Riyadi Surakarta.

Rumkitlap TNI AD di Benteng Vastenburg akan beroperasi selama hingga masih dibutuhkan oleh Pemerintah Daerah Kota Surakarta dalam membantu penanganan COVID-19.

Ia mengatakan rumah sakit semi permanen ini, beroperasi selama masih dibutuhkan membantu masyarakat di Solo. Jika rumah sakit daerah sudah mampu menampung pasien COVID-19 yang sudah menurun tentu akan evaluasi kembali keberadaannya Rumkitlap di Solo.

"Jadi Rumkitlap ini, harus terkoneksi dan sinergi. Rumkitlap ini, bukan hanya program TNI AD semata, tetapi hal ini harus disinergikan dengan kegiatan-kegiatan penanganan COVID-19 bersama pemerintah daerah kabupaten dan kota," katanya.

Wali Kota Surakarta F.X.Rudyatmo mengatakan dengan berdirinya Rumkitlap di Benteng Vastenburg Solo yang rencana bisa menampung 100 pasien tersebut sangat membantu dalam penangan kasus COVID-19 di Solo.

Menurut Rudyatmo, Rumkitlap tersebut untuk mengantisipasi jika terjadi ledakan kasus COVID-19 di Surakarta. Namun, paling tidak pasien COVID-19 di Solo hingga Kamis (21/1) malam sudah turun tinggal 50 pasien di rumah sakit.

"Kami berharap pasien COVID-19 di Solo bisa turun terus sehingga kegiatan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), ada hasilnya," kata Rudyatmo.

Solo soal PPKM yang akan diperpanjang, kata Ruidyatmo, perlu dievaluasi terlebih dahulu. Karena, ada masukan dari sejumlah masyarakat sehingga perlu dibahas terlebih dahulu sebelum dikeluarkan surat edaran (SE) Wali Kota Surakarta. 

Baca juga: Dokter sarankan pasien COVID-19 olah napas demi jaga kebugaran paru
Baca juga: Gubernur dorong terapi plasma konvalesen bagi pasien COVID

Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2024