Pasien COVID-19 di Boyolali bertambah jadi 1.020 orang
Senin, 19 Oktober 2020 13:13 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali Ratri S Survivalina menjelaskan upaya penanggulangan COVID-19. (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)
Boyolali (ANTARA) - Jumlah akumulatif kasus COVID-19 di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, bertambah 13 menjadi total 1.020 kasus menurut data Dinas Kesehatan setempat pada Senin pagi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali Ratri S Survivalina memerinci, jumlah pasien COVID-19 yang meninggal dunia sebanyak 40 orang, pasien yang selesai menjalani karantina 819 orang, pasien yang masih dirawat di rumah sakit 87 orang, dan pasien yang masih menjalani isolasi 74 orang.
"Angka kesembuhan COVID-19 di Boyolali cukup tinggi, yakni sekitar 80 persen," katanya.
Ia mengatakan bahwa Boyolali termasuk daerah dengan risiko penularan COVID-19 sedang dan berada di zona oranye dalam peta risiko penularan virus corona.
Ratri menjelaskan pula bahwa di Boyolali ada 14 klaster penularan COVID-19 aktif, 11 di antaranya klaster keluarga dan sisanya klaster tempat kerja dan tilikan.
Klaster-klaster penularan virus corona itu tersebar di 14 desa yakni Tlogolele, Giriroto, Patabuhan, Juwangi, Pelem, Bandengan, Ngenden, Nggombang, Kebonan, Dibal, Pulutan, Cilodoko, pandehan, dan Banyodono.
Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali terus menjalankan pemeriksaan, pelacakan, dan penanganan untuk mengendalikan penularan COVID-19.
Ratri mengingatkan kembali warga untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan guna menghindari penularan virus corona, termasuk mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak dengan orang lain.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali Ratri S Survivalina memerinci, jumlah pasien COVID-19 yang meninggal dunia sebanyak 40 orang, pasien yang selesai menjalani karantina 819 orang, pasien yang masih dirawat di rumah sakit 87 orang, dan pasien yang masih menjalani isolasi 74 orang.
"Angka kesembuhan COVID-19 di Boyolali cukup tinggi, yakni sekitar 80 persen," katanya.
Ia mengatakan bahwa Boyolali termasuk daerah dengan risiko penularan COVID-19 sedang dan berada di zona oranye dalam peta risiko penularan virus corona.
Ratri menjelaskan pula bahwa di Boyolali ada 14 klaster penularan COVID-19 aktif, 11 di antaranya klaster keluarga dan sisanya klaster tempat kerja dan tilikan.
Klaster-klaster penularan virus corona itu tersebar di 14 desa yakni Tlogolele, Giriroto, Patabuhan, Juwangi, Pelem, Bandengan, Ngenden, Nggombang, Kebonan, Dibal, Pulutan, Cilodoko, pandehan, dan Banyodono.
Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali terus menjalankan pemeriksaan, pelacakan, dan penanganan untuk mengendalikan penularan COVID-19.
Ratri mengingatkan kembali warga untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan guna menghindari penularan virus corona, termasuk mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak dengan orang lain.
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Jateng hadirkan TAC sebagai sistem pengamanan dan pelayanan mudik terpadu
13 March 2026 13:03 WIB
Polda Jateng ungkap pabrik mie berformalin kapasitas 1,5 ton perhari di Boyolali
12 March 2026 4:15 WIB
Bupati Boyolali serahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada keluarga petani
11 March 2026 21:03 WIB
Boyolali giatkan gerakan Indonesia ASRI dengan pembersihan Waduk Cengklik
14 February 2026 18:59 WIB
Pupuk Indonesia catat serapan pupuk subsidi di Boyolali tertinggi di Jawa Tengah
30 January 2026 18:49 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Gubernur Jateng pastikan pelayanan dasar kesehatan masyarakat tetap prioritas
11 April 2026 5:58 WIB