Semarang (ANTARA) - BPJS Kesehatan memberikan perhatian lebih bagi para penderita Hipertensi dan Diabetes di masa pandemi COVID-19 salah satunya dengan updating Tatalaksana Penyakit Diabetes Melitus dan Hipertensi pada Masa Pandemi Covid 19 bagi dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dalam kegiatan Mentoring Spesialis. 

Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua IDI Kota Semarang dr Elang Sumambar dan Sekretaris IDI Kota Semarang dr Sigid Kirana Lintang Bima melalui Webinar kepada FKTP mitra BPJS Kesehatan Cabang Semarang.

Pada mentoring spesialis kesempatan tersebut dipaparkan manajemen penanganan penyakit Hipertensi dan Diabetes saat pandemi COVID-19 di FKTP agar dokter FKTP bisa menyesuaikan diri dalam mengelola pasien, karena penderita Hipertensi dan Diabetes Melitus termasuk orang dengan risiko tinggi terpapar COVID-19, sehingga daya tahan tubuh orang tersebut wajib dijaga.

Baca juga: Yuk mencoba fitur Skrinning COVID-19 di aplikasi Mobile JKN

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi Semarang sekaligus anggota IDI Kota Semarang Ayudyah Suryani mengatakan terdapat 2 golongan yakni risiko sangat tinggi dan risiko tinggi terpapar COVID-19 yakni untuk risiko sangat tinggi: lansia di atas 70 tahun, telah melakukan transplantasi organ, pasien kanker, pasien imunoterapi, transplantasi sumsum atau stemcell selama 6 bulan dan masih mendapatkan obat-obatan imunosupresan, pasien dengan respirasi berat, dan penderita jantung berat atau hamil.

Sedangkan golongan risiko tinggi meliputi lansia 60 tahun, kondisi paru yang tidak terlalu berat, gangguan jantung hipertensi dan diabetes mellitus, obesitas, kanker dengan kondisi imunosupresi, dan gangguan syaraf.

"Dapat kami garis bawahi bahwa Hipertensi, Diabetes, dan Obesitas termasuk dalam kelompok risiko tinggi, mengingat beberapa laporan disebutkan bahwa pasien COVID-19 yang mengalami komorbid Hipertensi berkembang mengalami kondisi yang berat bahkan beberapa membutuhkan ventilator support di Cina diungkapkan sebanyak 20-30 persen kasus. Apalagi faktor Hipertensi dan Diabetes tidak menyerang pada kelompok usia tertentu," kata Ayudyah Suryani.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS kesehatan Asri Wulandari menambahkan sebelumnya BPJS Kesehatan telah mengembangkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis atau Prolanis yang merupakan sistem pelayanan kesehatan dengan pendekatan promotif preventif, kuratif, serta rehabilitatif bagi penderita penyakit kronis di FKTP. 

"Peserta dengan penyakit Hipertensi dan Diabetes Melitus akan dikelola dalam Program Prolanis agar status kesehatannya terkendali," kata Asri Wulandari.

Selama pandemi COVID-19, BPJS Kesehatan telah responsif melakukan gerakan physical distancing, FKTP mitra BPJS Kesehatan Cabang Semarang diimbau mengoptimalkan sistem antrean elektronik serta pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN untuk melakukan komunikasi dan konsultasi dengan peserta. 

Selain itu, lanjut Asri Wulandari, FKTP juga bisa memberikan pelayanan via telepon/ WhatsApp/ Telegram/Aplikasi Telekonsultasi lainnya dan seluruh FKTP diminta untuk mencantumkan dan membagikan nomor telepon  dokternya untuk memudahkan pasien yang ingin konsultasi melalui telepon.

"Untuk pelayanan obat bagi pasien penyakit kronis sekaligus juga sebagai peserta Program Rujuk Balik (PRB) guna meminimalisir kontak pasien dengan dokter dan petugas Apotek, dokter FKTP akan menuliskan resep seperti biasa dan  mengirimkan foto resep tersebut melalui Whatsapp kepada Petugas Apotek. Selanjutnya obat dapat dikirimkan oleh kurir Apotek maupun melalui jasa pengiriman pihak ketiga (grab/gojek)," kata Asri Wulandari.

Baca juga: Peresepan obat program JKN-KIS bisa dilakukan online selama COVID-19
 

Pewarta : Nur Istibsaroh
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2024