Semarang (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah meminta perbankan memberi kemudahan bagi sektor industri di provinsi ini yang terdampak penyebaran virus Corona.

"Kami harapkan perbankan lebih friendly,. Melihat situasi ini sebagai bencana yang tidak diperhitungkan," kata Ketua Kadin Jawa Tengah Kukrit Suryowicaksono di Semarang, Rabu.

Menurut dia, Kadin telah mengumpulkan para pimpinan asosiasi industri untuk memberikan masukan seputar kondisi perekonomian akibat penyebaran Corona.

Ia menuturkan banyak masukan yang disampaikan atas kondisi dunia usaha akibat Corona pada beberapa waktu terakhir ini.

Menurut dia sektor industri yang terdampak langsung dan sudah dirasakan akibatnya yakni tekstil dan farmasi, karena pasokan bahan baku kedua sektor industri tersebut masih sangat tergantung oleh Tiongkok.

Baca juga: Kadin Jateng beri pelatihan agar UMKM jadi "bankable"

"Penyediaan bahan baku turun drastis. Ketersediaan diperkirakan hanya akan sampai April," katanya.

Kondisi tersebut, lanjut dia, tentunya akan berdampak terhadap pemenuhan kewajiban sektor industri, salah satunya ke perbankan.

Oleh karena itu, ia mengharapkan adanya treatment khusus dari industri jasa keuangan terhadap sektor-sektor usaha yang terdampak penyebaran Corona ini.

Meski dikhawatirkan akan berdampak pada pelambatan ekonomi, lanjut dia, imbas dari penyebaran Corona ini tidak sepenuhnya berakibat buruk bagi dunia usaha.

Ia mencontohkan UMKM yang justru menjadikan momentum ini untuk bangkit di saat produk-produk impor dari Tiongkok berkurang.

"Serbuan produk impor dari Tiongkok berkurang, diharapkan serapan terhadap komoditas unggulan UMKM meningkat," katanya.

Baca juga: Ganjar ajak Kadin Jateng ikut kembangkan UMKM
Baca juga: Majukan UMKM, Kadin Jateng bakal beri pelatihan



Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : Sumarwoto
Copyright © ANTARA 2024