Ambon (ANTARA) - Jumlah pengungsi pascagempa di Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Provinsi Maluku dengan magnitudo 6,8 pada 26 September 2019 hingga saat ini telah mencapai 170.900 jiwa atau melonjak dari sebelumnya 95.256 jiwa.

Penjabat Sekda Maluku, Kasrul Selang di Ambon, Selasa mengatakan jumlah 170.900 jiwa itu  dari Kota Ambon 5.980 jiwa, Kabupaten Maluku Tengah 90.833 jiwa dan 74.087 jiwa di Kabupaten SBB.

Korban meninggal sebanyak 39 orang yakni Kota Ambon 11 orang, Maluku Tengah 17 orang dan SBB 11 orang.

Baca juga: Lantai rumah warga Ambon embuskan hawa panas pascagempa

Sedangkan, korban luka, baik berat maupun ringan di Kota Ambon 32 orang, Maluku Tengah luka berat delapan dan luka ringan 1.142 orang serta SBB luka berat 15 orang dan luka ringan 381 orang.

"Data korban meninggal maupun luka ini berdasarkan hasil rekapitulasi Dinas Kesehatan Maluku, sedangkan data pengungsi diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/ kota," ujar Kasrul.

Dia mengemukakan, kerusakan rumah penduduk Kota Ambon tercatat 654 rusak ringan, 253 rusak sedang dan 251 rusak berat. Kabupaten Maluku Tengah rusak ringan 2.238 unit, rusak sedang 1.104 unit dan rusak ringan 724 unit. Kabupaten SBB rusak ringan 353 unit, rusak sedang 480 unit dan rusa berat 298 unit.

Fasilitas pendidikan di kota Ambon, baik PAUD/TK hingga PT tercatat rusak ringan 34 unit, rusak sedang 28 unit dan rusak berat 11 unit.

Kabupaten Maluku Tengah, baik PAUD/TK hingga PT tercatat rusak ringan delapan unit, rusak sedang 39 unit dan rusak berat lima unit.

Kabupaten SBB, baik PAUD/TK hingga PT tercatat rusak ringan tujuh unit, rusak sedang 2 unit dan rusak berat 18 unit.

Fasilitas kesehatan tercatat kota Ambon tujuh unit rusak ringan dan dua rusak sedang. Kabupaten Maluku Tengah dua rusak ringan dan tiga rusak berat. Kabupaten SBB 10 rusak ringan.

Baca juga: Gempa 5,7 SR di Ambon Timbulkan Kepanikan dan Kerusakan

Fasilitas ibadah Kota Ambon 17 gereja rusak ringan dan dua rusak sedang serta masjid sembilan rusak ringan, tiga sedang dan dua rusak berat.


Kabupaten Maluku Tengah gereja delapan rusak ringan, masjid semnbilan rusak ringan serta pesantren dan gedung serbaguna gereja masing - masing satu unit rusak ringan.

Kabupaten SBB tercatat gereja tujuh rusak ringan, 11 rusak sedang dan lima rusak berat. Masjid dua rusak ringan, empat rusak sedang dan dua rusak berat, pastori dua rusak sedang dan satu rusak berat serta gedung serbaguna dan musolah masing - masing satu rusak sedang.

Fasilitas pemerintahan, Kota Ambon tercatat 33 unit rusak ringan dan satu rusak sedang. Kabupaten Maluku Tengah tiga unit rusak ringan serta masing - masing satu unit rusak sedang maupun berat.

Sarana penunjang tercatat kabupaten Maluku Tengah delapan rusak sedang dan enam rusak berat serta kabupaten SBB sembilan rusak sedang dan dua rusak berat.

Sedangkan, fasilitas ekonomi di kota Ambon tercatat dua pasar rusak ringan dan satu rusak, usaha galon dan toko mebel masing - masing satu rusak ringan serta mall dan penginapan masing - masing dua tusak ringan.

Kabupaten Maluku Tengah 67 kios rusak ringan dan tujuh rusak sedang serta pasar satu rusak sedang dan dua rusak berat, usaha galong tiga tusak ringan, rumah makan dua rtusak ringan serta rumah kopi dan tukang besi masing - masing satu rusak ringan.

Kabupaten SBB, tiga rumah makan rusak sedang, empat bengkel rusak berat serta masing - masing satu pertokoan dan pasar ikan Kairatu rusak berat, industri tahu dan tempe satu rusak ringan serta kios empat rusak ringan, delapan rusak sedang dan 15 rusak berat.

"Kami menangani dampak gempa melalui seksi kesehatan, logistik, pengungsi dan perlindungan, pendidikan, sarana prasana dan ekonomi," tandas Kasrul.


 
 

Pewarta : Alex Sariwating
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2024