Jakarta (ANTARA) - Kecewa bercampur heran, itulah yang dirasakan Harry Kane setelah Tottenham Hotspur ditahan imbang 2-2 oleh Olympiacos dalam laga Liga Champions pekan ini, padahal mereka sempat unggul dua gol lebih dulu.

Harry Kane menyebut bahwa ada sesuatu yang kurang beres dalam skuat Tottenham, lantaran mereka justru melakukan kesalahan yang berulang sebagaimana hal yang sama di awal musim kompetisi.

Boleh dibilang, skuat asuhan Mauricio Pochettino membuang keunggulan dua gol dari Olympiacos.

Usia rata-rata pemain Spurs yakni 26,4 tahun. Artinya, faktor usia pemain bukan satu-satunya kelemahan dalam tim.

Pochettino lantas berkata, para pemain asuhannya tidak menjalankan taktik yang diracik agar diterapkan di lapangan.

"Sulit memahami (hasil) laga itu. Dan kami menyadari bahwa kami tidak muda lagi. Kami memiliki segudang pengalaman bertanding," katanya.

"Kami berpengalaman melakoni laga berskala internasional dan membela klub. Pelatih tampak frustrasi, karena dia sudah berada di klub ini selama enam tahun, tetapi kami justru melakukan kesalahan yang sama."

"Untuk itu, kami bertekad mencari untuk menemukan solusinya," kata Kane, penyerang Tottenham sebagaimana dikutip dari laman evening standard.

"Saya tidak meragukan mentalitas personel tim. Kami mampu mencapai final Liga Champions setelah lolos di babak penyisihan grup."

"Kebobolan sebelum paruh waktu membunuh momentum kami," kata Kane.

"Hal serupa juga terjadi saat kami melawan Arsenal. Saya tidak begitu yakin, bahwa hal itu terjadi demikian mudah. Menghadapi laga seperti Liga Champions, kami perlu bertanding dengan kesungguhan agar tidak mudah kebobolan."

"Kami sempat unggul 2-0. Di babak pertama, pelatih mengatakan kami perlu lebih berhati-hati, dan kami melakukan apa yang dikatakannya."

"Unggul 2-0 lebih dulu di ajang Liga Champions, tentunya kami berharap memperoleh kemenangan. Jelas, hasil pertandingan yang membuat kami frustrasi."

Kane mengatakan, "Hasil laga yang mengecewakan, untuk itu kami perlu lebih bekerja keras dan lebih fokus jelang melawan Bayern (Muenchen) di laga selanjutnya. Mereka lawan yang tangguh."

Pochettino tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Ia mengatakan, "Di putaran pertama (Liga Champions), saya tidak merasa gembira. Kami punya rencana, namun kami tidak menjalankan rencana itu."

"Sungguh saya kecewa. Kami mampu unggul dua gol lebih dulu, tetapi hasilnya kami justru beroleh hasil imbang. Sungguh kinerja yang jauh dari apik," kata Pochettino.

Pewarta : AA Ariwibowo
Editor : Antarajateng
Copyright © ANTARA 2024