Purbalingga (ANTARA) - Semua rumah sakit di Jawa Tengah diimbau untuk memiliki bank darah demi menolong nyawa pasien yang membutuhkan transfusi darah, kata Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Tengah Imam Triyanto.

"Jangan sampai ada kisah keluarga pasien lari-lari cari darah ke PMI. Jangan sampai nyawa tak tertolong karena tidak tersedianya bank darah di rumah sakit," katanya di Purbalingga, Selasa.

Imam mengatakan hal itu saat peringatan Hari Ulang Tahun Ke-74 PMI di Pendopo Dipokusumo, Kabupaten Purbalingga, yang dihadiri Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, Ketua DPRD Kabupaten Purbalingga, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Purbalingga, dan tamu undangan lainnya.

Baca juga: PMI Pekalongan menjamin stok darah masih aman

Ia mengatakan ketentuan rumah sakit memiliki bank darah itu sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 83 Tahun 2014 tentang Unit Transfusi Darah, Bank Darah Rumah Sakit, dan Jejaring Pelayanan Transfusi Darah khususnya dalam BAB III Pasal 40.

"Berdasarkan informasi dari PMI Kabupaten Purbalingga, saat ini ada enam rumah sakit di Purbalingga. Namun baru RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata yang telah memiliki bank darah," katanya.

Kendati demikian, dia mengatakan berdasarkan data, kebutuhan darah di Jawa Tengah termasuk Purbalingga telah terpenuhi oleh PMI hingga 99,9 persen.

Dia mengakui kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darahnya cukup baik dan mereka tidak bertanya untuk siapa darah itu diberikan.

Baca juga: Stok menipis, PMI Surakarta ajak masyarakat aktif donor darah

"Mereka juga tidak meminta bayaran dari darah yang telah ia keluarkan. Inilah yang menjadi filosofi sekaligus inspirasi PMI dalam menjalankan peran bantu di bidang kemanusiaan," katanya.

Pihaknya membuka kesempatan bagi masyarakat dari golongan dan strata mana pun untuk bergabung bersama PMI karena pada dasarnya PMI terbuka untuk umum sesuai dengan tujuh prinsipnya, yaitu kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengharapkan PMI mampu bersinergi atau melakukan simbiosis mutualisme dengan pemerintah.

Dia mencontohkan saat sebagian masyarakat Purbalingga menghadapi masalah kekeringan seperti sekarang, PMI turut hadir guna membantu masyarakat,

"Seperti yang kita tahu, Purbalingga itu rawan bencana dan saat ini tengah mengalami kekeringan. Musim kemarau yang cukup panjang ini ternyata membuat kebakaran hutan tak bisa dihindarkan, seperti yang ada di lereng Gunung Slamet. Di sinilah, kami sangat membutuhkan bantuan semua pihak, termasuk PMI," katanya. 

Baca juga: Aplikasi berisi informasi donor darah ini karya mahasiswa ITTP

 

Pewarta : Sumarwoto
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2024