Semarang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat nilai ekspor Jateng selama Juli 2019 mengalami kenaikan hampir dua kali lipat dibandingkan dengan selama Juni.

"Ekspor Jawa Tengah pada Juli mencapai 960,41 juta dolar AS, naik sekitar 93 persen dibanding Juni 2019," kata Kepala BPS Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono di Semarang, Jumat.

Nilai ekspor Jawa Tengah pada Juni 2019 tercatat 496,77 juta dolar AS.

Ia menjelaskan kenaikan tersebut picu oleh lonjakan ekpor sektor migas yqng mencapai 12.447 persen.

Baca juga: Pertumbuhan ekonomi Jateng Semester I capai 5,37 persen

"Peningkatan sektor migas disebabkan oleh kenaikan ekspor hasil minyak," katanya.

Nilai impor Jawa Tengah selama Juli 2019 tercatat mencapai 1.097.27 juta dolar AS, naik 35,40 persen dibandingkan dengan Juni.

Ia mengatakan Tiongkok masih menjadi pemasok utama barang impor ke Jawa Tengah, disusul Jepang, dan Amerika Serikat.

Neraca perdagangan Jawa Tengah pada Juli 2019 mengalami defisit 136,86 juta dolar AS akibat nilai impor yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekspor.

Baca juga: Harga cabai dan biaya pendidikan pemicu inflasi Jateng
Baca juga: Umur harapan hidup penduduk Jateng capai 74,18 tahun


Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2024