"Solo Investment Forum" tawarkan proyek strategis
Kamis, 11 Juli 2019 19:15 WIB
Pelaksanaan SIF 2019 di Mal Solo Paragon (Foto: Aris Wasita)
Solo (ANTARA) - Pelaksanaan "Solo Investment Forum" 2019 menawarkan sejumlah proyek strategis di Soloraya mulai dari sektor infrastruktur, peternakan, hingga pariwisata.
"Seperti kalau di Solo ada 'Solo Convention Hall'. Harapannya investor tertarik atau pemerintah pusat bisa memfasilitasi bagaimana ini terwujud," kata Ketua Penyelenggara SIF 2019 Daryono di sela penyelenggaraan di Mal Solo Paragon, Kamis.
Sedangkan untuk potensi investasi di sejumlah kabupaten yang mengelilingi Soloraya, dikatakannya, Kabupaten Boyolali saat ini menawarkan lahan seluas 52 hektar untuk kawasan peternakan, termasuk di dalamnya 9 hektar untuk peternakan sapi.
"Untuk pariwisata, di Klaten ada umbul untuk wisata. Objek wisata ini bisa dikerjasamakan dengan investor. Di Wonogiri dan Sukoharjo juga ada banyak desa wisata yang dapat dikerjasamakan," katanya.
Selain itu, dikatakannya, di beberapa daerah lain seperti Kabupaten Karanganyar, Wonogiri, dan Sragen ada tanah kas desa yang dapat dikerjasamakan dengan investor.
"Seperti di Ngargoyoso, kita lihat pengusaha rumah makan menyewa tanah kas desa. Ini menggeliatkan ekonomi daerah, daripada mangkrak kan ini bisa jadi peluang. Masyarakat ingin tahu investasi kecil semacam ini," katanya.
Sementara itu, pada pelaksanaan SIF 2019 tersebut, pihaknya mengundang 10 investor dari dalam negeri. Pada akhir bulan ini pihaknya mengagendakan pelaksanaan "Fam Trip" untuk mengenalkan potensi wisata yang ada di Soloraya.
"Kalau target transaksi kami tidak ada target khusus. Kalau dari sisi investor, dari sepuluh ini bisa terjaring dua investor saja sudah sangat bagus," katanya.
Ia berharap keberadaan jalan tol juga menambah ketertarikan investor untuk berinvestasi di kawasan Soloraya.
"Inilah momen, setelah konektivitas terjadi dengan adanya tol. Ini juga sesuai dengan rapat terbatas Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu yang membahas mengenai Jawa Tengah, khususnya terkait potensi ekspor dan pariwisata," katanya.
"Seperti kalau di Solo ada 'Solo Convention Hall'. Harapannya investor tertarik atau pemerintah pusat bisa memfasilitasi bagaimana ini terwujud," kata Ketua Penyelenggara SIF 2019 Daryono di sela penyelenggaraan di Mal Solo Paragon, Kamis.
Sedangkan untuk potensi investasi di sejumlah kabupaten yang mengelilingi Soloraya, dikatakannya, Kabupaten Boyolali saat ini menawarkan lahan seluas 52 hektar untuk kawasan peternakan, termasuk di dalamnya 9 hektar untuk peternakan sapi.
"Untuk pariwisata, di Klaten ada umbul untuk wisata. Objek wisata ini bisa dikerjasamakan dengan investor. Di Wonogiri dan Sukoharjo juga ada banyak desa wisata yang dapat dikerjasamakan," katanya.
Selain itu, dikatakannya, di beberapa daerah lain seperti Kabupaten Karanganyar, Wonogiri, dan Sragen ada tanah kas desa yang dapat dikerjasamakan dengan investor.
"Seperti di Ngargoyoso, kita lihat pengusaha rumah makan menyewa tanah kas desa. Ini menggeliatkan ekonomi daerah, daripada mangkrak kan ini bisa jadi peluang. Masyarakat ingin tahu investasi kecil semacam ini," katanya.
Sementara itu, pada pelaksanaan SIF 2019 tersebut, pihaknya mengundang 10 investor dari dalam negeri. Pada akhir bulan ini pihaknya mengagendakan pelaksanaan "Fam Trip" untuk mengenalkan potensi wisata yang ada di Soloraya.
"Kalau target transaksi kami tidak ada target khusus. Kalau dari sisi investor, dari sepuluh ini bisa terjaring dua investor saja sudah sangat bagus," katanya.
Ia berharap keberadaan jalan tol juga menambah ketertarikan investor untuk berinvestasi di kawasan Soloraya.
"Inilah momen, setelah konektivitas terjadi dengan adanya tol. Ini juga sesuai dengan rapat terbatas Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu yang membahas mengenai Jawa Tengah, khususnya terkait potensi ekspor dan pariwisata," katanya.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Immanuel Citra Senjaya
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pejabat Kemenhub ditugasi kumpulkan uang untuk pemenangan Pilpres 2019
13 January 2025 17:12 WIB, 2025
Ini catatan tim terbaik dan terburuk Eropa saat kompetisi di era pandemi
04 August 2020 14:32 WIB, 2020
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Jateng tetapkan pariwisata-ekonomi halal berbasis syariah prioritas pembangunan 2027
06 February 2026 18:43 WIB
Seribu pedagang siap ramaikan tradisi Pasar Dandangan Kudus sambut Ramadhan
06 February 2026 11:48 WIB