Jakarta (ANTARA) - Pameran modifikasi otomotif Intersport Auto Show dibuka di Semarang pada 6-7 Juli 2019, menjadi ajang pembuka dari rangkaian pameran lima kota di Pulau Jawa yang partai finalnya akan berlangsung di Jakarta.

Penyelenggara memilih Semarang sebagai kota pembuka karena ibu kota Jawa Tengah itu merupakan salah satu barometer otomotif di Indonesia, selain Surabaya dan Jakarta.

Ketua Penyelenggara Intersport Auto Show, Andre Irawan, mengatakan seluruh rangkaian Intersport Auto Show 2019 akan dilangsungkan di tempat terbuka, sehingga akan menjadi salah satu ciri khas pameran itu ke depannya.

"Kami adakan ajang ini di tempat terbuka. Untuk setiap kota akan diselenggarakan dengan kondisi yang sama. Dan ini akan menjadi ciri khas penyelenggaraan Intersport Auto Show 2019,” ungkap Ketua Panitia Penyelenggara Intersport Auto Show, Andre Irawan, dalam keterangannya Senin.

Intersport Auto Show yang memasuki gelaran tahun kedua mengusung modifikasi standar sebagai acuan dasar dalam setiap kontes modifikasi di setiap kota. Konsep modifikasi Intersport Auto Show 2019 adalah "Proper Car Contest", yakni mengutamakan kenyamanan dan fungsinya sebagai kendaraan pada umumnya.

  Seri perdana Intersport Auto Show 2019 digelar di Semarang (ANTARA News/HO)

Pameran ini juga berupaya merangkul banyak gaya modifikasi di Semarang, antara lain elegan, retro, off-road dan banyak lainnya. Namun yang menarik adalah perkembangan gaya street racing yang ditunjukkan pada mobil Estilo hingga FT86, atau Osaka Style hingga Tokyo JDM.

Di antara 30 mobil modifikasi yang terpilih, muncul pemain modifikasi elegan yang banyak menggunakan air suspension (suspensi udara) dan sleeper car (mobil berperforma tinggi dengan eksterior yang secara kasat mata terlihat mirip/identik dengan standar).

Kendati demikian, tahun ini tidak ada satu pun peserta yang mengikuti kategori racing. Namun sejumlah kategori cukup diminati, antara lain 14 mobil pada kategori Street Racing, 3 mobil Retro Racing, 1 mobil VIP dan 12 mobil Elegan.

Seluruh peserta akan menghadapi sistem penjurian "Live Judging", di mana tiap kontestan diwajibkan memberikan presentasi kendaraannya di atas panggung, kemudian menjelaskan bagian-bagian yang dimodifikasi secara rinci secara live (langsung).

"Tujuan dari Live Judging ini adalah untuk menunjukkan acara adalah real car enthusiast, bukan sekadar pemilik ikut kontes modif saja, tetapi pemilik benar-benar mengetahui seluk-beluk modifikasi pada mobilnya,” ujar Andre Irawan.

Andre menambahkan, Live Judging akan menjadi edukasi untuk setiap pengunjung agar mengetahui seluk beluk modifikasi.

“Yang utama adalah para pengunjung bisa melek informasi seputar modifikasi,” tutup Andre.


Baca juga: IIMS Motobike 2019, pameran otomotif khusus roda dua

Baca juga: GIIAS libatkan pelajar dan mahasiswa dalam pengenalan dunia otomotif
 

 


Pewarta : A069
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2024