Cegah karies gigi, mahasiswi Farmasi UMP manfaatkan lendir bekicot
Minggu, 7 Juli 2019 22:23 WIB
Tiga mahasiswi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE) Fakultas Farmasi UMP menunjukkan pasta gigi buatan mereka yang dapat digunakan untuk mencegah karies gigi. (Foto: Dok. UMP)
Purwokerto (ANTARA) - Tiga mahasiswi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE) Fakultas Farmasi UMP membuat pasta gigi pencegah karies gigi dengan memanfaatkan lendir bekicot (Achatina fulica).
"Pasta gigi gel dengan nama 'Gelecot Toothpaste' ini merupakan terobosan baru untuk mencegah karies gigi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki prevalensi tinggi terhadap karies gigi, baik pada usia anak-anak maupun dewasa," kata Ketua Kelompok Peneliti Bekicot Tim PKM-PE Nofita Fitri Kurniasih di Purwokerto, Selasa (2/7).
Lebih lanjut, dia mengatakan bekicot yang termasuk binatang bertubuh lunak (Molusca, red.) merupakan salah satu hama tanaman yang meresahkan masyarakat sehingga sering dibuang karena dianggap mengganggu tanaman.
Baca juga: Mahasiswa UMP bikin ramuan pembasmi kutu rambut dari ekstrak apel
Oleh karena itu, dia bersama dua rekannya, Rahma Fauzia Madaningrum dan Nurvidian Khasanah, menjadikan bekicot sebagai bahan penelitian, hingga akhirnya dapat membuat inovasi atau terobosan baru berupa ramuan pencegah karies gigi dengan memanfaatkan lendir hama tanaman tersebut.
Dalam hal ini, kata dia, penelitian terhadap bekicot dilakukan setelah pihaknya melihat data yang menyebutkan bahwa tingkat prevalensi penyakit karies gigi di Indonesia tergolong tinggi.
"Bekicot memiliki protein bernama achasin yang dapat menjadi reseptor pengikat protein (enzim) bakteri, sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans penyebab karies gigi. Dalam melaksanakan penelitian, kami dibimbing salah seorang Dosen Fakultas Farmasi UMP, yakni Bapak Erza Genatika, M.Sc., Apt.," jelasnya.
Baca juga: Mahasiswa UMP ciptakan celana terapi bagi balita berkaki X/O
Sementara itu, dosen pembimbing penelian, Erza Genatrika, M.Sc., Apt. mengaku bangga dengan diciptakan pasta gigi gel "Gelecot Toothpaste" yang diharapkan bakal dapat mengurangi permasalahan penyakit karies gigi.
"Saya berharap dengan adanya produk pasta gigi gel ini, dapat memberi manfaat serta mampu mengurangi permasalahan penyakit karies gigi di Indonesia," katanya.
Dalam kesempatan terpisah, salah seorang Dosen Fakultas Agama Islam UMP Drs. Wage, M.Ag. mengakui jika lendir bekicot dianggap menjijikan bagi sebagian orang namun setelah dimanfaatkan dengan baik melaui serangkaian penelitian hingga akhirnya dapat menciptakan pasta gigi pencegah karies gigi.
"Bekicot dimanfaatkan untuk kosmetik yaitu pasta gigi diperbolehkan oleh MUI. Karena unsur illat (alasan) menjijikannya sudah tidak ada," katanya. *
"Pasta gigi gel dengan nama 'Gelecot Toothpaste' ini merupakan terobosan baru untuk mencegah karies gigi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki prevalensi tinggi terhadap karies gigi, baik pada usia anak-anak maupun dewasa," kata Ketua Kelompok Peneliti Bekicot Tim PKM-PE Nofita Fitri Kurniasih di Purwokerto, Selasa (2/7).
Lebih lanjut, dia mengatakan bekicot yang termasuk binatang bertubuh lunak (Molusca, red.) merupakan salah satu hama tanaman yang meresahkan masyarakat sehingga sering dibuang karena dianggap mengganggu tanaman.
Baca juga: Mahasiswa UMP bikin ramuan pembasmi kutu rambut dari ekstrak apel
Oleh karena itu, dia bersama dua rekannya, Rahma Fauzia Madaningrum dan Nurvidian Khasanah, menjadikan bekicot sebagai bahan penelitian, hingga akhirnya dapat membuat inovasi atau terobosan baru berupa ramuan pencegah karies gigi dengan memanfaatkan lendir hama tanaman tersebut.
Dalam hal ini, kata dia, penelitian terhadap bekicot dilakukan setelah pihaknya melihat data yang menyebutkan bahwa tingkat prevalensi penyakit karies gigi di Indonesia tergolong tinggi.
"Bekicot memiliki protein bernama achasin yang dapat menjadi reseptor pengikat protein (enzim) bakteri, sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans penyebab karies gigi. Dalam melaksanakan penelitian, kami dibimbing salah seorang Dosen Fakultas Farmasi UMP, yakni Bapak Erza Genatika, M.Sc., Apt.," jelasnya.
Baca juga: Mahasiswa UMP ciptakan celana terapi bagi balita berkaki X/O
Sementara itu, dosen pembimbing penelian, Erza Genatrika, M.Sc., Apt. mengaku bangga dengan diciptakan pasta gigi gel "Gelecot Toothpaste" yang diharapkan bakal dapat mengurangi permasalahan penyakit karies gigi.
"Saya berharap dengan adanya produk pasta gigi gel ini, dapat memberi manfaat serta mampu mengurangi permasalahan penyakit karies gigi di Indonesia," katanya.
Dalam kesempatan terpisah, salah seorang Dosen Fakultas Agama Islam UMP Drs. Wage, M.Ag. mengakui jika lendir bekicot dianggap menjijikan bagi sebagian orang namun setelah dimanfaatkan dengan baik melaui serangkaian penelitian hingga akhirnya dapat menciptakan pasta gigi pencegah karies gigi.
"Bekicot dimanfaatkan untuk kosmetik yaitu pasta gigi diperbolehkan oleh MUI. Karena unsur illat (alasan) menjijikannya sudah tidak ada," katanya. *
Pewarta : KSM
Editor : Sumarwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
FKG UMS kukuhkan 22 Dokter Gigi baru, tiga periode beruntun catat kelulusan 100 persen one shot
05 December 2025 18:47 WIB
RSGM Soelastri kembali gelar pemeriksaan gigi gratis untuk masyarakat umum
22 October 2025 14:42 WIB
RSGM Soelastri UMS lantik direksi baru perkuat komitmen layanan dan edukasi kesehatan gigi
01 October 2025 16:57 WIB
Dari keluarga sederhana, Novita Dwi Lokasari wujudkan mimpi menjadi dokter gigi
22 May 2025 17:43 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Prof Fihris: Pendidikan islam harus jadi ruang aman bagi dialog, bukan arena eksklusivisme
19 jam lalu
Prof. Ali Murtadho tawarkan rekonstuksi paradigma ekonomi islam integratif-humanistik
15 February 2026 11:46 WIB
Prof. Ali Imron: Hukum Perdata Islam harus hidup berdialog dengan realitas sosial
15 February 2026 9:44 WIB
Teologi Digital Wasathiyyah, Prof. Mudhofi menawarkan jalan tengah hadapi AI dan polarisasi keagamaan
15 February 2026 9:22 WIB