Racikan kotoran kerbau pembunuh nyamuk ciptaan mahasiswa UNS menang di Jepang
Kamis, 4 Juli 2019 10:26 WIB
Mahasiswa UNS yang berhasil meraih emas di kompetisi internasional (Foto: dok. UNS)
Solo (ANTARA) - Sebanyak lima mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meraih emas pada kompetisi internasional "Japan Design, Idea & Invention Expo" di Tokyo Washington Hotel, Tokyo, Jepang.
"Pada kompetisi ini kami mengikutsertakan ciptaan kami yang namanya Bongi, yaitu pembunuh nyamuk yang terbuat dari kotoran kerbau. Kami buat dalam bentuk spray (semprotan)," kata salah seorang mahasiswa Sofia Oka Rodiana yang berasal dari Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di Solo, Kamis.
Ia mengatakan nama Bongi sendiri merupakan kependekan dari Bahasa Jawa, yaitu "Kebo Wangi".
Baca juga: Paduan suara UNS akan ikuti kompetisi internasional di Italia
"'Branding ini menggambarkan bahwa produk yang kami buat berasal dari kotoran kerbau atau dalam bahasa Jawa disebut dengan keo," katanya.
Ia mengatakan ide menciptakan produk tersebut berawal saat salah satu dari kelima mahasiswa tersebut yang bernama Rizhal Akbar Jaya Pratama melihat banyaknya kotoran kerbau yang tidak dimanfaatkan.
"Saat melakukan praktikum di Karanganyar, saya melihat kotoran kerbau tak termanfaatkan oleh masyarakat. Sejauh ini kotoran kerbau baru dimanfaatkan sebagai pupuk organik atau pupuk kandang," kata Rizhal.
Oleh karena itu, ia berpikir untuk menyulap kotoran tersebut menjadi sesuatu yang lebih bernilai untuk memberdayakan masyarakat, khususnya masyarakat Karanganyar.
Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi motor penggerak penelitian mahasiswa yang lain.
"Selanjutnya kami bisa melakukan publikasi jurnal internasional," katanya.
Selain Sofia dan Rizhal, tiga mahasiswa lain yang ikut menciptakan produk tersebut yaitu Nor Isnaeni Dwi Arista, Rahma Amira Zhalzabila, dan Hifqi Himawan.
Baca juga: Kebutuhan baterai jadi masalah, Menristekdikti kembangkan pusat penelitian di UNS
"Pada kompetisi ini kami mengikutsertakan ciptaan kami yang namanya Bongi, yaitu pembunuh nyamuk yang terbuat dari kotoran kerbau. Kami buat dalam bentuk spray (semprotan)," kata salah seorang mahasiswa Sofia Oka Rodiana yang berasal dari Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di Solo, Kamis.
Ia mengatakan nama Bongi sendiri merupakan kependekan dari Bahasa Jawa, yaitu "Kebo Wangi".
Baca juga: Paduan suara UNS akan ikuti kompetisi internasional di Italia
"'Branding ini menggambarkan bahwa produk yang kami buat berasal dari kotoran kerbau atau dalam bahasa Jawa disebut dengan keo," katanya.
Ia mengatakan ide menciptakan produk tersebut berawal saat salah satu dari kelima mahasiswa tersebut yang bernama Rizhal Akbar Jaya Pratama melihat banyaknya kotoran kerbau yang tidak dimanfaatkan.
"Saat melakukan praktikum di Karanganyar, saya melihat kotoran kerbau tak termanfaatkan oleh masyarakat. Sejauh ini kotoran kerbau baru dimanfaatkan sebagai pupuk organik atau pupuk kandang," kata Rizhal.
Oleh karena itu, ia berpikir untuk menyulap kotoran tersebut menjadi sesuatu yang lebih bernilai untuk memberdayakan masyarakat, khususnya masyarakat Karanganyar.
Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi motor penggerak penelitian mahasiswa yang lain.
"Selanjutnya kami bisa melakukan publikasi jurnal internasional," katanya.
Selain Sofia dan Rizhal, tiga mahasiswa lain yang ikut menciptakan produk tersebut yaitu Nor Isnaeni Dwi Arista, Rahma Amira Zhalzabila, dan Hifqi Himawan.
Baca juga: Kebutuhan baterai jadi masalah, Menristekdikti kembangkan pusat penelitian di UNS
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gathering mahasiswa internasional UMS perkuat persatuan dan kehangatan Ramadan
17 March 2026 21:55 WIB
Mendag dorong desainer muda Kudus miliki brand dan perluas pasar nasional dan internasional
12 March 2026 23:49 WIB
Mahasiswa asing UMS gaungkan dakwah internasional di SD Muhammadiyah PK Baturan Colomadu
12 March 2026 19:32 WIB
"Hijasmita", UMKM binaan BRI angkat desain hijab moderen berbasis kearifan lokal
03 March 2026 21:03 WIB
Bandara I Gusti Ngurah Rai batalkan 15 penerbangan internasional imbas perang
02 March 2026 14:44 WIB
UIN Walisongo dan Konsulat Jenderal Australia Surabaya perkuat kolaborasi akademik internasional
25 February 2026 11:09 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Kado Lebaran terindah 98,77% peserta PPG UIN Walisongo dinyatakan lulus sertifikasi
18 March 2026 11:04 WIB
Lawan KBGO di era digital, Milad IMM Adam Malik dan IMM Averroes UMS gelar seminar edukasi
16 March 2026 15:01 WIB
Cegah cedera olahraga, Penjas UMS gelar International Guest Lecture bahas biomekanika
15 March 2026 20:38 WIB