Solo (ANTARA) - Real Estate Indonesia (REI) memperkirakan harga rumah komersial di kawasan Solo, Jawa Tengah, naik 20 persen pada tahun ini jika dibandingkan dengan tahun lalu seiring dengan kenaikan harga tanah dan material bangunan.

"Setiap tahun pasti ada kenaikan harga, 20 persen ini minimal," kata Ketua REI Soloraya, Anthony Abadi Hendro Prasetyo di Solo, Senin.

Ia mengatakan sejauh ini penjualan rumah komersial di kawasan Soloraya mengalami perlambatan. Meski demikian, ia enggan menjelaskan penyebab perlambatan pembelian oleh masyarakat tersebut.

"Tahun lalu saja, realisasi penjualan rumah komersial hanya sekitar 20 persen dari total penjualan rumah sederhana," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan data REI, realisasi penjualan rumah sederhana di Soloraya pada tahun lalu sebesar 90 persen dari target pembangun 5.000 unit rumah.

Meski pada tahun ini tidak ada target khusus untuk penjualan rumah komersial, pihaknya berupaya mengoptimalkan penjualan mengingat rumah komersial juga menjadi bagian dari program 1 juta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.

"Program 1 juta rumah ini kan 30 persennya rumah komersial, 70 persen rumah sederhana. Jadi kami berpegang pada target itu," katanya.

Sementara itu, dikatakannya, khusus di Soloraya penjualan rumah komersial didominasi oleh harga Rp250.000.000-Rp500.000.000/unit.

"Oleh karena itu, kami minta masyarakat yang memang berencana memiliki rumah lebih baik jangan ditunda. Bisa saja makin lama harganya makin tidak terjangkau," katanya.

Pewarta : Aris Wasita
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2024