Ponsel Nokia 7 Plus diduga kirim data ke China
Sabtu, 23 Maret 2019 11:24 WIB
Produk Nokia 7 Plus yang telah diluncurkan secara global. (nokia.com)
Jakarta (ANTARA) - Finlandia akan menyelidiki dugaan ponsel Nokia 7 yang mengirim data ke server di China, berdasarkan temuan kasus dari media Norwegia NRK.
Ombudsman perlindungan data Finlandia, Reijo Aarnio, akan menyelidiki apakah kebocoran tersebut memuat informasi pribadi dan apakah ada justifikasi mengenai praktik itu, demikian dilaporkan Reuters, dikutip Jumat.
Lisensi untuk ponsel Nokia saat ini dipegang oleh HMD Global yang bermarkas di Helsinki, Finlandia.
HMD mengaku tidak ada data pribadi yang jatuh ke tangan penyedia ketiga. Menurut HMD, kasus itu terjadi akibat malfungsi tiba-tiba atau "glitch" pada perangkat lunak di salah satu set produksi dan sudah diperbaiki.
Baca juga: Nokia: 70 persen operator fokus ke 5G
NRK mempublikasikan temuan itu pada Kamis (21/3) waktu setempat yang menyatakan HMD sudah mengakui kejadian tersebut, sejumlah ponsel yang tidak diketahui pasti angkanya mengirimkan data ke server China.
Seorang pengguna Nokia 7 Plus mengadu ke NRK bahwa ponselnya sering mengirimkan data ke server tertentu dalam format yang tidak ter-enkripsi. NRK melaporkan bahwa HMD Global tidak mau menyebutkan pemilik server tersebut.
Tapi, laman Phone Arena menyebutkan server tersebut berasal dari operator China Telecom milik pemerintah.
Diduga ponsel Nokia 7 Plus bermasalah tersebut semula dirancang untuk dipasarkan di China, namun, tidak diketahui bagaimana, masuk ke Eropa.
Baca juga: Nokia kenalkan 3.1 Plus, baterai awet hingga 2 hari
Ombudsman perlindungan data Finlandia, Reijo Aarnio, akan menyelidiki apakah kebocoran tersebut memuat informasi pribadi dan apakah ada justifikasi mengenai praktik itu, demikian dilaporkan Reuters, dikutip Jumat.
Lisensi untuk ponsel Nokia saat ini dipegang oleh HMD Global yang bermarkas di Helsinki, Finlandia.
HMD mengaku tidak ada data pribadi yang jatuh ke tangan penyedia ketiga. Menurut HMD, kasus itu terjadi akibat malfungsi tiba-tiba atau "glitch" pada perangkat lunak di salah satu set produksi dan sudah diperbaiki.
Baca juga: Nokia: 70 persen operator fokus ke 5G
NRK mempublikasikan temuan itu pada Kamis (21/3) waktu setempat yang menyatakan HMD sudah mengakui kejadian tersebut, sejumlah ponsel yang tidak diketahui pasti angkanya mengirimkan data ke server China.
Seorang pengguna Nokia 7 Plus mengadu ke NRK bahwa ponselnya sering mengirimkan data ke server tertentu dalam format yang tidak ter-enkripsi. NRK melaporkan bahwa HMD Global tidak mau menyebutkan pemilik server tersebut.
Tapi, laman Phone Arena menyebutkan server tersebut berasal dari operator China Telecom milik pemerintah.
Diduga ponsel Nokia 7 Plus bermasalah tersebut semula dirancang untuk dipasarkan di China, namun, tidak diketahui bagaimana, masuk ke Eropa.
Baca juga: Nokia kenalkan 3.1 Plus, baterai awet hingga 2 hari
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polemik PLTP Gunung Ungaran, Pemprov Jateng siap jembatani aspirasi warga
03 September 2026 20:53 WIB
Pemanfaatan pati singkong untuk padamkan kebakaran, ini penjelasan peneliti dari SV Undip
28 August 2026 19:20 WIB
Pemprov Jateng dorong transformasi sektor perhubungan berbasis ekonomi hijau
24 August 2026 22:58 WIB
Kemkomdigi perkuat infrastruktur digital untuk digitalisasi perlindungan sosial
14 August 2026 18:51 WIB
Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, PLN tegaskan kesiapan dukung era kendaraan listrik
04 August 2026 20:19 WIB
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
Cara pantau CCTV analog via smartphone tanpa perlu beli perangkat baru
24 April 2025 16:29 WIB, 2025
Xiaomi Indonesia kenalkan strategi integrasikan manusia, mobil, dan rumah
31 May 2024 16:17 WIB, 2024