Ini tiga PR di Hari Guru
Senin, 26 November 2018 18:36 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan sambutan saat peringatan Hari Guru Nasional di halaman Balai Kota Semarang, Senin (26/11). (Foto: Dok Humas Setda Kota Semarang)
Semarang (Antaranews Jateng) - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebutkan setidaknya masih ada tiga pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terkait dengan momentum peringatan Hari Guru Nasional.
"Masih ada tiga PR yang berat, yakni bagaimana kesejahteraan tercukupi, infrastruktur sarana pendidikan bagus, dan menyiapkan guru seiring perkembangan era digital," katanya di Semarang, Senin.
Hal tersebut diungkapkan Hendi, sapaan akrab orang nomor satu di Kota Semarang itu saat memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional yang dilaksanakan di halaman Balai Kota Semarang.
Hendi menjelaskan generasi sekarang ini berbeda dengan generasi zaman dulu dengan semakin maju dan pesatnya teknologi informasi dan komunikasi, khusus di era milenial dan digital.
"Generasi-generasi milenial hari ini jauh berbeda dengan pola pendidikan zaman dahulu sehingga (pola pendidikan, red.) harus menyesuaikan dan selalu dinamis mengikuti perkembangan zaman," katanya.
Artinya, kata dia, dibutuhkan pelatihan-pelatihan untuk para guru terkait dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang selama ini berkembang dengan sedemikian pesatnya.
Diakuinya, PR besar tersebut merupakan tugas pemerintah, termasuk Pemerintah Kota Semarang kepada guru sebagai pahlawan yang selama ini sudah mencetak para pemimpin bangsa.
"Ini adalah komitmen terhadap guru, dari pemerintah khususnya dan seluruh bangsa. Mereka (guru, red.) sudah mendidik anak-anak bangsa menjadi pemimpin bangsa yang berintelektual dan berakhlak," katanya.
Ia mencontohkan presiden yang tentunya berasal dari didikan guru, pejabat juga dididik oleh guru, demikian pula pengusaha yang berhasil karena jasa para guru yang membimbing mereka dengan ilmu dan pengetahuan.
Sebagai bentuk komitmen untuk menyelesaikan tiga PR besar itu, dirinya dalam berbagai kesempatan berkeliling sekolah-sekolah untuk melihat kondisi siswa, guru, dan sarana prasarana yang semakin membaik.
Hanya saja, Hendi mengaku kondisi guru di sekolah-sekolah swasta masih menjadi perhatiannya, sebab tingkat kesejahteraan mereka yang bekerja di sekolah swasta sepertinya belum mengalami peningkatan.
Ia sudah meminta Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk mendata kondisi dan kebutuhan guru di sekolah-sekolah swasta untuk mendapatkan bantuan dari APBD Kota Semarang.
"Untuk yang sekolah negeri, semakin baik karena kami bisa langsung kasih perhatian. Nah, yang sekolah swasta ini kami lagi minta Pak Gun (Kepala Disdik, red.) untuk menginventarisasi apa yang bisa dibantu dari APBD," katanya.
"Masih ada tiga PR yang berat, yakni bagaimana kesejahteraan tercukupi, infrastruktur sarana pendidikan bagus, dan menyiapkan guru seiring perkembangan era digital," katanya di Semarang, Senin.
Hal tersebut diungkapkan Hendi, sapaan akrab orang nomor satu di Kota Semarang itu saat memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional yang dilaksanakan di halaman Balai Kota Semarang.
Hendi menjelaskan generasi sekarang ini berbeda dengan generasi zaman dulu dengan semakin maju dan pesatnya teknologi informasi dan komunikasi, khusus di era milenial dan digital.
"Generasi-generasi milenial hari ini jauh berbeda dengan pola pendidikan zaman dahulu sehingga (pola pendidikan, red.) harus menyesuaikan dan selalu dinamis mengikuti perkembangan zaman," katanya.
Artinya, kata dia, dibutuhkan pelatihan-pelatihan untuk para guru terkait dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang selama ini berkembang dengan sedemikian pesatnya.
Diakuinya, PR besar tersebut merupakan tugas pemerintah, termasuk Pemerintah Kota Semarang kepada guru sebagai pahlawan yang selama ini sudah mencetak para pemimpin bangsa.
"Ini adalah komitmen terhadap guru, dari pemerintah khususnya dan seluruh bangsa. Mereka (guru, red.) sudah mendidik anak-anak bangsa menjadi pemimpin bangsa yang berintelektual dan berakhlak," katanya.
Ia mencontohkan presiden yang tentunya berasal dari didikan guru, pejabat juga dididik oleh guru, demikian pula pengusaha yang berhasil karena jasa para guru yang membimbing mereka dengan ilmu dan pengetahuan.
Sebagai bentuk komitmen untuk menyelesaikan tiga PR besar itu, dirinya dalam berbagai kesempatan berkeliling sekolah-sekolah untuk melihat kondisi siswa, guru, dan sarana prasarana yang semakin membaik.
Hanya saja, Hendi mengaku kondisi guru di sekolah-sekolah swasta masih menjadi perhatiannya, sebab tingkat kesejahteraan mereka yang bekerja di sekolah swasta sepertinya belum mengalami peningkatan.
Ia sudah meminta Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk mendata kondisi dan kebutuhan guru di sekolah-sekolah swasta untuk mendapatkan bantuan dari APBD Kota Semarang.
"Untuk yang sekolah negeri, semakin baik karena kami bisa langsung kasih perhatian. Nah, yang sekolah swasta ini kami lagi minta Pak Gun (Kepala Disdik, red.) untuk menginventarisasi apa yang bisa dibantu dari APBD," katanya.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Nur Istibsaroh
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Satpol PP Semarang segel 22 kamar Rusunawa Kudu karena belum bayar tunggakan
19 August 2026 20:01 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Presiden Prabowo targetkan biaya pendidikan negeri di semua jenjang gratis
19 September 2026 10:09 WIB
Riset EIT Portabel UIN Walisongo raih capaian di atas 80 persen dalam Monev MoRA The AIR Fund
17 September 2026 8:44 WIB
Rektor UIN Walisongo jadi narasumber NASUHA 2026, dorong pembaruan hukum keluarga islam
17 September 2026 8:34 WIB
SV Undip bekali siswa SMAN 2 Mranggen bangun personal branding di era digital
16 September 2026 10:15 WIB
Dari stand astronomi ke pilihan kuliah: Pengunjung MTQ tertarik daftarkan anaknya ke UIN Walisongo
16 September 2026 9:46 WIB
FDK UIN Walisongo gelar stadium general tentang ketahanan keluarga menuju Indonesia Emas 2045
16 September 2026 9:28 WIB