Temanggung tuntaskan pendataan Program Indonesia Sehat
Jumat, 2 November 2018 14:20 WIB
Ilustrasi. Petugas Puskesmas Sindangbarang Kota Bogor menyuntikkan vaksin Td (tetanus difteri) kepada siswa SD di ruang UKS SD Insan Kamil, jalan Dramaga, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (28/11/2016). (Foto: Arif Firmansyah )
Temanggung (Antaranews Jateng) - Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, melalui masing-masing puskesmas di daerah tersebut telah menyelesaikan pendataan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).
"Pendataan ke seluruh keluarga di Kabupaten Temanggung sudah selesai pada bulan Oktober 2018 dan bulan November ini dilakukan analisis," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung Suparjo di Temanggung, Jumat.
Ia menuturkan analilis ini bertujuan menemukan masalah dan merumuskan langkah tindak lanjut.
Ia mengatakan karena pendataan berlangsung selama 10 bulan, yakni Januari-Oktober 2018 sehingga analisis itu sambil berjalan, saat ini belum selesai dan masih proses, tetapi sebagian sudah diketahui sehingga sebagian sudah direncanakan di tahun 2019.
"Jadi tahun 2019 itu intervensinya, walaupun analisisnya belum selesai tetapi kita sudah memasukkan intervensi di 2019. Nanti kalau analisisnya selesai mungkin kalau ada intervensi-intervensi yang perlu ditambahkan masuk di anggaran perubahan," katanya.
Ia menjelaskan pendataan dilakukan oleh tenaga kesehatan yang terlatih, ada bidan, perawat, sarjana kesehatan masyarakat yang diberi honor dari APBN.
Ia menyebutkan khusus untuk Kabupaten Temanggung pendataan tersebut membutuhkan dana Rp3,4 miliar.
"Anggarannya di masing-masing puskesmas, total Rp3,4 miliar," katanya.
Ia mengatakan melalui pendataan tersebut diharapkan mendapatkan data primer yang benar-benar dapat diandalkan supaya tahu persis permasalahan di masyarakat.
"Nantinya permasalahan itu kita intervensi, salah satu permasalahan itu adalah jamban. Masalah ini menjadi superprioritas untuk ditangani di tahun 2019," katanya.
Menurut dia kendala pendataan secara teknis tidak ada, karena petugas sudah terlatih dan mempunyai sertifikat.
"Mereka benar-benar sudah siap untuk melakukan pendataan, cuma kemarin khusus di daerah pertembakauan pelaksanaannya agak terkendala, namun bisa disiasati dengan melakukan pendataan sebelum memasuki tanam tembakau, yakni bulan Januari-April, karena kalau sudah memasuki tanam tembakau apalagi saat panen tembakau masyarakat sulit ditemui, padahal dalam pendataan itu petugas harus ketemu orangnya," katanya. *
"Pendataan ke seluruh keluarga di Kabupaten Temanggung sudah selesai pada bulan Oktober 2018 dan bulan November ini dilakukan analisis," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung Suparjo di Temanggung, Jumat.
Ia menuturkan analilis ini bertujuan menemukan masalah dan merumuskan langkah tindak lanjut.
Ia mengatakan karena pendataan berlangsung selama 10 bulan, yakni Januari-Oktober 2018 sehingga analisis itu sambil berjalan, saat ini belum selesai dan masih proses, tetapi sebagian sudah diketahui sehingga sebagian sudah direncanakan di tahun 2019.
"Jadi tahun 2019 itu intervensinya, walaupun analisisnya belum selesai tetapi kita sudah memasukkan intervensi di 2019. Nanti kalau analisisnya selesai mungkin kalau ada intervensi-intervensi yang perlu ditambahkan masuk di anggaran perubahan," katanya.
Ia menjelaskan pendataan dilakukan oleh tenaga kesehatan yang terlatih, ada bidan, perawat, sarjana kesehatan masyarakat yang diberi honor dari APBN.
Ia menyebutkan khusus untuk Kabupaten Temanggung pendataan tersebut membutuhkan dana Rp3,4 miliar.
"Anggarannya di masing-masing puskesmas, total Rp3,4 miliar," katanya.
Ia mengatakan melalui pendataan tersebut diharapkan mendapatkan data primer yang benar-benar dapat diandalkan supaya tahu persis permasalahan di masyarakat.
"Nantinya permasalahan itu kita intervensi, salah satu permasalahan itu adalah jamban. Masalah ini menjadi superprioritas untuk ditangani di tahun 2019," katanya.
Menurut dia kendala pendataan secara teknis tidak ada, karena petugas sudah terlatih dan mempunyai sertifikat.
"Mereka benar-benar sudah siap untuk melakukan pendataan, cuma kemarin khusus di daerah pertembakauan pelaksanaannya agak terkendala, namun bisa disiasati dengan melakukan pendataan sebelum memasuki tanam tembakau, yakni bulan Januari-April, karena kalau sudah memasuki tanam tembakau apalagi saat panen tembakau masyarakat sulit ditemui, padahal dalam pendataan itu petugas harus ketemu orangnya," katanya. *
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dukung kesehatan lansia, mahasiswa UMS aktif dalam program PROLANIS Puskesmas Gatak
12 July 2026 16:32 WIB
Menkes apresiasi progres digitalisasi layanan kesehatan primer di Purbalingga
10 March 2026 12:59 WIB
Dinkes Semarang minta puskesmas memberi edukasi masyarakat soal virus Nipah
04 February 2026 8:39 WIB
Tim Pengabdian KESMAS UMS gandeng Puskesmas Gilingan cegah anemia ibu hamil
15 January 2026 14:35 WIB
Tim FK UMS gandeng Puskesmas Gatak gelar cek kesehatan gratis dan edukasi mental bagi siswa SMK
08 January 2026 12:40 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
IDSurvey luncurkan Desa Binaan Nglarangan di Temanggung untuk dorong kemandirian warga
26 September 2026 19:13 WIB
MES Surakarta dan ASBISINDO edukasi Gen-Z SMA Al-Islam 1 Surakarta lewat gaya hidup halal
26 September 2026 17:10 WIB