Program Bukabeasiswa dari Bukalapak sasar mahasiswa bidang teknologi informasi
Senin, 6 Agustus 2018 9:53 WIB
Kepala Manajemen Bakat Bukalapak, Engelbertus Panggalo, saat mendatangi para mahasiswa yang sedang mengikuti tes untuk program Bukabeasiswa. ((ANTARA News/Natisha Andarningtyas)
Jakarta (Antaranews Jateng) - Bukalapak kembali menggelar progam Bukabeasiswa untuk pelajar perguruan tinggi yang berada di semester akhir, untuk mengembangkan keterampilan talenta di bidang teknologi informasi.
“Ini bentuk pertanggungjawaban kami selaku perusahaan teknologi, tugas kami membangun talenta muda Indonesia,” kata Kepala Manajemen Bakat Bukalapak, Engelbertus Panggalo, saat ditemui di sela-sela tes Bukabeasiswa di Jakarta, Sabtu.
Program ini sudah berjalan sejak 2016 lalu, di tahun ketiga ini, mereka mengundang 50 finalis dari berbagai universitas di seluruh Indonesia untuk tes di Jakarta. Sejak lowongan dibuka pada Juni lalu, Bukalapak mendapat 2.700 pelamar.
Sehubungan dengan misi mereka untuk mencetak sumber daya di bidang teknologi informasi, Bukalapak membidik mahasiswa tingkat akhir untuk mengikuti program ini.
Jurusan yang dipilih untuk mengikuti program ini pun berkisar di bidang tersebut, belum merambah ke jurusan lainnya seperti bisnis atau manajemen. Tapi, tidak menutup kemungkinan di lain waktu Bukalapak akan membuka kesempatan beasiswa di bidang lainnya.
“Kami ingin fasilitasi anak-anak yang berbakat di bidang IT, sejalan dengan misi kami sebagai perusahaan berbasis teknologi,” kata Engelbertus.
Peserta yang terpilih untuk mengikuti program Bukabeasiswa juga akan mendapatkan pelatihan keterampilan teknologi dari tim Bukalapak, selain biaya kuliah selama dua semester dan uang saku.
Engelbertus menyatakan mereka tidak mematok kuota mahasiswa yang terpilih dalam program ini, selama peserta memiliki kualifikasi yang sesuai dengan standard mereka.
2017 lalu, Bukabeasiswa diberikan kepada 13 mahasiswa dari perguruan tinggi swasta maupun negeri di Indonesia, sementara pada tahun pertama ada 8 orang. Bukalapak mengaku tidak mewajibkan para peserta beasiswa untuk bergabung dengan mereka setelah lulus nanti.
“Ini bentuk pertanggungjawaban kami selaku perusahaan teknologi, tugas kami membangun talenta muda Indonesia,” kata Kepala Manajemen Bakat Bukalapak, Engelbertus Panggalo, saat ditemui di sela-sela tes Bukabeasiswa di Jakarta, Sabtu.
Program ini sudah berjalan sejak 2016 lalu, di tahun ketiga ini, mereka mengundang 50 finalis dari berbagai universitas di seluruh Indonesia untuk tes di Jakarta. Sejak lowongan dibuka pada Juni lalu, Bukalapak mendapat 2.700 pelamar.
Sehubungan dengan misi mereka untuk mencetak sumber daya di bidang teknologi informasi, Bukalapak membidik mahasiswa tingkat akhir untuk mengikuti program ini.
Jurusan yang dipilih untuk mengikuti program ini pun berkisar di bidang tersebut, belum merambah ke jurusan lainnya seperti bisnis atau manajemen. Tapi, tidak menutup kemungkinan di lain waktu Bukalapak akan membuka kesempatan beasiswa di bidang lainnya.
“Kami ingin fasilitasi anak-anak yang berbakat di bidang IT, sejalan dengan misi kami sebagai perusahaan berbasis teknologi,” kata Engelbertus.
Peserta yang terpilih untuk mengikuti program Bukabeasiswa juga akan mendapatkan pelatihan keterampilan teknologi dari tim Bukalapak, selain biaya kuliah selama dua semester dan uang saku.
Engelbertus menyatakan mereka tidak mematok kuota mahasiswa yang terpilih dalam program ini, selama peserta memiliki kualifikasi yang sesuai dengan standard mereka.
2017 lalu, Bukabeasiswa diberikan kepada 13 mahasiswa dari perguruan tinggi swasta maupun negeri di Indonesia, sementara pada tahun pertama ada 8 orang. Bukalapak mengaku tidak mewajibkan para peserta beasiswa untuk bergabung dengan mereka setelah lulus nanti.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Peneliti ungkap spesies baru Nepenthes dari Kalbar, terpantau awal via medsos
24 January 2026 14:38 WIB
Mahasiswa SV Undip olah limbah jelantah dengan ekstrak kemangi jadi biocleaner
11 November 2025 8:32 WIB
Tahun depan Pemkot Semarang siapkan bus listrik koridor Mangkang - Penggaron
06 November 2025 21:32 WIB
Dosen UIN Walisongo paparkan metode melihat hilal yang lebih efisien dan tepat sasaran
30 October 2025 12:03 WIB
Terpopuler - Sains dan Rekayasa
Lihat Juga
Peneliti ungkap spesies baru Nepenthes dari Kalbar, terpantau awal via medsos
24 January 2026 14:38 WIB
Mahasiswa SV Undip olah limbah jelantah dengan ekstrak kemangi jadi biocleaner
11 November 2025 8:32 WIB
Tahun depan Pemkot Semarang siapkan bus listrik koridor Mangkang - Penggaron
06 November 2025 21:32 WIB
Wali Kota Tegal Paparkan Inovasi Rusunawa Rendah Karbon di Forum APEKSI 2025 Surabaya
29 October 2025 8:30 WIB